
Erland menggertakkan giginya saat ia telah melihat setiap adegan yang terlihat dalam rekaman video tersebut. Setiap kalimat fitnah dan kebohongan yang terlontar dari bibir Kenza membuat dirinya muak setengah mati dengan mantan kekasih Kakak pertamanya itu. Apalagi saat ia melihat semua orang yang tadi melihat mereka justru langsung terpengaruh dengan ucapan Kenza tanpa tau kebenarannya itu dan mereka justru mencemooh Yola yang sebenarnya tak memiliki salah apapun karena perempuan itu memang bukan seorang pelakor. Tak hanya sampai disitu saja, telinga Erland terasa panas kala ia mendengar kata wanita murahan yang ditujukan untuk Yola. Dirinya saja di buat panas saat mendengar kata menyakitkan itu apalagi Yola, ia yakin perempuan tersebut sekarang tengah terpukul.
"Sialan," gumam Erland mengumpat.
"Kalian tau kemana perginya Yola?" tanya Erland sembari menyerahkan ponsel milik laki-laki tadi.
"Kita tidak tau pastinya dia kemana. Karena setelah perdebatan tadi kita lihat Yola langsung berlari menuju ke parkiran dan setelah mobilnya keluar dari sini kita tidak tau tujuannya kemana," ujar salah satu dari mahasiswa itu.
Dan hal tersebut membuat Erland kini berdecak.
"Oke, kalau gitu thanks atas bantuan kalian. Dan untuk uang tambahannya akan aku transfer ke rekening kalian. Jadi tolong tulis nomor teleponku agar kalian bisa mengirim nomor rekening kalian," ujar Erland dengan memperlihatkan nomornya yang tertera di layar ponselnya itu yang langsung ditulis oleh kelima mahasiswa tadi.
"Dan tolong video ini kirim ke nomorku sekarang juga," sambung Erland sembari menarik ponselnya yang ia rasa jika kelima mahasiswa tadi telah selesai mencatat nomor ponselnya itu.
Dan orang yang tadi memiliki video tersebut menganggukkan kepalanya. Lalu tangannya kini bergerak untuk mengirimkan video tersebut ke ponsel Erland.
Erland yang sudah mendapatkan video itupun ia langsung menyimpan ponselnya kedalam saku celananya kembali.
"Sekali lagi thanks dan aku harap kalian tidak percaya dengan apa yang perempuan tadi katakan kepada Yola. Yola orang baik, dia tidak pernah merebut suami ataupun kekasih orang lain," ujar Erland sembari menepuk pundak dua orang disampingnya lalu setelah itu ia beranjak dari depan kelima mahasiswa tadi.
__ADS_1
"Tanpa Kak Erland minta pun aku juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan perempuan itu. Kalau benar Yola melakukannya tidak mungkin dia tadi sampai terkejut saat perempuan itu memperlihatkan bukti-bukti tadi. Dan tidak mungkin juga ada seorang ibu mertua mengatakan anaknya masih lajang padahal sudah beristri," ucap laki-laki berpawakan tinggi itu.
"Mana tadi ngakunya kalau ibu mertuanya suka bercanda lagi. Ayolah suka bercanda sih suka bercanda tapi bercandanya itu yang normal lah ya bukan malah tidak menganggap menantunya sendiri," timpal laki-laki yang berbeda gempal.
"Nah benar itu. Sebenarnya kalau orang pintar yang mendengar ucapan dari Yola ataupun perempuan tadi pasti mereka akan mendapatkan beberapa kejanggalan dari pembicara mereka. Tapi berhubung di kampus ini banyak orang bodoh berkedok orang pintar karena sekolah di universitas ini makanya tidak heran jika mereka gampang banget di hasut oleh perkataan perempuan itu," sambar laki-laki berkulit putih pucat.
"Iya ih. Aku jadi kasihan sama Yola. Aku yakin dia tidak salah tapi sudah dihakimi oleh para netizen yang tidak tau kebenarannya. Ihhh sebel deh jadinya. Apalagi dengan perempuan tadi, rasanya aku pengen jahit bibir monyong dia. Huh," ucap laki-laki yang sedikit melambai itu.
"Kita semua disini memang tidak percaya dengan ucapan dari perempuan itu tadi. Tapi kita bisa apa? Membantu Yola untuk membungkam mulut orang-orang yang sudah terhasut oleh perempuan tadi juga tidak bisa. Kita juga tidak terlalu akrab dengan Yola kalau kita mau membantu dia. Dan yang kita bisa lakukan hanya berdoa saja semoga masalah yang menimpa Yola ini segera dapat diselesaikan," timpal laki-laki lainnya itu yang diangguki keempat temannya tadi.
Dan saat kepergian Erland dari kampus tersebut, bertepatan dengan itu Adam justru baru sampai di tempat Yola menuntut ilmu itu.
Ia mengedarkan pandangannya namun orang yang ia cari tak bisa ia temukan bahkan dua teman yang selalu bersama dengan Yola pun juga tak ia lihat batang hidungnya. Dan hal tersebut membuat Adam berdecak sebal.
"Kemana dia berada? Apa jangan-jangan dia ada di ruang kerja Caka lagi seperti waktu itu? Ya dia mungkin ada disana. Aku harus memastikan ke ruangan Caka terlebih dahulu sebelum aku ke apartemen nanti," ujar Adam sebelum kakinya kini melangkah menuju ke ruang kerja milik Caka.
Dan saat dirinya telah sampai di depan pintu ruangan tersebut tangannya kini bergerak untuk mengetuk pintu tersebut hingga suara perintah agar seseorang yang mengetuk pintu tadi masuk kedalam ruangannya terdengar.
Adam yang mendengar perintah itu pun ia segara masuk kedalam. Dan kemunculannya itu membuat Caka tersenyum kearah sahabatnya itu.
__ADS_1
"Tumben kesini? Ada apa?" tanya Caka sembari berdiri dari duduknya lalu mendekati Adam yang tengah celingukan kesana-kemari.
"Yola dimana?" tanya Adam dengan mata yang kini menatap ke arah Caka.
"Hah?"
"Ck, Yola dimana Caka? Kamu tau Yola tidak?" ulang Adam.
"Kamu kesini hanya untuk mencari Yola saja. Ck, kirain karena kamu kangen sama aku tadi. Dan kalau kamu tanya Yola, dia sudah pulang 2 jam yang lalu. Dia hari ini kan hanya ada satu kelas saja," jawab Caka.
"Kamu yakin kalau Yola sudah pulang?" Caka menganggukkan kepalanya. Ia yakin Yola sudah pulang karena dirinya tadi sempat bertemu dengan sepupunya itu setelah Yola pergi dari kantin tadi dan kata gadis tersebut ia akan langsung pulang. Jadi tidak salah bukan kalau Caka menjawab Yola sudah pulang sesuai dengan apa yang ia ketahui.
"Oke. Thanks atas infonya," ujar Adam sebelum dirinya melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang kerja milik Caka itu.
Dan kepergiannya membuat Caka melongo tak percaya.
"Astaga aku lupa tidak bertanya ada hubungan apa dia dengan Yola sampai dia bela-belain meluangkan waktunya yang teramat sibuk itu untuk kesini mencari keberadaan Yola saja. Aku yakin mereka ada suatu hal yang spesial," tebak Caka penasaran.
Sedangkan Adam, laki-laki itu tengah berlari menuju ke mobilnya dengan tangan yang masih berusaha untuk menghubungi Yola. Namun sayang teleponnya itu lagi-lagi tak diangkat oleh perempuan tersebut. Dan justru teleponnya kali ini bukannya terhubung melainkan langsung terputus begitu saja setelah suara operator memberitahu dia jika nomor Yola sedang tidak aktif. Dan hal tersebut semakin membuat Adam khawatir setengah mati.
__ADS_1
"Tuhan, dimanapun Yola berada. Hamba mohon lindungi dia," gumam Adam sebelum ia menjalankan mobilnya. Dan tujuannya kali ini adalah apartemen baru Yola dengan harapan jika perempuan itu memang benar tengah di apartemen itu dan sibuk dengan masakannya.