
Pagi-pagi sekali, Adam sudah bangun dan tidurnya padahal ia baru bisa tidur pukul 2 dini hari tadi dan sekarang baru jam 6, Adam sudah siap dengan pakaian rapi. Dan laki-laki itu dengan penuh semangat ia berjalan menuju ke apartemen Yola.
Dan saat sampai di depan pintu apartemen tersebut, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena kunci cadangan apartemen milik Yola berada di tangannya pun ia segera membuka pintu tersebut.
Baru saja tubuhnya masuk kedalam, dirinya sudah disambut dengan harum masakan yang menyeruak masuk kedalam indra penciumannya. Dan hal tersebut membuat perutnya tiba-tiba terasa keroncongan.
Adam yang penasaran Yola tengah memasak apa, ia segera berjalan mendekati dapur tersebut.
Saat dirinya sudah masuk kedalam dapur, ia bisa melihat Yola tengah sibuk dengan bahan-bahan masakannya itu dan mungkin saking fokusnya, ia tak menyadari keberadaan Adam yang kini tengah berjalan mendekat kearahnya sebelum...
Happp!
Laki-laki itu memeluk tubuh Yola dari belakang yang membuat Yola terkejut dan hampir saja perempuan itu memukul Adam dengan spatula yang ada di tangannya itu. Namun untungnya Yola tak menjalankan aksinya itu saat wangi familiar menyapa hidungnya. Dan ia tau wangi itu merupakan wangi parfum Adam.
"Kak Adam, kapan Kakak masuk ke sini?" tanya Yola dengan menolehkan kepalanya ke wajah Adam yang tengah bersandar di bahu kirinya itu.
"Baru saja," ujar Adam.
"Kamu masak apa? Harumnya bikin orang lapar saja," sambung Adam sembari menatap kearah wajan di depan Yola itu.
"Aku cuma buat ayam rica-rica saja. Kakak suka kan masakan ini?" tanya Yola.
"Apapun yang kamu masak aku akan suka," ucap Adam sembari memberikan kecupan di pipi Yola sebelum dirinya melepaskan pelukannya tadi lalu ia menuju ke arah kulkas disana untuk mengambil minuman dingin.
Sedangkan Yola yang sebenarnya hal yang dilakukan oleh Adam itu bukan hal pertama untuknya pun tetap saja membuat jantungnya berdebar. Namun beberapa saat setelahnya ia menggelengkan kepalanya untuk menetralkan kegugupannya itu dan kembali fokus ke masakannya.
"Hari ini masuk kampus jam berapa?" tanya Adam.
__ADS_1
"Jam 9," jawab Yola.
"Hmmmm baiklah kalau gitu biar Kakak yang antar ke kampus nanti," ujar Adam.
"Ehhhh tidak tidak. Kakak kan harus kerja. Orang kerja kok di tinggal-tinggal terus sih. Aku bisa berangkat sendiri Kak nanti. Lagian sebelum aku berangkat ke kampus aku mau pulang dulu buat ganti baju. Dan mungkin aku ke kampusnya pakai mobil. Jadi Kakak hari ini fokus dulu ke kerjaan Kakak, oke. Nanti kalau aku selesai kelas, aku bakal nyamperin Kakak. Lagian aku hari ini cuma ada satu kelas saja. Jadi mungkin jam 11 sudah pulang. Dan Kakak mau aku masakin apa untuk makan siang nanti?" tanya Yola dengan memberikan sedikit sogokan kepada Adam yang kini tengah menampilkan raut wajah yang begitu kusut.
"Mau bakmi goreng. Tapi nanti malam kamu bermalam di apartemen ini kan?" ucap Adam yang duduk di kursi makan dengan mata yang terus menatap kearah Yola. Walaupun sebenarnya ia lagi-lagi tak ingin berjauhan dari Yola, tapi apa yang dikatakan perempuan itu ada benarnya juga. Ia tak mungkin terus-menerus meninggalkan pekerjaannya itu. Dia harus tetap profesional dan dia tidak boleh mengecewakan keluarganya yang sudah mempercayakan tanggungjawab rumah sakit itu ke tangannya.
Yola yang tengah menaruh masakannya yang sudah jadi itu ke sebuah piring pun ia menatap kearah Adam sesaat sebelum ia tersenyum.
"Iya Kak. Aku nanti malam akan tidur di apartemen ini lagi," ujar Yola.
Dan setelah melepaskan apron yang melekat di badannya, Yola kini berjalan mendekati Adam dengan membawa hasil masakannya tadi.
Ia mengerutkan keningnya saat melihat wajah cemberut dari Adam itu.
"Lho kenapa makanannya malah di singkirin sih?"
"Gak mood makan," jawab Adam yang membuat Yola menghela nafas.
"Beneran gak mood makan nih? Padahal aku tadi pengen nyuapin Kakak lho. Tapi kalau Kakak gak mood makan ya sudah deh, aku gak ja---"
"Gak, jadi gak mood. Suapin," ujar Adam yang benar-benar sangat manja kepada Yola saat ini.
Yola yang melihat hal itu pun ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sebelum tangannya kini bergerak untuk menyendok makanan tadi lalu menyuapkannya ke mulut Adam. Dengan sesekali ia menyuap makanan untuknya sendiri yang tentunya dalam piring dan sendok yang berbeda dari yang digunakan untuk menyuapi Adam tadi.
Selama acara sarapan tadi tak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun karena Yola fokus dengan menyuapi bayi besarnya itu. Sedangkan Adam, si bayi besar tersebut hanya terus menatap wajah Yola tanpa berkedip. Hingga akhirnya acara sarapan bersama itu telah selesai juga. Namun bukannya Adam langsung pergi dari apartemen itu menuju rumah sakit, ia justru menyempatkan dirinya dulu untuk mengobrol dengan Yola.
__ADS_1
Hingga tak terasa kini jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi dimana Adam sudah harus pergi.
"Hati-hati dijalan ya Kak. Kalau sudah sampai kasih kabar ke aku," ucap Yola saat dirinya kini mengantar keberangkatan Adam itu sampai di parkiran apartemen tersebut.
"Iya. Kamu kalau mau pulang nanti juga kasih kabar ke aku. Pokoknya saat kamu mau berangkat ke rumah dan sampai. Atau mau pergi ke kampus, pulang kampus atau kemana pun, kamu harus kasih kabar ke Kakak," ujar Adam yang diangguki oleh Yola.
"Ya sudah kalau begitu Kakak berangkat dulu. Nanti saat di kampus jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain," ucap Adam.
"Iya Kak iya. Yola gak akan dekat-dekat dengan laki-laki lain. Tapi kalau dosen gak papa kali ya, hitung-hitungan biar nilaiku bagus," tutur Yola yang langsung mendapat pelototan dari Adam. Dan hal tersebut membuat Yola kini terkekeh kecil.
"Bercanda Kak. Yola gak akan ngelakuin itu kok. Jadi Kakak tenang saja. Dan semangat untuk kerjanya," ucap Yola.
Adam kini menghela nafas sebelum ia menganggukkan kepalanya. Dan sebelum dirinya masuk kedalam mobil, ia menyodorkan tangannya ke hadapan Yola. Yola yang tak paham pun ia mengerutkan keningnya.
"Apa?" tanyanya.
"Salim," jawab Adam.
"Oh salim, oke." Yola kini mengambil tangan Adam itu lalu mencium punggung tangan Adam. Dan saat dirinya sudah menjauhkan wajahnya dari tangan Adam, laki-laki itu langsung menarik tubuhnya untuk memberikan pelukan sesaat sebelum pelukan itu terlepas dan berakhir Yola mendapat kecupan di keningnya begitu lama hingga membuat Yola kini memejamkan matanya.
Mata Yola kini terbuka kembali saat Adam sudah melepaskan kecupannya itu dan berkata, "Doakan pekerjaan calon suamimu ini selalu lancar. Tidak ada halangan suatu apapun. Aku berangkat dulu sayang. Baik-baik di apartemen, di rumah, ataupun di kampus nanti. Love you,"
Adam sekali lagi memberikan kecupan manis di kening Yola dengan mengacak gemas rambut perempuan tersebut sebelum dirinya benar-benar masuk kedalam mobilnya dan segara menjalankan mobilnya, meninggalkan Yola yang hatinya tengah berbunga-bunga.
...****************...
Terdeteksi orang yang buat cerita ini baper😭 Jadi pengen culik bang Adam buat di jadiin suami😂 Yeyyyyy Triple up lagi. Yuk semangat LIKE, VOTE, HADIAH dan KOMEN.
__ADS_1
Ada kata-kata buat Adam? tulis di komen ya ❤️