Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 90


__ADS_3

Erland dan pengacara Husein berlari menuju ke ruang UGD dimana di ruangan itu Adam tengah ditangani.


"Apakah sudah ada dokter yang keluar?" tanya Erland kala dirinya sudah sampai didepan ruang UGD tersebut.


"Belum ada tuan," jawab pak Supir.


"Astaga. Kenapa bisa begini sih?" ucap Erland dengan mengusap wajahnya dengan kasar.


Pengacara Husein yang juga sama khawatirnya dengan Erland pun ia kini menepuk pundak Erland untuk memberikan kekuatan kepada Erland.


"Uncle nanti akan kasih tau kenapa Abang kamu bisa mengalami kecelakaan. Tapi setelah kedua orangtuamu sudah kesini," ujar pengacara Husein yang hanya bisa diangguki oleh Erland sebelum dirinya mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu depan ruangan tersebut.


Dan beberapa saat setelah kedatangan Erland dan pengacara Husein, Mommy Della dan Daddy Aiden kini juga telah sampai di rumah sakit tersebut. Dan dengan langkah besar mereka, keduanya mendekati ketiga orang yang tengah menunggu Adam.


"Erland," panggil Mommy Della dari jarak 3 meter yang membuat Erland menegakkan kepalanya.


"Mommy," ucap Erland.


"Kenapa Abang kamu bisa sampai kecelakaan?" tanya Mommy Della saat dirinya telah sampai di depan sang anak.


"Kalian tenang dan duduk dulu. Karena saya disini yang lihat secara langsung kejadian itu, jadi saya yang akan menjelaskan semuanya ke kalian," ujar pengacara Husein dengan mempersilahkan Mommy Della dan Daddy Aiden duduk terlebih dahulu.


Dan setelah dua orang itu duduk, pengacara Husein mulai menceritakan semuanya mulai dari tadi malam ia mendapat telepon dari Adam hingga kronologi kecelakaan yang ia lihat tadi.


Mommy Della yang mendengar cerita dari pengacara Husien pun air matanya yang sedari tadi ia tahan kini jatuh juga membasahi pipinya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, Adam. Kenapa kamu tetap pergi saat kamu tengah sakit sih nak? Dan lihatlah apa yang di takutkan Mommy terjadi juga kan," ucap Mommy Della sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Erland yang melihat sang Mommy tengah bersedih pun ia segara membawa tubuh Mommy Della kedalam pelukannya.


Sedangkan Daddy Aiden justru mengeluarkan aura kemarahannya.


"Bagaimana dengan laporan yang baru kalian buat. Apa langsung di proses oleh pihak kepolisian sekarang juga?" tanya Daddy Aiden.


"Saya tadi meminta untuk segara di proses secepatnya. Tapi kita lihat saja sampai 3 hari kedepan jika surat panggilan itu tidak sampai di tangan pelaku, kita melakukan tindakan lain," jawab pengacara Husein yang diangguki oleh Daddy Aiden.


Kini 20 menit telah berlalu dan pintu ruang UGD itu baru juga di buka oleh salah satu dokter yang menangani Adam. Dan hal tersebut membuat semua orang yang ada disana langsung berdiri dan mendekati dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan putra saya, Dok?" tanya Mommy Della tak sabaran.


"Syukur Alhamdulillah, tuan Adam tidak memiliki luka yang cukup serius. Hanya ada pecahan kaca yang tadi sempat tertancap di pelipisnya dan untuk kakinya yang sepertinya tadi terjepit, baik-baik saja hanya ada luka di luar saja. Selain itu juga, saya memberitahukan jika asam lambung tuan Adam saat ini tengah naik. Dan mungkin beberapa menit lagi tuan Adam akan segara sadar. Tapi saya sarankan tuan Adam untuk di rawat di sini terlebih dahulu," ucap dokter tersebut.


"Baiklah kalau begitu terimakasih atas bantuan dokter. Tapi jika saya menginginkan jika anak saya di rujuk ke AWA Hospital bisa?" tanya Daddy Aiden.


"Tentu saja bisa tuan. Rumah sakit ini juga bekerja sama dengan rumah sakit itu. Jadi tak masalah jika tuan ingin tuan Adam di rawat di rumah sakit itu. Dan untuk surat rujukannya akan segara saya buat supaya tuan Adam segara di pindah ke rumah sakit itu," ucap dokter tersebut yang sepertinya ia sadar jika orang yang tengah berdiri didepannya itu pemilik rumah sakit yang disebutkan tadi. Jadi ia tak bisa menolak keinginan Daddy Aiden walaupun di rumah sakit itu fasilitasnya sudah sangat memadai.


"Kalau begitu saya permisi," sambung dokter tersebut yang diangguki semua orang di sana.


Dan sesuai dengan keinginan Daddy Aiden, kini sang putra pertamanya telah di rujuk ke rumah sakit yang sebenarnya sudah berpindah tangan ke Adam. Dan saat Adam baru saja turun dari ambulance, beberapa suster yang melihat kondisi Adam yang masih tak sadarkan diri dengan beberapa perban di tubuhnya tampak heboh. Hingga membuat Tristan yang ingin melewati lobi, langkahnya terhenti dengan mata yang kini ia tajamkan penglihatannya kearah orang-orang tersebut dan saat melihat Erland, Mommy Della dan Daddy Aiden, ia mengerutkan keningnya.


"Tumben Mommy Della sama Daddy Aiden kesini? Sama Erland lagi, gak seperti biasanya," ucap Tristan yang sepertinya tak menyadari jika ada Adam di antara tiga orang itu.

__ADS_1


Dan karena ia benar-benar penasaran, dirinya memutuskan untuk mendekati ketiga orang tersebut yang tampak berjalan tergesa-gesa.


"Mom, Dad, Er," panggil Tristan yang membuat ketiganya langsung membolehkan kepalanya kearahnya.


"Tristan," beo Mommy Della.


"Siang Mommy, Daddy," sapa Tristan sembari menyalami tangan Mommy Della dan Daddy Aiden secara bergantian.


"Siang juga Tristan. Ada apa?" tanya Mommy Della.


"Ahhhh tidak ada apa-apa kok Mom. Tristan hanya penasaran saja tumben-tumbenan nih Mommy, Daddy sama Erland kesini. Dan saya juga mau bertanya, Adam dimana ya kok saya tidak melihat dia dari tadi pagi. Apa terjadi sesuatu dengan dia?" tanya Tristan. Karena selain dirinya kepo tentang kedatangan ketiga orang itu ia juga penasaran kemana sahabatnya itu karena ia mencoba menghubungi dia, tapi tak pernah mendapat balasan dari Adam.


"Benar apa katamu itu Tristan jika saat ini tengah terjadi sesuatu dengan Adam," ujar Mommy Della.


"Maksud Mommy?" tanya Tristan tak paham.


"Adam baru saja mengalami kecelakaan dan kita kesini untuk menemani dia selama dia nanti di rawat di rumah sakit ini," jelas Mommy Della yang membuat Tristan terkejut bukan main.


"Inalillahi. Kok bisa sih Mom?"


"Ceritanya panjang Tristan. Nanti Mommy ceritakan ke kamu ya. Karena Mommy sekarang harus menyusul ke kamar inap Adam dulu. Takutnya dia sudah sadar," ujar Mommy Della.


"Baiklah Mom. Nanti kalau Tristan sudah selesai menangani pasien Tristan, Tristan akan kesana," ucap Tristan yang terpaksa harus menunda untuk melihat kondisi Adam karena masih ada tanggungjawab yang harus ia jalankan.


"Iya, Tristan. Ya sudah kita pergi dulu. Kamu yang semangat kerjanya," ujar Mommy Della yang hanya diangguki oleh Tristan. Dan setelah melihat anggukkan dari Tristan itu, Mommy Della melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Sedangkan Daddy Aiden, ia menepuk pundak Tristan sebelum dirinya mengikuti langkah sang istri begitu juga dengan Erland yang sempat menepuk pundak Tristan sebelum dirinya ikut pergi dari hadapan sahabat Adam itu.


__ADS_2