Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 75


__ADS_3

Dengan memarkirkan mobilnya di sembarang tempat, Adam bergegas keluar dari dalam mobil tersebut dan dengan berlari kecil ia menuju kearah lift yang akan mengantarkan dirinya ke lantai dimana apartemen dirinya dan Yola berada.


Dan tak menunggu waktu lama, saat pintu lift itu terbuka, Adam kembali berlari ke apartemen Yola.


Dengan harap-harap cemas, Adam membuka pintu tersebut dengan menggunakan kunci cadangan yang ada di tangannya. Dan setelah pintu itu terbuka, ia hanya mencium pengharum ruangan bukan bau makanan yang seperti pagi tadi ia cium.


Namun Adam tidak boleh berburuk sangka terlebih dahulu. Ia harus yakin kalau Yola ada di apartemen tersebut.


"Yola," panggil Adam sembari menutup kembali pintu apartemen tersebut dan segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur.


Saat dirinya sampai, ia tak melihat keberadaan Yola disana. Dan hal tersebut membuat dirinya kini langsung menuju kearah kamar.


Tok tok tok!!!


"Yola. Kamu didalam kan?" teriak Adam dengan tangan yang terus mengutuk pintu kamar tersebut. Namun teriakannya itu tak mendapat jawaban dari dalam kamar tersebut.


"Yola! Jawab! Kamu ada didalam kan?!" Hening, lagi-lagi tak ada sautan suara yang Adam dengar dan hal tersebut membuat dirinya kini semakin khawatir. Dan untuk memastikan jika memang benar kamar itu tak ada orangnya, tangannya terulur untuk membuka pintu kamar tersebut yang untungnya tak di kunci sama sekali oleh Yola.

__ADS_1


"Yola," panggil Adam dengan mata yang terus menelisik setiap sudut kamar tersebut. Kamar yang benar-benar rapi dan tak terlihat ada kehidupan di dalamnya.


"Kenapa dia tidak ada disini? Kemana dia pergi?" gumam Adam yang cukup frustasi saat tak menemukan Yola di dalam apartemen baru milik perempuan itu.


"Apa dia pulang ke rumah kedua orangtuanya?" tanya Adam.


"Ya, sepetinya dia memang tengah pulang kesana. Aku harus pergi kesana," ucap Adam kemudian ia bergegas keluar dari apartemen tersebut. Dan dengan jalan yang tergesa-gesa ia menuju ke basemen apartemen. Namun saat dirinya baru masuk kedalam mobil dan berniat ingin menjalankan kendaraannya itu, niatannya ia hentikan kala ia baru sadar jika dirinya tak mengetahui alamat rumah kedua orangtua Yola.


"Ya Tuhan. Aku tidak tau dimana rumah kedua orangtua Yola," ucap Adam dengan frustasi bahkan saking frustasinya, ia sampai menjambak rambutnya sendiri. Pikirannya benar-benar kacau, rasa khawatirnya semakin lama semakin menjadi dan yang ada didalam benaknya saat ini hanya ada nama Yola Yola dan Yola tak ada yang lain selain perempuan itu.


Sedangkan disisi lain, Erland yang juga tengah mencari Yola pun ia berdecak kala mendapati apartemen lama Yola tak berpenghuni.


"Kalau begitu, aku coba hubungi bang Adam untuk memastikan apa Yola benar-benar disana sekarang," ujar Erland dengan tangan yang kini bergerak mengambil ponselnya lalu segera menghubungi Adam.


Adam yang mendengar ponselnya berdering pun dengan cepat ia mengambil ponselnya itu yang ia kira seseorang yang tengah mengubunginya itu Yola. Namun saat ia melihat nama yang tertera dalam layar ponselnya tersebut, membuat senyuman yang tadi sempat muncul di bibirnya kini luntur seketika.


Tapi mau tak mau Adam tetap mengangkat telepon tersebut.

__ADS_1


"Halo," sapa Adam dengan suara lesunya saat sambungan telepon itu terhubung.


📞 : "Halo bang, Yola sekarang sama Abang kan?" tanya Erland to the point. Dan hal tersebut membuat Adam kini menghela nafasnya.


"Tidak. Dia tidak bersamaku Er. Abang sekarang tengah mencari keberadaan dia. Karena sebelum dia tadi berangkat ke kampus, dia sudah janji kalau mau buatin makan siang untuk Abang dan akan mengantar makanan itu ke rumah sakit. Tapi entah kenapa dia justru tidak menepati janjinya itu. Sudah hampir 3 jam setelah pesan terakhir yang dia kirimkan ke Abang jam 11 siang tadi, dia sampai sekarang tidak bisa Abang hubungi. Abang sudah cari dia ke kampus dia yang berarti kampus kamu juga dan Abang juga sudah cari dia di apartemen yang berada di gedung yang sama dengan gedung apartemen Abang tapi Abang tidak menemukan dia di dua tempat itu. Abang khawatir sama dia Er. Abang harus cari dia kemana lagi? Ke rumah kedua orangtua dia? Abang tidak tau dimana alamat rumah itu," ucap Adam sedikit curhat ke adiknya itu.


"Dan apa kamu sekarang juga tengah mencari dia? Kalau iya, untuk apa kamu mencari keberadaan dia? Apa kamu tadi melihat sesuatu yang janggal dari Yola sebelum dia menghilang seperti ini? Dan dimana kamu sekarang berada?" sambung Adam dengan memberondong pertanyaan yang ia tujukan ke Erland.


Erland yang mendengar pertanyaan-pertanyaan yang di ucap dari bibir Adam dari sebarang telepon pun ia mendengus kesal. Tidak bisa kah Kakak pertamanya itu bertanya satu-satu, supaya dia tidak bingung untuk menjawabnya? Namun Erland harus tetap sabar dan sebisa mungkin ia akan menjawab pertanyaan yang sekiranya ia ingat itu.


📞 : "Iya bang. Erland sekarang tengah mencari Yola. Jika Abang tanya Erland, apakah Erland tadi sempat melihat suatu hal yang tengah Yola lalui hari ini akan aku jawab ya, aku tau suatu kejadian yang membuat Yola menghilang seperti ini. Dan aku sekarang ada di apartemen lama mikok, Yola. Abang sekarang ada dimana memangnya?" balas Erland.


"Kamu tau kejadian apa? Abang sekarang masih ada di basemen gedung apartemen Abang," ujar Adam.


📞 : "Basemen apartemen Abang. Oke Erland kesana sekarang. Abang jangan kemana-mana!" ucap Erland. Dan saat dirinya ingin memutus sambungan telepon tersebut, ia urungkan kala ia mendengar suara Adam yang masih menyahut disana.


"Tunggu dulu Er. Kamu belum kasih tau Abang tentang kejadian apa yang telah Yola lalui hari ini karena Abang juga perlu tau tentang hal itu," tutur Adam yang benar-benar penasaran tentang kejadian itu. Apakah kejadian yang menimpa Yola itu berkaitan dengan nyawa perempuan itu? Atau kejadian buruk lainnya yang membuat diri perempuan itu benar-benar terpukul? Entahlah Adam juga tak tau dan dia sangat ingin tau karena saat dirinya memutuskan untuk jatuh cinta dengan Yola maka semua urusan yang menyangkut perempuan itu maka akan menjadi urusannya juga. Walaupun hubungannya dengan Yola belum ada kejelasan namun Adam merasa jika Yola juga merupakan tanggungjawabnya yang harus ia pastikan jika perempuan itu terus dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


Sedangkan Erland yang sebenarnya tak ingin memberitahukan tentang kejadian tadi di kampus karena ia tak mau Adam mengingat kembali masa lalunya pun ia hanya bisa menghela nafas panjangnya setelah menimbang-nimbang ia mau memberitahu Adam atau tidak. Dan keputusannya adalah ia harus memberitahu Adam karena permasalahan ini ada sangkut-pautnya dengan laki-laki itu. Urusan Adam nanti akan mengingat masa lalunya, itu urusan belakangan.


📞 : "Nanti Erland kasih tau saat Erland sudah bertemu dengan Abang. Ya sudah Erland tutup dulu teleponnya," ucap Erland dan tanpa menunggu persetujuan dari Adam, ia lebih dulu memutus sambungan telepon tersebut. Dan setelah memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya, Erland berlari kecil menuju ke parkiran apartemen lama Yola. Lalu setelah memasang helm full facenya, Erland segara menjalankan motornya menuju ke tempat Adam berada saat ini.


__ADS_2