Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 126


__ADS_3

Kini keluarga Abhivandya telah kembali ke kediaman mereka setelah melakukan lamaran kepada kedua orangtua Yola yang ternyata mereka setuju jika Yola menikah dengan Adam. Bahkan dua keluarga itu sudah berdiskusi tentang terselenggaranya acara pertunangan Adam dan Yola yang akan di laksanakan 2 hari lagi. Tak hanya berdiskusi tentang acara pertunangan itu saja melainkan mereka juga sudah berdiskusi tentang tanggal pernikahan. Dimana dua keluarga itu mensetujui pernikahan Adam dan Yola akan diselenggarakan 1 bulan setelah pertunangan mereka. Padahal jika di pikir-pikir Yola saja belum memberikan jawaban apa dia mau atau tidak untuk menikah di usianya yang masih terbilang muda itu bersama Adam pula yang umurnya terpaut 10 tahun darinya. Tapi tak apalah yang penting urusan rencana mereka sudah kelar semua hanya tinggal Adam saja yang beraksi.


Dan dimana kepulangan mereka langsung disebut antusias oleh Erland dan juga Vivian.


"Abang!" teriak Vivian kala ketiga orang itu baru masuk kedalam rumah tersebut sembari berlari menghampiri mereka.


"Gimana? Apa keluarga Yola setuju?" tanya Vivian excited.


Dan ucapan dari Vivian itu membuat Adam tersenyum kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Ya, mereka setuju."


"Beneran?" Lagi-lagi Adam menganggukkan kepalanya.


"Wahhhhh selamat ya Abangku!" teriak Vivian kegirangan.


"Wahhhhh Erland gak nyangka akhirnya Abang Erland yang sudah tua ini mau nikah juga," ucap Erland yang turut berbahagia mendengar kabar gembira itu. Tapi ucapan Erland tadi membuat Adam mendengus kesal. Bisakah adik laki-lakinya itu tidak membahas tentang umur di hadapannya karena masalah umur itu sangat sensitif di telinga Adam.


"Ya ya ya ya. Abang tau kalau Abang tua. Tapi setidaknya Abang masih laku daripada yang masih mudah sampai sekarang belum juga dapat pasangan," sindir Adam yang membuat Erland langsung mengatupkan bibirnya sedangkan Vivian, ia langsung tertawa sangat puas.


"Hahahaha. Iya ya bang padahal kembarannya saja sudah punya pasangan semua bahkan yang satu sudah punya anak dua yang satunya mau jadi orangtua. Lah dia masih gitu-gitu aja, mau jomblo sampai anak Rea umurnya setengah abad kali ya. Padahal sayang ya punya wajah tampan, karir mapan tapi belum juga mendapat pasangan ciahhhh," timpal Vivian yang diangguki setuju oleh Adam.

__ADS_1


Sedangkan Mommy Della dan Daddy Aiden, mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepala sebelum keduanya memilih untuk menuju ke kamar, membiarkan Erland di ejek oleh kedua Kakaknya.


Sedangkan Erland, ia berdecak sebal sebelum dirinya membalas perkataan dari kedua Kakaknya itu.


"Halah kalian berdua gak ngaca apa? Disaat usia kalian sama dengan umur Erland sekarang, kalian juga jomblo mana karir kalian juga sudah bagus. Abang yang waktu itu masih kuliah tapi sudah bantu-bantu uncle Miko di rumah sakit dan Kak Vi juga sudah menjadi desainer bahkan tergabung dalam organisasi perkumpulan detektif yang bayarannya benar-benar sangat fantastis. Dan kalian baru mendapatkan pasangan di usia kalian yang sudah sangat matang ini. Jadi kalian kalau mau mengejek Erland, silahkan tapi nanti kalau usia Erland sudah melampaui usia kalian dimana kalian sudah mendapatkan pasangan. Kalau sekarang kalian mau mengejek Erland lebih baik kalian berdua ngaca sana. Di rumah ini banyak kaca kalau kurang bilang nanti Erland belikan yang besar biar puas," balas Erland.


Dan saat dirinya melihat kedua orang didepannya itu terdiam setelah mendengar ucapannya tadi, giliran Erland yang kini tertawa.


"Gak bisa balas ucapan Erland kan kalian. Rasain wlekkk." Erland memeletkan lidahnya sebelum dirinya kabur dari hadapan kedua Kakaknya itu yang hanya bisa menghela nafas mereka. Karena mereka berdua juga merasa kalau ucapan dari Erland tadi ada benarnya juga dan kemungkinan setelah ini mereka tidak akan mengejek Erland lagi. Mereka sudah kapok di serang balik oleh Erland dengan kata-kata pedasnya itu.


Vivian kini menolehkan kepalanya kearah Adam.


"Kita salah cari lawan bang. Niatnya mau ngeledek ehhh kita yang di ledek balik sama dia," ujarnya.


"Aamiin. Doakan setelah pernikahan Abang di gelar, giliran pernikahan Vivian yang akan terlaksana."


"Aamiin. Ya sudah Abang ke kamar dulu." Vivian menganggukkan kepalanya.


Adam yang melihat anggukkan kepala dari adiknya itu pun ia bergegas melangkahkan kakinya menuju ke lantai dua di rumah tersebut.


Sedangkan Vivian yang di tinggal sendirian di depan pintu rumah itu pun, ia menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri.

__ADS_1


"Lahhhhh aku di tinggal sendiri ternyata. Ck, menyebalkan," ucap Vivian yang akhirnya ia ikut melangkahkan kakinya menuju ke kamar pribadinya.


Sedangkan disisi lain, Adam yang sudah masuk kedalam kamarnya, ia tampak tersenyum kala mengingat keluarga Yola menerima lamarannya itu.


Bahkan tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu, Adam langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya dengan tangan yang kini bergerak lincah diatas layar ponselnya. Ia berniat untuk menghubungi kekasihnya lewat video call.


Dan selama menunggu video call-nya itu diangkat oleh Yola, Adam membenarkan posisinya yang tadi terbaring kini duduk dengan bersandar di kepala ranjang.


📱 : "Halo Kak," sapa Yola dari sebrang sana.


Adam yang melihat wajah Yola muncul di layar ponselnya pun ia tersenyum.


"Sayang, aku merindukanmu," ucap Adam yang membuat Yola yang tadi tengah sibuk mengeringkan rambutnya yang tengah basah itu kini menolehkan kepalanya, menatap layar ponselnya.


📱 : "Kak bukannya beberapa jam yang lalu kita baru berpisah. Kenapa sudah rindu lagi?" ucap Yola sebelum dirinya kembali mengeringkan rambutnya.


"Ck, udah 3 jam sayang. Dan itu sudah sangat lama. Aku benar-benar sangat merindukanmu. Aku sekarang tidak bisa jika harus menjauh darimu dengan waktu yang lama," ujar Adam.


📱 : "Ya ampun kenapa Kakak sekarang lebay sekali sih. Huh untung sayang. Dan kalau Kakak benar-benar merindukan Yola datang saja ke apartemen Yola sini."


"Aku sedang tidak bisa pergi kesana sayang. Tapi aku mau bertemu denganmu. Aku ingin berada disampingmu terus. Toh kalau aku datang ke apartemenmu, aku tidak bisa terlalu lama disana. Dan aku sangat ingin sekali satu rumah denganmu. Biar aku bisa selalu berada disampingmu," ujar Adam yang sepertinya perkataannya itu akan menjerumus tentang pernikahan dan dia juga akan melihat respon Yola nantinya jika dia membahas tentang pernikahan.

__ADS_1


📱 : "Mana bisa seperti itu?" ucap Yola.


"Bisa saja sayang kalau kita menikah. Setelah kita menikah kan kita bisa selalu bersama dengan tinggal di dalam rumah yang sama. Jadi bagaimana kalau kita menikah satu bulan lagi? Apa kamu bersedia sayang?" tanya Adam yang membuat Yola diseberang sana kembali menatap layar ponselnya dengan salah satu alis yang terangkat.


__ADS_2