Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 128


__ADS_3

Adam yang sudah sampai di apartemen kekasihnya itu ia langsung masuk kedalam apartemen Yola begitu saja tanpa mengucapakan kata permisi terlebih dahulu atau dengan mengetuk pintu itu.


Dan karena hal itu, Yola yang tengah memakan hasil masakannya tak menyadari keberadaan Adam yang kini tengah mendekatinya secara perlahan.


Hingga Adam yang duduk disamping Yola membuat perempuan tersebut baru menyadari kehadiran kekasihnya itu. Dimana hal tersebut membuat Yola tampak terkejut.


"Astaga. Kenapa kamu bisa masuk kedalam?" tanya Yola.


"Karena aku tau kode untuk masuk kedalam sini. Dan jangan bertanya apapun dulu kepadaku. Aku sekarang hanya ingin bermanja-manja denganmu. Aku merindukanmu, sayang," ucap Adam yang semakin menggeser kursinya hingga mepet dengan Yola dan setelahnya ia memeluk tubuh kekasihnya itu dari samping.


"Kalau mau peluk nanti saja dulu sayang. Aku mau makan ini," ujar Yola dengan berusaha untuk melepaskan pelukan Adam itu.


"Kalau mau makan tinggal makan saja sih sayang. Toh aku juga tidak menggangu kamu. Aku hanya memelukmu saja." Yola yang mendengar ucapan dari kekasihnya itu ia hanya bisa menghela nafas panjang.


"Ya sudah terserah kamu. Kamu mau ikut makan?" tanya Yola dengan menyodorkan satu sendok makanan di wajah Adam yang dibalas gelengan oleh laki-laki itu.


"Tidak. Makanan itu untuk kamu saja. Karena aku tadi sudah makan di rumah," ujar Adam yang diangguki oleh Yola.


Dan setelahnya, Yola fokus dengan makanan di hadapannya itu sedangkan Adam, ia memilih untuk menikmati pelukannya itu.


Dan saat Yola selesai dengan makanannya. Adam kembali angkat suara.


"Sayang."


"Iya, kenapa?" tanya Yola sembari menolehkan kepalanya kearah Adam yang tengah bersandar di bahunya.

__ADS_1


"Besok kita cari dress atau gaun buat kamu ya." Yola mengerutkan keningnya. Kenapa tiba-tiba kekasihnya itu mengajak dirinya untuk mencari gaun atau dress untuk dirinya?


"Lah emangnya ada apa? Kenapa aku harus mencari gaun atau dress besok?" tanya Yola.


"Aku kebetulan di undang oleh rekan kerjaku dalam acara pertunangan mereka. Nah karena itu aku mau mengajak kamu untuk datang ke acara pertunangan mereka. Kamu mau kan?"


"Ohh begitu ya. Hmmmm baiklah. Memangnya dress code-nya apa?" tanya Yola.


"Hitam."


"Kalau hitam mah kita tidak perlu cari gaun atau dress buat aku karena aku sudah memiliki satu dress di rumah dengan warna hitam. Dress itu masih bagus juga dan lebih baik aku memakai dress itu saja," ujar Yola. Bukannya ia menolak ajakan dari kekasihnya itu tapi karena lagi-lagi traumanya kepada orang-orang disekitarnya masih ada. Dan hal itu yang menjadi masalahnya saat ini.


"Tidak. Aku tidak mengizinkanmu untuk memakai dress punyamu dirumah. Kamu harus memakai dress baru karena aku yang mengajak kamu pergi ke pesta itu jadi aku yang harus bertanggungjawab dengan semua kebutuhanmu untuk acara itu. Dan aku tidak menerima penolakan apapun darimu. Jadi besok siang sekitar pukul 10 pagi kita pergi ke salah satu butik langganan Mommy untuk mencari dress dan tuxedo untukku. Dan kamu jangan kemana-mana apalagi mencoba untuk kabur. Awas saja akan aku hukum kalau kamu mencoba untuk kabur dariku," ucap Adam.


"Hukuman apa yang akan kamu berikan kepadaku jika aku memang kabur darimu?" tanya Yola penasaran dengan hukuman yang akan diberikan oleh kekasihnya tersebut.


"Ya udah deh iya-iya aku gak akan berani kabur darimu," tutur Yola pasrah saja daripada dirinya mendapat hukuman dari sang kekasih.


Adam yang mendengar jawaban dari Yola pun kini ia tersenyum penuh dengan kemenangan sembari tangannya kini bergerak untuk menggacak-acak rambut Yola dengan berucap, "Good girl."


Dan ucapan dari Adam tadi membuat Yola memutar bola matanya malas.


...****************...


Sepertinya yang direncanakan oleh Adam tadi malam, kini dirinya dan Yola telah berada didalam mobil menuju ke salah satu butik langganan Mommy Della.

__ADS_1


Dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja, akhirnya mobil yang mereka berdua tumpangi kini telah sampai di butik tersebut.


Mereka berjalan dengan beriringan masuk kedalam butik tersebut. Dimana saat Yola menginjakkan kakinya masuk kedalam butik, itu matanya langsung terbuka lebar saat melihat rancangan busana yang benar-benar sangat memanjakan mata itu. Tak ada satupun baju yang terlihat jelek di mata Yola, semuanya sangat bagus.


"Pantas saja butik ini menjadi butik langganan Mommy Della. Orang desainnya saja benar-benar sangat indah. Duhhhh ya Allah, semoga Yola hari ini tidak gelap mata, aamiin," batin Yola yang meronta-ronta ingin sekali membeli semua dress dan gaun yang ada di butik itu.


Adam yang melihat binar dimata Yola pun ia tersenyum sebelum ia berucap.


"Gimana? Apa kamu suka butik ini?" tanya Adam yang membuat Yola kini menolehkan kepalanya kearah sang kekasih kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Suka banget," ucap Yola sangat antusias.


"Ya sudah kalau begitu tunggu apa lagi, pilih sana. Ingat pilih dulu dress atau gaun berwarna hitam nanti kalau sudah menemukannya kamu boleh pilih apapun yang kamu mau. Kamu mengerti sayang?" tanya Adam sembari mengelus kepala Yola dengan sayang dan ucapannya itu diangguki oleh Yola.


"Ya sudah, sana cari gih. Aku tunggu disini. Urusan tuxedo punyaku itu urusan nanti saja," ujar Adam sembari melepaskan tangan kanannya yang sedari tadi melingkar di pinggang kekasihnya itu.


"Kalau begitu aku pilih-pilih dress dulu. Jangan ninggalin aku pulang."


"Tidak akan sayang. Udah gih sana." Yola menganggukkan kepalanya sebelum perempuan itu mulai melangkahkan kakinya semakin memasuki butik tersebut.


Adam yang sudah tidak bisa melihat batang hidung kekasihnya itupun ia tersenyum lalu setelahnya ia mendudukkan tubuhnya disalah satu sofa yang telah disediakan di butik tersebut.


Dimana sesaat setelah dirinya mendudukkan tubuhnya, ada seseorang yang berjalan mendekati dirinya dan duduk disebelahnya.


"Sepetinya aku mencium aroma jika Yola setuju dengan pertunangan kalian," ucap orang tersebut yang tak lain adalah Vivian, si pemilik butik favorit Mommy Della itu.

__ADS_1


"Tentu saja. Tapi dia masih belum tau tentang acara itu. Abang hanya mengucapkan jika Abang dan Yola akan menikah satu bulan lagi dan syukurnya dia setuju dengan rencana yang sudah tersusun itu. Dan aku membawa dia kesini dengan alasan kalau kita akan memenuhi undangan dari salah satu rekan kerjaku. Jadi untuk besok malam, acara itu akan menjadi kejutan untuk Yola. Dan Abang sudah tidak sabar melihat reaksi dia seperti apa," ujar Adam sembari membayangkan reaksi Yola jika tau Adam membawa dirinya bukan ke pesta pertunangan rekan kerja laki-laki itu melainkan ke acara pertunangannya sendiri. Adam benar-benar sangat tidak sabar menunggu reaksi kekasihnya itu.


__ADS_2