Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 116


__ADS_3

Setelah ia menidurkan Yola di kamarnya, seperti perkataannya tadi ia langsung menghampiri keluarganya yang menunggu dirinya di ruang keluarga.


Dengan berjalan kearah keempat orang yang kini tengah menatapnya, Adam mendudukkan tubuhnya disalah satu sofa yang masih kosong diruangan tersebut.


"Jadi kamu mau membicarakan tentang apa?" tanya Mommy Della yang benar-benar sudah penasaran tingkat dewa.


"Mom, Dad, Adam minta restu kalian untuk meminang Yola."


Ucapan dari Adam itu benar-benar membuat keempat orang itu melongo tak percaya.


"Sebentar-sebentar, sepertinya telinga Erland lupa Erland bersihkan jadi Erland tadi salah mendengar. Coba ulangi lagi apa yang Abang katakan," pinta Erland dengan mengusap telinganya sebelum ia mencondongkan tubuhnya agar bisa mendengar jelas ucapan ulang Adam itu.


"Adam meminta restu ke kalian semua. Adam ingin meminang Yola. Menjadikan Yola sebagai istri Adam," ulang Adam yang membuat Erland kini mengerjab-ngerjabkan matanya.


"Erland tidak salah dengar lagi kan ini?" tanya Erland yang benar-benar tak percaya dengan keputusan yang tiba-tiba diambil oleh Kakak pertamanya itu.


Adam menggelengkan kepalanya.


"Tidak Erland. Kamu tidak salah dengar. Abang memang mau menikahi Yola secepatnya. Karena di usia Abang yang sudah kepala tiga ini tidak pantas saja jika Abang harus pacaran dengan Yola. Makanya Abang minta restu ke kalian semua dan semoga kalian memberikan restu itu," jelas Adam yang justru membuat Mommy Della dan Daddy Aiden yang tadi saling pandang kini tersenyum sangat lebar kearah Adam.


"Niat kamu benar-benar baik Nak. Jadi Daddy dan Mommy tidak ada alasan untuk tidak memberikan kamu restu. Kita berdua memberikan restu kita untukmu. Kita juga mendukung keputusanmu itu," ujar Daddy Aiden yang membuat senyuman lebar Adam terlihat.


"Mommy sama Daddy tidak bercanda kan?" tanya Adam untuk memastikan.


"Untuk apa kita bercanda Dam. Toh umur kamu memang sudah benar-benar sangat matang jika harus berumah tangga. Tapi Mommy berpesan, kamu kan tau umur Yola yang jaraknya sangat jauh dari umur kamu. Jika kalian nanti sudah menikah dan ada sebuah masalah yang menimpa rumah tangga kalian. Mommy mohon kamu dewasalah untuk menyikapi masalah itu karena Mommy yakin Yola masih sangat labil dilihat dari masalah yang menimpa kalian kemarin. Tapi walaupun begitu kamu harus sabar menghadapi sikap dia, jika dia salah beritahu dia dengan lembut jangan dengan membentak ataupun dengan bermain tangan karena itu tidak baik. Jika kalian berdua ada masalah, selesaikan dengan kepala dingin jangan dengan otot. Kamu mengerti Adam?" ucap Mommy Della memberikan petuah kepada anak pertamanya itu yang diangguki oleh Adam sebelum dirinya kini beranjak menuju kearah kedua orangtuanya untuk memeluk mereka, yang di sambut hangat oleh mereka berdua.

__ADS_1


"Terimakasih Mom, terimakasih Dad. Doakan semoga keputusan Adam ini benar-benar keputusan yang terbaik untuk hubungan Adam dan Yola," ujar Adam disela pelukannya.


"Tanpa kamu minat Daddy sama Mommy selalu mendoakanmu. Bahkan tidak kamu saja yang kita berdua doakan tapi semua anak-anak Daddy sama Mommy tak luput dari doa kita berdua," tutur Daddy Aiden dengan memberikan tepukan di punggung putranya itu yang membuat Adam menganggukkan kepalanya.


"Sekali lagi terimakasih Mom, Dad." Adam melepaskan pelukannya dengan menatap kearah kedua orangtuanya itu dengan mata berkaca-kaca.


"Sama-sama nak," balas Mommy Della dan Daddy Aiden secara bersamaan.


Erland dan Vivian yang sedari tadi melihat ketiga orang di depan mereka saling berpelukan, keduanya merasa iri sebelum Vivian kini angkat suara.


"Mommy sama Daddy aja nih yang di peluk? kita berdua tidak?" Adam menolehkan kepalanya kearah kedua adiknya yang tengah mencebikkan bibirnya.


"Memangnya kalian memberikan restu ke Abang buat nikahin Yola?"


"Ya elah restu kita mah gak terlalu penting kali bang. Yang penting kan restu dari Mommy sama Daddy bukan dari kita berdua. Tapi walaupun begitu, tanpa Abang minat, kita dengan senang hati memberikan restu kita ke Abang dan Yola," ucap Erland yang diangguki setuju oleh Vivian.


"Terimakasih adik Abang," ujar Adam dengan mengacak-acak rambut Erland dan Vivian. Dan ucapan dari Adam itu dijawab dengan anggukan kepala oleh keduanya.


"Btw Dam. Adik kamu bukan mereka berdua lho. Tapi masih ada tiga lagi yang restunya harus kamu dapatkan," ucap Mommy Della yang diangguki oleh Adam sebelum laki-laki itu berpindah tempat ke sofa lain.


"Ini Adam baru mau telepon tiga-tiganya," ujar Adam dengan tangannya yang sibuk mencari kontak ketiga adiknya untuk melakukan video call sekaligus dengan ketiganya.


Dimana saat dirinya sudah menghubungkan ketiga kontak itu untuk ia VC sekaligus, Erland dan Vivian merapatkan duduk mereka kepada Adam. Bahkan Adam sekarang tengah diapit oleh kedua adiknya itu.


Dan tak berselang lama sambungan VC itu terhubung, ternyata Edrea lah yang lebih dulu mengangkatnya.

__ADS_1


📱 : "Halo bang, ada apa?" tanya Edrea yang sepertinya tengah berada di salah satu tempat wisata di Skotlandia.


"Abang mau bicara sama kamu tapi tunggu yang lain dulu. Biar sekalian Abang ngomongnya," ucap Adam yang tampak diangguki oleh Edrea.


Dan berbeda detik setelahnya, Azlan dengan wajah bantalnya muncul di layar ponsel Adam dan tak lama Zico pun juga sudah bergabung dengan ketiganya.


📱 : "Halo, ada apa bang?" tanya Azlan dan Zico secara bersamaan.


"Bang Adam mau nikah woyyyy!" Bukannya Adam yang menjawab pertanyaan dari ketiga orang itu, Erland dan Vivian lah yang menjawab dengan sangat-sangat heboh.


📱 : "Hah? Apa? Gimana?" beo Zico, Edrea dan Azlan bahkan Leon serta Zea langsung ikut nyelip di sambungan video call itu.


📱 : "Bang Adam mau nikah?" tanya Leon mewakili keempat orang yang masih terkejut dengan kabar itu.


"Yoi. Abang kita bentar lagi udah sold out guys. Kalian harus pulang saat acara pernikahan bang Adam nanti lho ya," jawab Erland yang membuat Adam menggelengkan kepalanya, membiarkan kedua adiknya itu yang memberitahu ke ketiga adiknya yang lain.


📱 : "Wow, kirain aku tadi salah dengar, ternyata tidak dong. Wahhhhh selamat ya bang. Tapi memangnya kapan pernikahan bang Adam dilakukan?" tanya Zico.


Erland dan Vivian dengan serempak menolehkan kepalanya kearah Adam yang sedari diam saja.


"Kapan bang?" tanya Erland.


"Secepatnya," jawab Adam yang diangguki oleh Erland dan Vivian.


"Kata bang Adam, secepatnya. Tunggu saja pasti nanti akan di kabari lagi mengenai acara penting itu. Asal kalian semua harus benar-benar pulang. Kalau tidak, awas saja," ujar Vivian.

__ADS_1


📱 : "Siap. Beres. Gasss," jawab kelima orang diseberang telepon tersebut yang membuat Erland dan Vivian merekahkan senyumannya. Entah kenapa Adam yang ingin menikah, mereka berdua yang sangat bahagia.


__ADS_2