Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 79


__ADS_3

"Arkkhhhhhhh Adam!" teriak Kenza saat dua laki-laki tadi sudah menjauh dari apartemennya itu.


"Hanya karena Yola kamu melabrakku, hanya karena Yola kamu mau memenjarakanku! Sialan!" teriak Kenza lagi. Ia tak bisa mengamuk menghabiskan barang-barang di dalam apartemennya itu karena didalam apartemennya sudah tak ada benda yang bisa ia pecahkan lagi.


"Aku benci Yola! Aku benci perempuan sialan itu arkhhhh!" erangnya lagi dengan tatapan mata penuh dengan amarah.


Heila yang ada disana pun ia hanya bisa menutup telinganya menggunakan kedua tangannya dengan perlahan ia berjalan menuju ke kamarnya kembali. Biarkan nona-nya itu melupakan emosinya dengan berteriak-teriak tidak jelas. Asal tak menyakiti orang lain saja. Tapi tunggu, tidak menyakiti orang lain? Astaga dia lupa ketika Nona-nya itu sudah berucap benci dengan seseorang maka orang itu dalam bahaya.


"Sial, aku lupa akan hal itu," gumam Heila. Dan saat dirinya berlari menuju ke ruang tamu untuk mencegah Kenza keluar dari apartemennya, ia terlambat. Perempuan itu ternyata sudah pergi dari sana.


"Sialan! Terlambat sudah, terlambat!" umpat Heila sebelum dirinya berlari untuk menyusul Kenza. Berharap perempuan itu belum pergi terlalu jauh dari apartemen itu.


Namun sayangnya, saat dirinya tengah berada di basemen gedung apartemen tersebut, ia sudah tak menemukan mobil Kenza yang berarti perempuan itu sudah pergi mencari keberadaan Yola. Dan hal tersebut membuat Heila panik setengah mati. Ia tak ingin Nona-nya itu melukai orang lain. Sebenci-bencinya dia dengan Kenza, ia tak ingin Nona-nya itu masuk kedalam penjara dengan di jatuhi hukuman mati karena perbuatannya sendiri.


"Astaga. Aku harus berbuat apa sekarang? Apa yang harus aku lakukan?" bingung Heila dengan berjalan mondar-mandir sembari menggigit kuku tangannya.


"Ahhhh aku tau, aku harus segara mengubungi tuan Adam," ucap Heila yang kini sudah berhenti dari acara mondar-mandir itu dan segara berlari menuju ke apartemen lagi.


Namun saat dirinya sudah masuk apartemen dan sudah mengambil ponselnya ia baru ingat jika dirinya tak memiliki nomor ponsel milik Adam.


"Astaga. Bodoh sekali, aku lupa kalau tidak memiliki nomor tuan Adam. Kalau begini aku harus gimana? Apa aku ke rumah sakit saja ya untuk memberitahu tuan Adam agar segera menemukan Yola dan melindungi perempuan itu sebelum Nona Kenza menemukannya dan melukai perempuan itu?" gumam Heila sesaat sebelum dirinya kini beranjak dengan menyambar tas kecilnya. Ia memutuskan untuk ke rumah sakit, memberitahu Adam secara langsung agar laki-laki itu segera melindungi Yola saat ini juga.


Heila kalang kabut, berlari memasuki lobby saat dirinya telah sampai di rumah sakit tempat Adam bekerja. Ia tak mempedulikan orang-orang yang melihat dirinya. Hingga dengan nafas tersengal-sengal, ia menggetuk pintu ruang kerja milik Adam.

__ADS_1


Tok tok tok!


"Tuan Adam. Saya Heila, mohon pintunya di buka tuan. Ada suatu hal penting yang perlu saya sampaikan!" teriak Heila di sela-sela dirinya mengetuk pintu tersebut. Namun sayang, ketukan serta teriakannya itu tak kunjung mendapatkan jawaban dari Adam.


Heila berdecak dengan mata yang kini menatap ke arah sekitarnya. Ia curiga Adam tak ada di ruangannya dan karena hal itu ia harus mematikan dengan bertanya kepada dokter atau Suster yang ia lihat.


Heila berlari menuju kesalah satu dokter yang ingin masuk kedalam ruangannya.


"Dokter tunggu!" teriak Heila kala pintu ruangan tadi ingin di tutup oleh dokter tersebut.


Dokter itu yang diteriaki oleh Heila, sempat terkejut namun tak urung ia membuka lebar pintu itu kembali.


"Anda memanggil saya nona?" tanya dokter tersebut kala Heila telah sampai di hadapannya.


"Ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter tersebut.


"Huftttt, begini Dok, saya mau tanya dokter tau tidak dimana tuan Adam sekarang? Pasalnya saya ketuk pintu ruangan dia, dia tidak menyaut sama sekali," ucap Heila.


"Ohhhh Adam. Dia memang tidak ada di sini. Sejak pukul 1 siang tadi dia pergi. Entah pergi kemana saya juga tidak tau. Memangnya ada apa? Apa kamu salah satu pasien dia atau keluarga pasien dia yang akan melakukan jadwal pertemuan hari ini? Kalau iya bisa sama saya," ujar dokter tersebut yang ternyata adalah Tristan. Heila menggelengkan kepalanya.


"Tidak Dok, saat bukan salah satu pasien atau keluarga pasien tuan Adam. Tapi saya itu hmmm tangan kanannya anu gimana ya aduhhh." Heila bingung ingin memberitahu dokter yang ada di hadapannya tentang Kenza atau tidak.


"Tangan kanan siapa? Katakan saja karena saya adalah teman Adam. Jika memang kamu ingin menyampaikan hal penting kepada Adam bisa lewat saya dulu. Nanti biar saya sampaikan ke dia," ujar Tristan.

__ADS_1


"Baiklah, begini Dok. Saya itu tangan kanannya Nona Kenza---"


"Apa? Kamu tangan kanannya Kenza?" kaget Tristan yang membuat Heila sempat terkejut juga tadi.


"Iya Dok, saya tangan kanannya Nona Kenza dan saya datang kesini untuk memberitahu tuan Adam agar segara menemukan Yola dan segara melindungi perempuan itu karena Nona Kenza tadi sempat mengamuk setelah tuan Adam melabrak dia gara-gara telah mengatakan sebuah kebohongan kepada Yola. Dan Nona Kenza sekarang pergi dari apartemen yang saya yakini dia pergi untuk mencari Yola. Saya takut dia melukai Yola," jelas Heila yang membuat mata Tristan terbuka lebar.


"Sialan!" umpat Tristan.


"Aku tidak akan membiarkan perempuan itu berhasil melukai Yola," gumamnya.


"Baiklah kalau begitu saya akan mencoba untuk menghubungi Adam sekarang juga," ujar Tristan dan dengan cepat ia segara mengambil ponselnya lalu segara ia menghubungi nomor Adam yang sayangnya tak diangkat oleh laki-laki itu.


Kini tak terasa sudah 5 kali Tristan mencoba untuk menghubungi Adam, namun tak ada satupun panggilan teleponnya itu dijawab oleh sahabatnya tersebut yang membuat Tristan kini berdecak sebal.


"Adam tidak bisa di hubungi lagi," ucap Tristan yang semakin membuat Heila gusar.


"Kalau tuan Adam tidak bisa dihubungi bagaimana kita memberitahu dia agar segera menemukan Yola?" tanya Heila.


"Saya juga tidak tau. Dan cara satu-satunya, jika kita tidak bisa menghubungi Adam, kita harus mencari keberadaan Yola agar kita bisa melindungi dan segara mengamankan dia sebelum Kenza menemukannya terlebih dahulu," ujar Tristan yang diangguki setuju oleh Heila.


"Kalau begitu kamu pegang ponsel saya dan terus coba menghubungi Adam saat kita juga melakukan pencarian Yola. Dan ayo, kita bergerak sekarang," ucap Tristan sembari melepaskan atribut dokternya itu dan membuangnya kedalam ruangannya begitu saja. Lalu setelahnya ia segara berlari bersama Heila menuju ke parkiran mobil di rumah sakit tersebut setelah ia berpesan kepada salah satu suster yang ia temui di perjalanan menuju ke parkiran tadi untuk memberitahukan kepada dokter Putra untuk menangani pasiennya dan pasien Adam.


Dan setelah mereka sampai diparkiran dan sudah masuk kedalam mobil Tristan, laki-laki itu segara menjalankan mobilnya menuju tempat-tempat yang kemungkinan Yola kunjungi saat ini.

__ADS_1


__ADS_2