Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 71


__ADS_3

Yola, Amel dan Keni kini tengah berjalan keluar dari lobi kampus tersebut setelah mereka menyantap makanan berkuah pedas itu tadi.


"Ehhh guys. Aku duluan ya, ibu negara sudah nunggu dari tadi ternyata hehehehe," ucap Keni dengan cengiran di bibirnya kala dirinya melihat pesan dari sang ibu yang sudah menjemputnya.


"Ya sudah gih pulang sana. Hati-hati di jalan dan salam buat Tante Lulu ya," ucap Yola.


"Sipppp nanti bakal aku sampaikan salam dari kalian. Ya udah ya aku duluan. Bye Yola bye Amel. Kalian juga hati-hati dijalan," ucap Keni sembari melambaikan tangannya saat dirinya sudah mulai melangkahkan kakinya. Dan lambaian tangan itu dibalas lambaian tangan juga oleh Yola maupun Amel hingga Keni keluar dari gerbang kampus tersebut.


Dan saat itu juga tatapan Yola dan Kenza saling bertemu.


Kenza yang melihat seseorang yang sedari tadi ia tunggu kedatangannya pun ia kini tersenyum penuh arti sebelum dirinya kini melangkahkan kakinya mendekati Yola.


Yola yang tau jika langkah kaki Kenza itu mendekat kearahnya pun ia hanya diam saja dengan otak yang tengah mengingat-ingat dimana dirinya pernah melihat wajah dari perempuan itu.


Sedangkan Amel, sahabat dari Yola itu kini mengerutkan keningnya dengan tatapan mata yang menatap kearah Yola serta Kenza secara bergantian.


Sebelum tangan Amel kini bergerak untuk menyenggol lengan Yola saat Kenza sudah berdiri dihadapan mereka. Bermaksud agar Yola sadar dari keterbengongannya itu.


"Nama kamu Fayyola Mafaza bukan?" tanya Kenza yang semakin membuat Amel bingung sendiri.


Sedangkan Yola yang sudah ingat dimana dia pernah melihat wajah perempuan itu pun ia kini menampilkan sebuah senyumannya.


"Ya, benar itu adalah namaku," ujar Yola tanpa melunturkan senyumannya.


"La, kamu kenal dengan perempuan ini?" tanya Amel dengan berbisik saat dirinya sudah tidak bisa menahan rasa kepo yang ada di dirinya itu terlebih ia melihat raut wajah penuh antusias dari Yola yang ia yakini jika sahabatnya itu tau siapa perempuan di hadapan mereka ini.

__ADS_1


"Kalau kenal sih belum tapi aku tau jika perempuan ini adalah salah satu adik dari Kak Adam," balas Yola dengan bisikan juga.


"Owalah begitu ya. Tapi kalau dilihat-lihat kok gak mirip ya." Amel melirik wajah Kenza yang justru membuat dirinya curiga jika perempuan itu bukanlah adik dari Adam seperti yang dikatakan oleh Yola tadi.


"Mirip tau."


"Mirip darimananya?"


"Dari cantik dan tampan. Kalau perempuan ini bukan adik kak Adam tidak mungkin dia secantik ini bahkan kecantikannya hampir sama dengan Mommy Della. Dan dari bentuk hidungnya yang mancung sama banget dengan Kak Adam. Aku juga pernah lihat wajah dia di sebuah foto di kamar Kak Adam waktu aku ke apartemennya," ucap Yola.


"Tapi kok aku tidak percaya ya kalau dia adiknya dokter Adam. Kalau memang dia adiknya dokter Adam, kenapa dia menatap kamu seakan-akan kamu itu musuhnya?" ujar Amel yang mulai was-was saat melihat wajah tak bersahabat yang terpancar dari paras Kenza itu.


"Mungkin dia mau mengetes aku kali, kan kita baru pertama kali bertemu. Sudahlah jangan berburuk sangka dulu sama dia. Dan lebih baik kamu pulang, mobil jemputan kamu sudah datang tuh," ucap Yola sembari menunjuk kearah mobil yang baru saja sampai di depan gerbang kampus tersebut dengan dagunya.


Amel yang sebenarnya tak rela jika harus meninggalkan Yola dengan perempuan yang sangat mencurigakan itu pun ia menghela nafas panjang kala ia mengingat jika dirinya harus segera pergi dari kampus itu menuju ke sebuah rumah sakit dimana sang Mama dirawat.


Amel yang melihat anggukkan dari sang sahabat pun ia tersenyum sebelum senyumannya itu hilang kala tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Kenza. Dan karena ia tak bisa lama-lama akhirnya ia memutus tatapan tadi dan segera pergi menuju ke mobil jemputannya itu. Meninggalkan Yola dan Kenza yang tengah menatapnya hingga ia masuk kedalam mobil jemputannya itu.


Dan setelah mobil itu berjalan, Yola kini mengalihkan pandangannya kearah Kenza yang kini juga tengah menatapnya.


"Hayyyy. Kamu adiknya Kak Adam kan? Salam kenal ya. Nama kamu siapa?" tanya Yola mencoba untuk akrab dengan perempuan yang ia anggap sebagai adik dari Adam. Dan ucapan dari Yola itu membuat Kenza memincingkan alisnya.


"Adik?" beo Kenza.


"Iya, kamu adiknya kak Adam kan? Aku pernah lihat foto kamu sama Kakak Adam saat aku ke kamar dia beberapa waktu yang lalu."

__ADS_1


Kenza melebarkan matanya saat mendengar Yola masuk kedalam kamar Adam.


"Kamu masuk ke kamarnya Adam?" Yola tampak terkejut saat mendapat bentakan dari Kenza itu.


"Wow santai, kalem. Aku ke kamar Kak Adam tidak ngapain-ngapain kok. Aku masuk ke kamar dia hanya mau mengambil handuk kecil untuk mengompres dia karena waktu itu Kak Adam sakit. Walaupun setelahnya aku ketiduran di satu ranjang dengan Kak Adam juga sih," ucap Yola dengan diakhir kalimat yang hanya mampu ia ucapan didalam hati.


"Benarkah?" tanya Kenza curiga.


"Iya. Aku dan dia tidak ngapain-ngapain kok. Jadi kamu santai saja. Oh ya aku belum tau nama kamu lho. Jadi nama kamu siapa? Kenapa kamu lebih dulu tau namaku padahal kita baru pertama kali bertemu? Atau kamu tau dari Kak Adam langsung ya. Dan kamu kesini mau ngapain? Cari seseorang kah?" tanya Yola beruntun yang membuat Kenza memutar bola matanya malas.


"Aku sudah tidak mau basa-basi lagi. Kamu tidak perlu tau dimana aku bisa mengetahui nama kamu. Yang pasti aku tau nama kamu bukan dari Adam. Dan benar, aku kesini tengah mencari seseorang yang sangat-sangat menyebalkan yang ingin sekali aku singkirkan saat ini juga. Orang itu sudah merebut dan merubah laki-laki kesayanganku. Kamu mau tau siapa orangnya?" ucap Kenza dengan menatap tepat di manik mata Yola.


"Kalau boleh tau memangnya siapa nama orang yang kamu maksud itu. Siapa tau aku mengenalnya," ujar Yola yang tampak penasaran.


"Orang itu adalah perempuan yang saat ini tengah berdiri di depanku." Yola mengerutkan keningnya. Dan dengan menunjuk dirinya sendiri ia berkata, "Maksud kamu, aku?" tanyanya.


"Syukurlah kalau kamu langsung paham siapa orang yang aku maksud itu tanpa harus aku jelaskan lagi," ucap Kenza dengan kedua tangannya yang terlipat di depan dada.


"Tunggu sebentar, aku rasa kamu salah orang deh. Kita saja baru bertemu, aku juga tidak mengenal laki-laki kesayanganmu itu. Jadi mana mungkin aku merebut dan merubah laki-lakimu itu."


"Tidak, aku tidak salah orang dan kamu memang orang yang sudah merubah laki-laki kesayanganku, kamu merebut dia dariku!" teriak Kenza yang membuat berbeda mahasiswa/mahasiswi yang tengah berlalu lalang kini menghentikan langkah mereka lalu mengalihkan pandangannya mereka kearah Yola dan Kenza.


"Tidak aku tidak pernah merebut laki-lakimu. Aku juga tidak kenal siapa laki-laki yang kamu maksud itu. Jadi jangan memfitnahku lagi," balas Yola yang tak ingin semua orang yang melihatnya salah paham kepadanya.


Dan ucapan Yola tadi justru membuat Kenza tersenyum miring.

__ADS_1


"Tidak mengenal katamu? Baiklah akan aku perjelas sekarang jika laki-laki yang aku maksud itu adalah Adam. Dokter Adam! Aku rasa kamu sedang tidak tuli dan sedang tidak mengalami amnesia jadi kamu sekarang sudah mengenal laki-laki yang aku maksud itu. Dan aku berbicara nyata bukan hanya fitnah semata jika kamu sudah merayu Adam mati-matian agar kamu bisa mendapatkan dia dan merebut dia dariku," ucap Kenza yang membuat Yola kini terdiam dengan pikirannya yang tengah memutar banyaknya pertanyaan yang memerlukan jawaban secepatnya.


__ADS_2