
Adam mengerjabkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya. Ia tertidur di dalam mobilnya tepat di depan rumah kedua orangtua Yola. Walaupun tadi malam ia sudah bertemu dengan maid di rumah tersebut dan maid itu berkata jika Yola tak mungkin pulang ke rumah ia tetap saja memilih untuk menunggu perempuan itu dengan keyakinan di hatinya jika Yola malam itu akan kembali.
"Jam berapa sekarang?" gumam Adam dengan melirik kearah jam yang melingkar di pergelangan tangannya itu. Dimana jarum jam tersebut menujukkan pukul 7 pagi. Sebelum tatapan matanya kini beralih kearah gerbang rumah kedua orangtua Yola.
"Apakah dia sudah pulang?" tanyanya pada dirinya sendiri.
"Aku harus memastikannya," ujar Adam kemudian ia keluar dari mobilnya dan segara menuju ke arah gerbang tersebut. Dan saat dirinya telah berada di depan gerbang tersebut tangannya bergerak untuk menekan bel rumah tersebut hingga beberapa saat pintu gerbang itu terbuka dan lagi-lagi yang muncul dari balik gerbang tersebut adalah seorang maid yang ia temui malam tadi.
Maid yang melihat Adam pun ia tampak kasihan dengan laki-laki dihadapannya itu apalagi melihat penampilan dari Adam yang terlihat begitu memprihatinkan.
"Bik," ucap Adam.
"Maaf tuan. Non Yola belum pulang juga sampai saat ini," ujar maid tersebut seakan-akan ia tau apa yang akan di tanyakan oleh Adam nantinya.
"Belum pulang bik?" Maid tersebut menganggukkan kepalanya.
Dan hal tersebut membuat Adam mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ya sudah kalau begitu. Saya permisi bik," ujar Adam dan saat dirinya membalikan badannya dan ingin kembali ke mobilnya, maid tersebut berlari kearahnya.
"Tunggu dulu tuan," ucapnya yang membuat Adam kini menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Ya bik, kenapa?" tanya Adam dengan suara lemasnya.
"Begini saja tuan. Tuan lebih baik sekarang pulang saja dulu. Dan saya minta nomor ponsel tuan, kalau sewaktu-waktu Non Yola pulang saya bisa langsung memberitahu tuan agar tuan segera kesini. Bagaimana? Apakah tuan setuju?" ucap maid tersebut yang sepertinya merasa kasihan dengan Adam karena ia tahu malam tadi Adam terus menunggu dan sampai bermalam di depan rumah majikannya itu.
Adam tampak berpikir sesaat sebelum dirinya menganggukkan kepalanya.
"Baik, kalau begitu ini nomor telepon saya bik. Saya mohon kalau Yola sudah pulang atau kalau bibik tau keberadaan dan kabar dia, tolong beritahu saya ya bik," ucap Adam sembari menyerahkan sebuah kartu namanya.
Maid tadi menganggukkan kepalanya sembari mengambil kartu nama itu dari tangan Adam.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya bik. Terimakasih atas niat baik bibik yang mau membantu saya," ucap Adam dengan senyuman di bibirnya.
"Sama-sama tuan. Hati-hati dijalan," ujar maid tersebut yang diangguki oleh Adam sebelum dirinya melanjutkan langkahnya tadi.
Adam menghapus air matanya dengan kasar kala ia telah sampai di rumah kedua orangtuanya.
"Assalamu'alaikum," salam Adam kala dirinya baru memasuki rumah tersebut yang membuat Mommy Della, Daddy Aiden, Vivian dan Erland yang menunggu kepulangannya itu langsung menolehkan kepalanya kearah sumber suara bahkan Mommy Della kini berlari menuju kearahnya lalu memeluk tubuh Adam. Dan apa yang di lakukan oleh Mommy Della justru membuat Adam yang tadinya mencoba untuk kuat justru rapuh seketika kala mendapat pelukan itu.
Adam membalas pelukan dari sang Mommy dengan air matanya yang kembali keluar.
Mommy Della yang sudah tau permasalahan yang menerpa anaknya itu dari cerita Erland pun ia mencoba menguatkan anak pertamanya itu.
__ADS_1
"Semua permasalahan yang sedang kamu hadapi saat ini pasti akan segera mendapatkan titik terang," ucap Mommy Della mencoba menenangkan Adam. Adam yang sudah tak bisa berkata-kata pun ia hanya menganggukkan kepalanya.
"Bang, Abang tenang ya, Yola pasti baik-baik saja kok walaupun dia berada entah dimana sekarang," timpal Vivian yang sudah berdiri disamping Adam dan Mommy Della dengan tangannya yang terulur untuk mengelus punggung Adam.
"Daddy sudah memberikan perintah ke semua anak buah Daddy buat cari keberadaan Yola. Dan yakinlah cepat atau lambat Yola akan segara ketemu," ujar Daddy Aiden.
"Semua anak buah Erland juga sudah Erland kerahkan untuk mencari Yola," timpal Erland.
"Kamu dengar itu kan nak. Jika puluhan orang sekarang tengah mencari Yola. Jadi kamu tenang dulu ya, pasti Yola akan segara ketemu. Dan lebih baik kamu makan dulu, dari kemarin sore kamu belum makan kan?" ucap Mommy Della sembari melepaskan pelukannya dari Adam dengan tangan yang kini bergerak untuk menghapus air mata anak pertamanya itu.
"Adam belum lapar Mom. Adam mau istirahat saja," ujar Adam dan tanpa menunggu persetujuan dari orang-orang disekitarnya ia bergegas menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua rumah tersebut. Dan hal tersebut membuat Mommy Della menghela nafas panjang.
"Apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mau Adam down lagi seperti dulu," ucap Mommy Della saat Daddy Aiden memeluknya dari samping.
"Saat aku tau Yola hilang, aku sudah mencoba untuk menghubungi dia tapi nomor dia tidak aktif. Apa yang harus aku lakukan untuk membantu Adam bertemu dengan Yola lagi, Dad? Aku tidak mau melihat Adam sedih terus menerus. Aku mau dia bahagia," sambung Mommy Della dengan air mata yang menetes. Entah kenapa melihat Adam yang seperti itu membuat dirinya teringat akan masa lalu kelam Adam dulu.
"Kamu tenang ya. Kita pasti akan segara mempertemukan Adam lagi dengan Yola," ujar Daddy Aiden.
"Tapi kalau Yola tidak bisa di temukan bagaimana?" tanya Mommy Della penuh dengan kekhawatiran entah itu khawatir dengan kondisi Adam nantinya jika Yola tak kunjung mereka temukan dan khawatir akan kondisi Yola di luar sana.
"Yola pasti ketemu Mommy. Mommy jangan bilang begitu lah. Erland jadi takut kan," timpal Erland yang tak kalah khawatirnya dengan Adam atau Mommy Della itu. Dan jangan salah, Erland juga sempat mencoba untuk menghubungi Yola berkali-kali lewat pesan, telepon ataupun lewat media sosial namun Yola tak membalas pesan serta teleponnya sekalipun.
__ADS_1
"Benar apa kata Erland, Mom. Yola pasti ketemu dan bang Adam tidak akan down lagi seperti dulu. Mommy harus berpikir positif jangan negatif. Dan Vivi coba bujuk Bang Adam makan dulu ya," ujar Vivi sebelum dirinya beranjak menuju ke dapur untuk mengambilkan makanan untuk Kakak laki-laki itu setelah melihat anggukkan kepala Daddy Aiden.
Dan saat Vivian sudah pergi menjauh, Daddy Aiden langsung membawa Mommy Della yang masih menangis itu ke dalam kamar mereka. Sedangkan Erland, ia langsung memegang ponselnya untuk bertanya kepada anak buahnya tentang perkembangan pencarian Yola itu.