
Yola menggelengkan kepalanya.
"Apa yang kamu katakan Nona? Memang aku mengenal Kak Adam, aku pun juga tidak tuli ataupun amnesia. Tapi kamu itu adik Kak Adam jadi hentikan omong kosongmu itu karena kamu bukan kekasih Kak Adam tapi kamu itu adik dia. Adik bukan kekasih!" balas Yola.
"Heh, kamu hanya menyimpulkan saja kalau aku ini adik dari Adam setelah kamu lihat fotoku dengan dia didalam kamar Adam. Padahal foto yang kamu lihat itu merupakan foto kebersamaan kita berdua saat kita masih menjalani hubungan sepasang kekasih. Dan perlu aku tegaskan, aku bukan adik dia tapi aku ini istri dia. Dan sebagai buktinya, kamu lihat cincin ini baik-baik." Yola menatap cincin yang melingkar indah di jari manis Kenza itu sebelum Kenza melepaskan cincin tersebut.
"Kamu lihat di bagian dalam ini tertulis nama Adam dan Kenza. Dan Kenza itu adalah namaku. Kita menikah 7 tahun yang lalu dan cincin ini merupakan cincin bukti diikatnya hubungan kita berdua!" sambung Kenza yang membuat Yola kini menggelengkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu masih tidak percaya kan dengan apa yang aku ucapkan ini. Baiklah supaya mata kamu terbuka lebar akan aku berikan beberapa bukti lagi untukmu," ujar Kenza sembari mengambil ponselnya lalu dengan cepat jari jemarinya menari di atas layar ponsel tersebut sebelum apa yang ia cari telah ia temukan. Kemudian ia segara memperlihatkan sebuah foto yang sekarang terlihat jelas di layar ponsel tersebut.
"Lihat. Buka matamu lebar-lebar. Foto ini merupakan foto pernikahan kita." Tangan Kenza kini menggeser foto tersebut ke foto yang lainnya.
__ADS_1
"Dan foto-foto ini merupakan foto kebersamaan kita waktu kita pacaran," sambung Kenza. Ia cukup bersyukur karena waktu dirinya mengadakan acara pertunangan dengan Adam dulu memakai sebuah dress putih yang jika dilihat mirip dengan gaun pengantin. Jadi jika orang lain tidak mengetahui tentang acara pertunangan itu pasti akan menganggap jika foto itu merupakan foto sebuah resepsi pernikahan.
"Ahhhh satu lagi yang perlu kamu tau jika aku dan Adam sudah memiliki seorang anak dari buah cinta kita berdua. Kamu mau lihat foto anak kita?" tawar Kenza tanpa merasa kasihan dengan Yola yang kini tengah menangis itu, apalagi ditambah bisik-bisik para mahasiswa/mahasiswi yang melihat keributan yang tengah terjadi saat ini. Dan jangan tanya topik yang mereka bicarakan kalau bukan Yola orangnya yang mereka anggap sebagai seorang perebutan suami orang.
"Tidak. Kamu pasti bohong kan? Kalau kamu benar-benar istri dia, kenapa saat aku datang ke rumah Kak Adam kamu tidak ada di sana dan Mommy Della pun juga bilang kalau Kak Adam belum memiliki seorang istri. Dan selama aku bersama dengan Kak Adam, dimana kamu? Kenapa kamu baru muncul sekarang sedangkan aku kenal dengan Kak Adam berjalan sudah berbulan-bulan! Kenapa kamu tidak datang dan memperingati aku untuk tidak dekat dengan Kak Adam saat aku pertama kali kenal dia? Kenapa kamu baru datang saat ini hah?!" ucap Yola dengan suara yang ia tinggikan. Persetan dengan kesopanan ia sudah tak perduli.
"Turunkan nada suaramu itu. Dan jika kamu tanya kenapa aku baru muncul saat ini karena aku kerja di negara orang. Aku adalah seorang wanita karir. Dan keputusanku itu juga sangat di dukung oleh dia ataupun keluarga dia dan keluargaku. Dan perlu kamu tau jika Mommy Della alias Ibu mertuaku itu merupakan orang yang suka bercanda. Jadi tidak heran jika beliau berkata seperti itu. Dan karena aku sudah muncul dihadapanmu sekarang, aku kasih peringatan ke kamu. Jangan pernah mendekati Adam lagi setelah ini karena Adam sudah memiliki seorang istri dan anak. Jangan menjadi seorang pelakor yang merebut kebahagiaan perempuan lain hanya untuk kebahagiaanmu sendiri. Cari laki-laki lain. Karena laki-laki di dunia ini bukan hanya Adam seorang melainkan ribuan bahkan ratusan kaum laki-laki yang masih mau dengan kamu. Tapi jika kamu masih kekeuh untuk mendekati Adam setelah tau fakta yang baru saja kamu terima ini, aku tidak akan segan-segan membuat perhitungan ke kamu," ucap Kenza sembari menunjuk tepat di wajah Yola. Dan setelah mengatakan itu semua ia bergegas pergi dari hadapan Yola yang masih berdiri mematung di tempatnya.
Ia masih tak percaya jika Adam sudah memiliki seorang istri dan anak. Jika memang fakta itu adalah nyata, maka benar apa yang dikatakan oleh Kenza tadi jika dirinya adalah seorang pelakor. Seseorang yang merebut kebahagiaan perempuan lain. Dan hal tersebut sangat ia benci.
"Orang yang luarnya baik belum tentu didalam hatinya juga baik. Jadi lebih baik mulai sekarang kita harus lebih pintar-pintar memilih sahabat, teman atau orang yang akan kita jadikan sebagai partner. Kalau sampai kita salah pilih, kita yang akan rugi," balas mahasiswi lainnya.
__ADS_1
"Wajah sih kelihatan polos tapi kelakuannya menjijikkan," cemoohan mahasiswi yang berada di sisi lain.
"Mulai sekarang yang punya pasangan harap pasangannya dijaga guys terutama yang pacar kita ada di kampus ini. Karena sekarang di kampus ini sudah ada pelakor yang berkeliaran. Jangan sampai pasangan kalian menjadi target dia selanjutnya!" teriak salah satu mahasiswi yang lain.
Dan semua cemoohan itu membuat Yola kini menutup telinganya menggunakan kedua tangannya.
"Tidak. Aku bukan seorang pelakor. Hiks," gumam Yola. Ia tak mau mendapat julukan pelakor dari orang-orang disekitarnya.
"Halah, sudah jelas ada seorang istri yang melabrak kamu karena kamu sudah menggoda suaminya masih saja kamu mengelak jika kamu bukanlah seorang pelakor. Kalau kamu memang tidak mau di sebut sebagai seorang pelakor. Maka akan kita kasih kamu julukan sebagai wanita murahan. Karena seorang pelakor itu juga merupakan seorang wanita murahan dan pasti kamu sudah memberikan tubuh kamu kepada suami perempuan itu kan? Cihhhh Yola-Yola, menjijikkan sekali kelakuanmu itu!" ucap seorang mahasiswi lainnya dengan suara yang sangat lantang hingga membuat orang-orang yang tadinya tak perduli dengan keributan itu atau orang yang baru sampai di kampus berbondong-bondong mengerumuni Yola hingga tubuh Yola kini berada di tengah-tengah lingkaran para mahasiswa/mahasiswi itu.
"Iya benar itu. Dasar wanita murahan, pelakor!" timpal yang lainnya.
__ADS_1
"Pelakor, murahan! Huuuu!" ucap orang-orang yang mengerubungi Yola itu secara saut-sautan bahkan tak urung ada beberapa orang yang melempari Yola dengan gulungan kertas.
Yola yang sudah tak tahan dengan cemoohan orang-orang tersebut ia langsung berlari menerobos orang-orang yang mengerubunginya itu dengan tangan yang masih menutup kedua telinganya itu.