Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Extra Part 7


__ADS_3

Disisi lain, Adam berdiri disamping tempat duduk Yola dengan bersedekap dada sembari melihat kearah dua perempuan kesayangannya itu dengan tampang datarnya.


Yola yang melihat wajah Adam yang cukup masam itu ia langsung menundukkan kepalanya.


"Si bapak negara kayaknya mau murka tuh La," bisik Keni yang turut merinding melihat tatapan Adam itu.


"Stttt aku juga tau. Jadi kamu lebih baik diam saja," ujar Yola dengan melangkahkan kakinya mendekati Adam.


"Dari mana saja kalian?" tanya Adam.


"Nih cari Alesya. Dia genit sama Lukas dan teman-temannya. Jadi kamu jangan salah paham dulu. Bukan keinginanku untuk mendekati mereka tapi aku terpaksa daripada aku kehilangan anak kandungku sendiri yang nantinya pasti juga akan kena marah sama kamu," jawab Yola sembari mencoba untuk menenangkan debaran hebat di jantungnya itu.


"Dadda, hiks," ucap Alesya yang tiba-tiba menangis sembari merentangkan tangannya kearah Adam, kode agar sang ayah menggendongnya.


Adam yang mengerti akan kode dari putrinya itu, ia segera mengambil Alesya dari gendongan Yola.


"Kenapa Alesya menangis hmmm?" tanya Adam dengan merubah nada suaranya yang membuat Yola kini mencebikkan bibirnya.


"Sama anaknya saja bisa lemah lembut seperti ini sedangkan sama istrinya mode singa selalu diaktifkan," gumam Yola yang sayangnya masih bisa didengar oleh Adam.

__ADS_1


"Kalau aku gak mode singa yang ada kamu ganjen lagi sama laki-laki lain," timpal Adam.


"Ck, aku kan udah punya kamu untuk apa juga aku ganjen sama laki lain."


"Heyyy Maimunah." Yola memelototkan matanya kala mendengar Adam memanggilnya dengan nama lain.


"Kata siapa kamu gak ganjen lagi. Buktinya saat kamu lihat para laki-laki ganteng di ponsel kamu itu, kamu pasti bilang kalau dia selingkuhanmu lah, pacar kamu lah, suami nomor sekian lah. Itu namanya kamu gak ganjen?"


"Ck, itu kan orang Korea mana bisa menjadi kenyataan. Ishhh, tapi kalau aku dan salah satu oppa-oppa Korea tidak sengaja bertemu dan mereka mau sama aku, sih ya jangan disia-siakan lah. Gass saja," ucap Yola.


"Heh! Beraninya ya kamu bilang kayak gitu. Oke, baiklah kalau begitu mulai hari ini aku tidak akan membelikanmu es krim kesukaanmu lagi," ujar Adam.


"Tentu sayang. Jatah es krim Bubu, akan menjadi milik kamu. Jadi sekarang kamu ikut Dadda duduk di belakang, oke," ujar Adam.


"Oce Dadda," ucap Alesya mensetujui ajakan dari ayahnya tadi.


Dan setelahnya keduanya pergi dari hadapan Yola dengan Alesya yang kini menjulurkan lidahnya kearah sang ibunda menandakan jika dirinya menang dari Yola.


Dimana hal tersebut membuat Yola tak terima dan dengan cepat ia mengusul perginya suami dan anaknya itu.

__ADS_1


Keni yang melihat tingkah dari keluarga kecil sahabatnya itu ia kini tersenyum dengan gelengan kepalanya. Sebelum suara seseorang membuat dirinya langsung melunturkan senyumannya itu.


"Keni," panggil seseorang itu yang membuat Keni melirik sekilas kearah orang tersebut. Kemudian ia bergegas pergi dari laki-laki disampingnya tadi. Dimana hal tersebut membuat sang laki-laki kini menghela nafas panjang.


"Entah kesalahan apa yang pernah aku buat dengan dia. Sudah 1 tahun pernikahan tapi dia selalu bersikap acuh tak acuh denganku. Jika dia memang tidak mau di jodohkan denganku. Kenapa waktu itu dia menerima perjodohan ini? Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan agar dia menatapku seperti sebelum kita menikah dulu? Aku benar-benar merindukan canda tawa yang dulu pernah menghiasi hari-hari saat kita bersama sebelum pernikahan ini terjalin. Jika memang apa yang tengah aku lalui ini adalah sebuah ujian dalam hubungan rumah tangga. Hamba mohon tetap teguhkan hati hamba, perluas rasa sabar hamba untuk menghadapi istri hamba, dan jangan biarkan rasa sayang hamba perlahan menghilang tuhan atas sikap yang dia berikan selama ini kepada hamba. Tegarkan dan sabaran hamba Tuhan," gumam laki-laki tersebut dengan diakhiri ia mengusap wajahnya dengan kasar sebelum ia juga pergi dari tempatnya berdiri saat ini.


Sedangkan disisi lain Lukas yang sebenarnya bukan ke toilet seperti yang di ucapkan kepada teman-temannya tadi, melainkan ke roof top kampus tersebut pun langkahnya terhenti kala ia sudah membuka pintu roof top dan menemukan seseorang yang sepertinya tengah menangis dengan berjongkok serta tubuhnya bersender di tembok pembatas roof top tersebut.


Dimana Lukas bisa melihat jika perempuan itu adalah mahasiswi satu angkatan dengannya, dilihat dari kebaya modern yang tengah perempuan itu kenakan.


Lukas berjalan dengan santai mendekati perempuan yang tengah menyembunyikan wajahnya di balik lipatan lengan tangannya tersebut.


Dan sesampainya Lukas disamping tubuh perempuan itu, ia ikut mendudukkan tubuhnya, tak peduli jika celana yang tengah ia kenakan saat ini kotor. Dan setelah ia duduk, tangannya bergerak, menyodorkan sapu tangan kearah perempuan yang sepertinya belum merasakan keberadaannya itu. Dan karena hal tersebut, Lukas kini angkat suara.


"Hapus air mata kamu. Acara wisuda belum juga dimulai make-up kamu justru sudah luntur karena air matamu itu," ucap Lukas.


Dimana ucapannya itu membuat perempuan yang tadi menyembunyikan wajahnya di balik lipatan tangannya itu, kini ia menegakkan kepalanya dan segara menolehkan kepalanya ke sumber suara. Dimana ia terkejut kala melihat Lukas yang duduk disampingnya.


"Lukas," beo perempuan tersebut dengan ekspresi keterkejutannya itu.

__ADS_1


__ADS_2