Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Extra Part 3


__ADS_3

Waktu telah berlalu, kini usia Alesya telah menginjak 3 tahun. Dan kini anak perempuan itu sudah sangat cantik dengan dress berwarna biru muda. Ia sekarang tengah menunggu sang Bubu yang tak kunjung turun dari lantai dua di rumah tersebut.


Dan hal tersebut membuat Alesya mengerucutkan bibirnya.


Adam yang sedari tadi juga ikut menunggu kehadiran sang istri pun ia mengerutkan keningnya saat melihat Alesya memperlihatkan wajah kusutnya itu.


"Alesya kenapa hmmm?" tanya Adam dengan memberikan kecupan di pipi gembul Alesya yang tengah berada di pangkuannya itu.


"Bubu ama," celoteh Alesya yang masih belum jelas melafalkan setiap kata dari ucapannya itu.


"Bubu lama ya? Sabar ya sayang. Sebentar lagi pasti Bubu akan turun kok," balas Adam dengan begitu lembut. Tapi ucapannya itu tak berhasil membuat Alesya tersenyum kembali seperti tadi, anak perempuannya itu masih mempertahankan wajah masamnya.


Sedangkan Yola yang berada di dalam kamarnya, ia menatap dirinya sendiri lewat pantulan kaca meja riasnya itu.


"Oke, sudah perfect," ujar Yola dengan senyuman manisnya itu. Sebelum dirinya kini melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamarnya dan bergegas turun kebawah.


Saat Yola telah sampai di lantai satu rumahnya itu dan melangkah kakinya menuju ke dua orang kesayangannya itu, Adam dan Alesya menolehkan kepalanya kearah Yola. Dimana saat itu juga Adam dan Alesya di buat terpesona dengan Yola yang tengah menggenakan kebaya dengan warna yang senada dengan gaun yang dikenakan oleh Alesya.

__ADS_1


"Wow wow wow, Bubu tantik," ucap Alesya dengan bertepuk tangan tak lupa senyuman manis di bibirnya pun sudah kembali lagi. Seakan-akan dia telah melupakan jika yang membuat dirinya tadi sangat-sangat murung adalah perempuan yang sekarang tengah berdiri didepannya itu.


Yola yang mendapat pujian dari sang anak pun ia membungkukkan tubuhnya dan mencubit pelan pipi Alesya.


"Terimakasih sayang. Alesya hari ini juga sangat-sangat cantik," balas Yola yang membuat Alesya tersipu malu.


Sedangkan Adam yang tersadar dari lamunannya itu, ia kini berdehem hingga membuat Yola menatap kearahnya.


"Ehhhh Dadda juga sangat tampan. Tapi maaf ya karena sudah menunggu lama. Dan lebih baik kita berangkat sekarang," ucap Yola yang mulai was-was dengan tatapan sang suami saat ini.


Sedangkan Adam yang melihat istri dan anaknya sudah menjauh darinya itu ia tampak berdecak. Entah kenapa saat dirinya melihat penampilan Yola yang sangat-sangat cantik itu, ia menjadi sangat kesal. Ia seakan tak rela kecantikan Yola harus di nikmati oleh mata orang lain. Ia ingin sekali menyuruh Yola untuk merubah penampilannya, tapi ia tak mungkin melakukannya karena hari ini adalah hari penting bagi Yola. Hari dimana istrinya di nyatakan lulus dari dunia perkuliahan yang sering membuat istrinya itu sakit kepala. Jadi karena hal itu untuk hari ini saja Adam akan membiarkan kecantikan Yola dilihat oleh semua orang. Dan kini Adam memilih untuk segara menyusul kedua perempuan kesayangannya itu ke mobil miliknya.


Dan setelah dirinya masuk kedalam mobil, ia bisa melihat Yola tengah bercanda gurau dengan Alesya sebelum Adam kini angkat suara.


"Lain kali jangan dandan seperti saat ini karena akan aku pastikan saat kamu melakukannya lagi, akan aku kurung kamu di dalam kamar," ucap Adam yang membuat Yola kini menolehkan kepalanya kearah sang suami dengan menelan salivanya dengan susah payah apalagi saat melihat tatapan tajam yang di perlihatkan Adam untuknya membuat jantung Yola seakan merosot sampai perut.


"Ba---Baiklah aku tidak akan dandan seperti ini lagi untuk kedepannya kecuali di pesta pernikahan, undangan formal dan---" Yola mengatupkan bibirnya kala ia mendapat pelototan mata dari Adam.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah tidak akan dandan seperti ini lagi," ujar Yola pada akhirnya.


"Aku pegang kata-katamu itu jika kamu mengingkari maka kamu tau hukumannya," ancam Adam.


"Iya aku tau," balas Yola yang membuat Adam menganggukkan kepalanya. Lalu setelahnya barulah ia menjalankan mobilnya, dan bertepatan dengan mobil itu melaju, Yola bergumam, "Umur sudah 33 tahun masih saja cemburuan. Huh dasar posesif," ucap Yola dengan suara lirihnya. Berharap Adam tidak mendengarkan ucapannya itu.


Namun sayang seribu sayang Adam yang memiliki pendengaran tajam membuat harapan Yola menjadi sirna. Dan kini laki-laki itu menolehkan kepalanya kearah istrinya itu dengan berkata, "Fayyola Mafaza Orlin!" erang Adam.


Yola yang mendengar namanya dipanggil oleh sang suami dengan sebutan nama lengkapnya itu pun ia kini memberikan cengiran kepada Adam yang tengah menatapnya dengan perasaan ketar-ketir karena jika Adam sudah memanggilnya dengan nama lengkap berarti Adam tengah marah kepadanya.


Sedangkan Alesya yang tak tau apa yang tengah kedua orangtuanya perdebatkan sedari tadi pun saat ia mendengar nama ibunya di sebut oleh Adam, ia kini menggelengkan kepalanya sembari menggerak-gerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri sembari berucap, "No no no Dadda. No Ayola Mapasa Olin, api Bubu."


Alesya membenarkan ucapan dari sang ayah tadi karena sejak Alesya lahir Adam dan Yola memutuskan untuk memanggil mereka dengan sebutan yang akan di ucapkan oleh Alesya yaitu Bubu dan Dadda. Jadi saat Alesya mendengar orangtuanya saling memanggil dengan nama saja atau dengan panggilan sayang di depannya, dia akan langsung membenarkan ucapan Adam maupun Yola seperti yang ia lakukan tadi.


"Nah benar Dadda. Panggil Bubu bukan Fayyola Mafaza Orlin. Huh anak pintar," ucap Yola yang merasa lega karena ada sang buah hati yang menyelamatkan dirinya dari Adam yang akan murka itu.


"Dan lebih baik Dadda fokus kejalan saja. Bubu tau Bubu cantik tapi keselamatan lebih penting," ucap Yola yang membuat Adam memutar bola matanya malas. Sebelum dirinya memilih untuk kembali fokus kedepan tanpa mempedulikan sepasang ibu dan anak itu yang saat ini tengah bertos riya.

__ADS_1


__ADS_2