Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 133


__ADS_3

Kini di hari berikutnya, Adam dan Yola sudah melakukan aktivitasnya masing-masing. Namun sebelum Adam pergi ke rumah sakit, ia menyempatkan dirinya untuk menemui Yola yang tinggal di apartemen di sebelah apartemennya. Dan seperti biasa, Adam yang tak mengentuk pintu terlebih dahulu dan langsung nyelonong begitu saja masuk kedalam. Bahkan saat ini dia langsung memeluk tubuh Yola yang tengah memasak pun membuat Yola yang tadinya fokus dengan masakannya terkejut. Bahkan saking terkejutnya dia, hampir saja Yola memukul orang yang berani-beraninya memeluk dia itu. Tapi untungnya dia cepat sadar saat ia mencium aroma parfum yang sangat khas wangi Adam itu.


"Ya ampun bisakah kamu mengucapkan salam dulu kalau masuk ke dalam apartemen ini. Huh, ngagetin tau gak," omel Yola.


"Assalamu'alaikum sayang." Yola memutar bola matanya malas.


"Telat. Tapi akan aku jawab Waalaikumsalam," balas Yola yang membuat Adam tersenyum lalu memberikan kecupan di pipi calon istrinya itu.


"Lagi masak apa?" tanya Adam dengan melirik kearah wajan yang ada di hadapan calon istrinya itu.


"Mie goreng. Kamu mau?" tanya Yola.


"Tentu saja. Dari wanginya sepertinya mie itu sangat lezat," ujar Adam dengan menghirup udara yang memiliki harum masakan Yola itu tadi.


"Ya sudah kalau gitu kamu tunggu di meja makan saja sana. Biar aku cepat menyelesaikan masakan ini," ucap Yola yang diangguki patuh oleh Adam. Dan saat Adam melepaskan pelukannya, Yola kini bisa menghela nafas lega karena pergerakannya sudah bebas kembali.


Sedangkan Adam yang duduk di meja makan ia terus memperhatikan Yola sebelum dirinya mengingat akan sesuatu dan hal itu membuat dirinya bersuara.


"Sayang," panggil Adam.


"Ya?" Jawab Yola tanpa menolehkan kepalanya kearah Adam.


"Kamu masih mengikuti pelajaran di kampus kamu melalui online?" tanya Adam yang diangguki oleh Yola.


"Kenapa? Apa kamu masih takut dengan semua orang yang ada di kampus?" Yola terdiam. Mau bilang tidak tapi kenyataannya dia masih takut jika di cemooh oleh orang-orang di kampusnya itu. Bahkan saking takutnya, ia sampai tak pernah membalas pesan atau mengangkat telepon dari kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kamu masih takut ya?" tanya Adam yang masih saja tak dijawab oleh Yola. Dan hal tersebut membuat dirinya kini menghela nafas panjang.


"Kenapa harus takut hmm? Semua orang sekarang sudah tau jika kamu ini tunanganku sejak tadi malam. Dan aku yakin mereka tidak akan bisa mencemoohmu lagi. Jadi aku harap kamu jangan takut dengan orang-orang di area kampusmu itu ya. Atau kita klarifikasi saja tentang kesalahpahaman yang dibuat oleh Kenza waktu itu secara langsung kepada mereka. Kamu tenang saja yang akan berbicara bukan kamu tapi aku. Aku akan menjelaskan semuanya ke mereka nantinya. Gimana apa kamu setuju sayang?" Yola masih terdiam, memikirkan apakah dia mensetujui atau tidak dengan ide dari calon suaminya itu.


"Sayang. Ayolah," bujuk Adam. Ia benar-benar tak suka calon istrinya itu takut dengan orang-orang disekitarnya. Ia ingin melihat Yola yang selalu tersenyum dan tidak menundukkan wajahnya dihadapan orang-orang itu. Dia ingin melihat Yola, si pemberani dan si ramah senyum kepada semua orang seperti dulu.


"Sayang," panggil Adam kembali yang membuat Yola kini menghela nafas panjang sebelum dirinya menganggukkan kepalanya, mensetujui ide dari Adam tadi.


Dimana anggukkan kepala dari Yola itu membuat Adam kini tersenyum lebar.


"Nah gitu dong. Dan apa kamu besok ada jadwal kuliah?" tanya Adam.


"Ada tapi cuma satu mata kuliah saja," jawab Yola.


"Pagi. Memangnya kenapa?"


"Besok aku akan mengantarmu dan dihari itu juga kita akan meluruskan kesalahpahaman itu," ucap Adam yang membuat Yola tampak berdiri membeku di tempatnya. Dan hal itu tak luput dari pandangan Adam.


Yang membuat Adam kini berjalan mendekati Yola, lalu memberikan usapan lembut di lengan kekasihnya itu kala dirinya telah sampai disamping Yola. Dan hal tersebut membuat Yola tersadar dari keterbengongannya itu.


"Sayang, jangan bengong. Aku tau kamu tengah khawatir kan, tapi ada aku yang besok menemanimu. Jadi jangan terlalu di pikiran lagi. Dan kalau kamu terus-terusan bengong seperti tadi yang ada masakanmu akan gosong," ucap Adam yang membuat kekasihnya itu kini menolehkan kepalanya kearah wajan. Dimana telur ceplok yang baru saja ia buat untuk menemani mie goreng tadi kini sudah gosong sepenuhnya.


"Ya Tuhan," ucap Yola dengan mematikan kompornya dan menatap sedih kearah telur ceplok tadi.


"Yahhhh gosong deh," beo Yola.

__ADS_1


"Gimana gak gosong, orang yang lagi masak saja bengong mulu dari tadi," timpal Adam yang membuat Yola mengerucutkan bibirnya.


"Terus gimana dong?" tanya Yola dengan tatapan sedihnya kearah Adam.


"Ya gimana lagi, itu telur sudah gosong sempurna ya masa kita makan sayang."


"Tapi kalau kita buang mubasir," ucap Yola.


"Sudah tidak apa-apa hanya membuang satu telur saja. Dan kalau lagi masak jangan bengong lagi jika tidak mau kejadian tadi terulang lagi. Kamu paham sayang?" Yola yang matanya berkaca-kaca pun ia menganggukkan kepalanya.


"Good girl. Kalau begitu kita sarapan pakai mie goreng itu saja. Dan lebih baik kamu duduk saja biar aku yang menyiapkan semuanya." Adam menggiring tubuh Yola menuju ke meja makan. Dan setelah sampai, ia menarik salah satu kursi makan itu kemudian ia sedikit menekan pundak Yola agar terduduk di kursi tadi.


"Tunggu disini sebentar ya," ucap Adam dengan memberikan kecupan di puncak kepala Yola. Dan tanpa menunggu respon Yola terlebih dahulu, Adam bergegas menyiapkan barang-barang untuk sarapan nantinya.


"Sayang, kamu mau susu?" tanya Adam dengan menatap kearah Yola yang kini tengah menyangga dagunya dengan kedua tangannya itu, ia masih meratapi nasib si telur gosong tadi.


"Terserah kamu saja. Kalau kamu mau mengambilkan susu itu, aku akan meminumnya. Tapi jika tidak, ya tidak apa-apa," jawab Yola yang membuat Adam menghela nafas panjang. Ia harus banyak-banyak sabar menghadapi calon istrinya yang masih childish itu.


"Huh untung sayang," gumam Adam sebelum dirinya menuangkan susu tadi kedalam dua gelas.


Dan setelahnya ia membawa dua gelas susu itu ke meja makan tersebut.


"Semuanya sudah siap. Kamu mau makan apa hmmm? Biar aku ambilkan," ucap Adam yang membuat Yola meliriknya sekilas sebelum perempuan itu berdiri dari duduknya dan merebut pelan piring yang berada di tangan Adam itu.


"Jangan melayaniku. Biar aku yang melayanimu saja," ujar Yola yang dibalas dengan anggukkan kepala oleh Adam sebelum laki-laki itu akhirnya memilih untuk duduk di kursi yang berada di sebelah Yola. Memperhatikan wajah serius calon istrinya itu dengan senyuman di bibirnya. Ia tak menyangka akan jatuh cinta sedalam-dalamnya dengan gadis yang terpaut jauh darinya dan memiliki sifat kekanak-kanakan itu.

__ADS_1


__ADS_2