Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 33


__ADS_3

Disisi lain, Yola yang baru kembali dari rumah sakit dan kini perempuan itu sudah masuk kedalam rumah keluarganya. Terlihat ada seseorang yang sedari tadi mengikuti semua pergerakan Yola kini keluar dari persembunyiannya, dan dengan menatap kearah sekelilingnya, memastikan jika tidak ada orang lain yang melihat keberadaannya pun, orang tersebut kini bergerak mengambil ponselnya lalu segera ia menghubungi nomor seseorang.


Dan baru saja nada sambung telepon terhubung, telepon tersebut sudah diangkat oleh seseorang yang ia telepon tadi.


📞 : "Halo," jawab seseorang dari sebrang telepon tersebut.


"Lapor Nona. Saat ini ada satu orang yang sedang gencar-gencarnya mendekati tuan Adam. Selama dalam pantauan saya beberapa hari ini, perempuan itu terus mendatangi tuan Adam untuk mengantarkan sebuah makanan untuk beliau. Jika di hari-hari sebelumnya, tuan Adam kelihatan cuek dan tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh perempuan itu. Tapi hari ini beliau terlihat seperti tengah cemburu dengan perempuan itu," jelas laki-laki tersebut sembari menatap gerbang rumah keluarga Yola.


Sedangkan seseorang yang ada di sebarang telepon itu yang tadinya masih terfokus dengan beberapa lembar kertas dokumen dan berniat untuk menandatangani dokumen dihadapannya itu kini tangannya terhenti saat ia mendengar ucapan dari laki-laki di dalam telepon tersebut.


📞 : "Siapa perempuan itu?" tanyanya.


"Nama dia, Yola," jawab laki-laki tersebut.


📞 : "Yola? Apa dia salah satu artis ternama, atau seseorang yang memiliki profesi yang sama dengan Adam, atau dia seorang model terkenal?" tanya perempuan itu sebagai beruntun.


"Sepertinya dia bukan artis, dokter atau model Nona. Dia hanya seorang mahasiswi biasa tapi saya juga tidak tau dia dibelakang sudah memiliki pekerjaan atau belum," jawabannya.


📞 : "Kalau kamu tidak tau, maka cari tau dong, jangan diam saja di sana. Segera gali identitas dia selengkap-lengkapnya. Kalau kamu sudah mendapatkannya segera kirim ke saya!" perintah perempuan itu.

__ADS_1


"Baik Nona, saya akan segara mencari tau identitas dia," ujar laki-laki tersebut.


📞 : "Ya. Dan saya tunggu hasilnya, jika bisa nanti malam saya sudah mendapatkan identitas dia. Kamu mengerti?!"


"Siap mengerti Nona."


📞 : "Jika begitu segara lakukan perkejaanmu!" perintah perempuan tersebut lalu tanpa mendengar persetujuan dari laki-laki yang meneleponnya, perempuan tersebut langsung memutus sambungan telepon tersebut begitu saja.


Dan setelah sambungan telepon itu terputus, perempuan tersebut melempar ponselnya begitu saja ke atas meja.


"Sialan! Jika benar Adam cemburu dengan perempuan yang dimaksud oleh Adit tadi, berarti itu tanda-tanda jika dia sudah memiliki rasa dengan perempuan yang bernama Yola-Yola itu. Tidak, aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Karena yang pantas bersama dengan Adam itu hanya aku dan tidak ada orang lain yang bisa menggantikan posisiku di hati Adam," gumam perempuan tersebut penuh dengan amarah bahkan terlihat kedua tangannya kini terkepal erat.


"Heila!" teriak perempuan tersebut saat dirinya baru menginjakkan kakinya di dalam ruang kerja sekertarisnya yang membuat si pemilik nama terperanjat kagetf dan dengan cepat perempuan yang dipanggil dengan sebutan Heila itu berdiri dari duduknya.


"Iya Nona, kenapa?" tanya Heila.


"Pesankan tiket pesawat untuk saya sekarang juga!" perintah perempuan tersebut yang membuat Heila mengerutkan keningnya.


"Maaf, tiket pesawat untuk kemana ya Nona?" tanya Heila.

__ADS_1


"Saya mau pulang ke Indonesia, hari ini juga!" Heila yang mendengar penuturan dari atasannya itu, ia kini mengerjabkan matanya.


"Sekarang? Hari ini?" Perempuan itu tampak menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan dari Heila tadi dengan tangan yang terlipat didepan dada.


"Yang benar saja Nona. Pekerjaan Nona untuk satu Minggu kedepan saja belum Nona selesaikan dan Nona harus ingat, jika besok pagi kita ada meeting penting dengan beberapa pemilik saham perusahaan ini," ucap Heila tak habis pikir.


"Limpahkan semua pekerja saya yang belum saya selesaikan ke Jennifer termasuk meeting dengan beberapa pemilik saham di perusahaan ini," ucap perempuan tersebut yang di balas gelengan oleh Heila.


"Mungkin untuk pekerjaan Nona yang lain bisa dilimpahkan ke Jennifer semua, tapi untuk yang satu itu, tidak bisa. Meeting itu harus Nona sendiri yang hadir tidak boleh di wakillan oleh siapapun kecuali tuan Marko," ujar Heila yang membuat perempuan tersebut menggeram kesal.


"Sialan! tidak mungkin aku meminta Papi untuk menggantikan meeting itu. Yang ada aku nanti akan langsung kena ulti sama Papi. Arkkhhhhhhh tapi aku tidak bisa diam saja disini tanpa melakukan tindakan apapun kepada Adam. Sedangkan Adam sudah menunjukkan tanda-tanda jika dia sudah akan move on dariku," batin perempuan tersebut.


"Jadi bagaimana Nona? Mau Nona sendiri yang menghadiri meeting itu atau tuan Marko yang akan mewakilkan Nona? Jika Nona memutuskan untuk tetap pergi hari ini, saya akan bantu Nona untuk menelepon tuan Marko dan saya akan membantu Nona untuk memberitahu tuan Marko tentang meeting besok," ucap Heila.


"Tidak. Kamu tidak perlu menghubungi Papi karena saya yang akan menghadiri meeting itu sendiri. Tapi setelah meeting itu selesai saya mau tiket pesawat sudah berada di tangan saya dan saat itu juga saya bisa langsung terbang ke Indonesia," ujar perempuan tersebut yang membuat Heila menghela nafas sebelum ia menganggukkan kepalanya


"Baiklah saya akan usahakan mendapatkan tiket untuk Nona," ucap Heila yang diangguki oleh perempuan tersebut.


"Saya tunggu tiket itu besok setelah meeting," tutur perempuan tersebut sebelum dirinya memutar tubuhnya untuk kembali ke ruang kerjanya meninggalkan Heila yang langsung mendudukkan kembali tubuhnya sembari memijit pangkal hidungnya.

__ADS_1


"Kebiasaan dia yang selalu meminta ini itu secara dadakan. Jika dia bukan orang yang super duper sibuk, mungkin akan sangat gampang mengaturnya. Tapi justru sebaliknya, dia sekarang sudah menjadi pimpinan sebuah perusahaan yang dimana perusahaan ini harus selalu dalam pantauannya. Tapi kenapa dia terkesan tidak peduli dengan jabatan yang dia emban saat ini. Jika dirinya benar-benar seperti ini terus, sering kabur-kaburan tanpa mau memperdulikan tentang perusahaan ini, lama kelamaan perusahaan ini akan gulung tikar," gumam Heila yang benar-benar tak habis pikir dengan pola pikir dari atasannya itu. Ia bahkan sangat kasihan dengan tangan kanan atasannya itu yang selalu mendapat pekerjaan double saat perempuan itu melakukan hal yang sesuka hatinya seperti yang dia minta tadi kepada Heila. Bahkan Heila sempat berpikir, jika atasannya itu dan perusahaan ini tidak memiliki Jennifer di belakang perempuan tersebut, ia yakin perusahaan yang juga merupakan tempatnya bekerja akan bangkrut sejak dulu karena memiliki pemimpin yang tidak becus seperti atasannya itu.


__ADS_2