Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
108. Kepindahan Alana


__ADS_3

Ayo klik vote dan likenya dongg, ceritanya kan emang harus ada up and downnya ha ha haπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Yang udah vote ... i lap yu pullllll


Mau sedikit cerita ya, jadi ini itu harus diedit dan di revisi ulang, karena ada sedikit mis komunikasi dri awal saja dengan editor. Jadi ini ceritanya harus diselesaikan di satu buku.. ntar penjabaran di buku yang satunya. Karena belum bisa edit beneran jadi yang buku satunya dipindah langsung kesini.


Oleh karena itu plissssss, jangan lupa like ( ini gratisssss) dan votee ( ini juga gratis kokkk) 😭😭😭... biar review dan updatenya bisa cepet.


πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜‹


Jangan lupa vote like vote like vote like vote likeπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Happy reading!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Cepat cari, Sak!! Paling juga belum terlalu jauh dari tempat ini. " perintah ayah.


" Haduh, Bby!! Siapa yang nyulik Yara?" Alana yang shock pun tak dapat menyembunyikan isak tangisnya. Ibu langsung memeluk Alana dan menangis bersama Alana. Mereka sebagai kaum hawa akan berpikir yang negatif saat Yara hilang.


Sedangkan ayah Langit sibuk memainkan ponselnya, sepertinya ayah menghubungi seseorang berkaitan dengan kejadian hilangnya Yara. Suster yang mengantar Alana juga langsung membantu Saka untuk mencarikan informasi siapa siapa yang tadi masuk ke dalam ruangan rawat inap Yara.

__ADS_1


Saka dengan cepat keluar untuk mencari anak buahnya, para pengawal yang berjaga di luar untuk ditanyain seputar hilangnya Yara, apakah karena pamannya atau karena pemeriksaan dokter dan Saka juga ingin memeriksa rekaman CCTV di area selasar VVIP dan ruangan Yara.


Tapi hasilnya nihil. Rekaman CCTV sama sekali tidak menunjukan rekaman saat Yara keluar dari ruangan. Ini pasti adanya konspirasi. Pengawal pun tidak tahu karena ada jeda saat para pengawal mengantar baby sitter Genta dan Genta ke ruangan bayi. Kemungkinan saat itulah Yara dibawa pergi oleh orang yang tidak diketahui. Dan bisa saja paman Yara yang melakukannya. Sedangkan suster yang berjaga juga mengaku tidak ada panggilan keluar menuju ke ruangan rawat inap Yara.


Saka balik ke ruangan Alana, karena semua berkumpul balik di ruangan Alana. Saka langsung menghubungi Lio yang tadinya sudah balik ke Jakarta untuk mengurus kantor.


" Ayah dan ibu segera pulang ke hotel saja, Saka setuju Alana segera pulang dengan ayah dan ibu. Ini untuk berjaga jaga dan mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi. Alendra juga biar dibawa ke hotel ayah saja, biar Saka yang akan mengurus inkubator, suster, dan dokter private untuk baby Al di penthouse hotel ayah. Rumah sakit ini sekarang sudah tidak aman. Saka ingin menjamin keselamatan Alana, Genta juga Alendra. Cepat Yah, bu. Genta, baby sitter dan pengawal sudah bersiap diluar." kata Saka terburu buru.


Alana akan di keluarkan dari rumah sakit itu bersama Alendra, Saka sudah mengurus kepindahan Alana dan Alendra ke hotel, karena kondisi Alendra masih 80 persen, maka Saka menyewa dokter, suster, inkubator dan alat alat lainnya secara pribadi. Dan menjadikan kamar di penthouse hotel milik ayahnya sebagai ruangan steril untuk ruangan merawat bayi Alendra. Saka tidak peduli berapa uang yang ia keluarkan. Ia hanya ingin melindungi mereka, karena ternyata paman Yara sudah bertindak cepat, takutnya paman Yara mengikut sertakan Alana dan bayinya dalam acara balas dendamnya dengan Saka.


" Bby, cari Yara!! Kamu jangan terpancing emosi dengan tingkah paman Yara. Kamu selidiki dulu apa benar pamannya yang mengambil Yara." saran Alana .


Saka sudah tidak bisa bertoleransi dengan tindakan paman Yara yang sudah sangat membuatnya kalang kabut. Benar kata ayahnya. Ia terlalu meremehkan paman Yara. Kekejaman orang tua itu melebihi batas. Bahkan ia bisa membuang anak keturunan Yara yang secara tidak langsung ada hubungan dengan darahnya. Dan membuat Yara sempat depresi diawal awal kehilangan bayinya.


Sekarang ia membawa Yara secara paksa. Maka ada kemungkinan kalau dia akan menyakiti Alana atau anak anaknya.


tok tok tok


krekk.

__ADS_1


Ada 3 orang laki laki yang masih muda termasuk dokter Indra, bersama 1 orang dokter wanita paruh baya yang memasuki ruang rawat inap VVIP Alana.


" Maaf kalau kami mengganggu, Saya dr.Randy humas rumah sakit ini. Ini dr.Indra sebagai perwakilan pemilik rumah sakit ini , itu dr.Andre adalah dokter kepala di rumah sakit dan ibu Andita sebagai wakil humas di rumah sakit ini. Saya atas nama rumah sakit ini memohon maaf sebesar besarnya atas permasalahan tuan Narendra yang timbul di rumah sakit kami. Padahal tidak pernah ada kasus penculikan terjadi di rumah sakit ini, apalagi di daerah ruangan VVIP yang terjaga ketat. Kami akan bekerjasama dengan pihak kepolisian kota Bandung untuk mengusut tuntas siapa pelaku dan siapa yang bekerja sama di balik hilangnya nyonya Narendra Sakabumi Perdana. Sekali lagi kami pihak rumah sakit mohon maaf yang sebesar besarnya." kata dr. Randy, sambil membungkukkan badan tanda ia juga bersimpati atas hilangnya Yara.


" Saya mengerti, saya juga tidak akan menuntut rumah sakit ini, saya minta kerjasamanya untuk rekaman CCTV nya, pelaporan ke kepolisian dan juga bukti bukti yang terkait dengan hilangnya istri saya. Oh ya, karena saya harus menyelamatkan istri kedua dan anak saya yang baru lahir saya minta fasilitas dokter pribadi, suster pribadi 24 jam dan fasilitas pendukung kesehatan untuk kebutuhan anak saya. Mulai malam ini saya akan memindahkannya di ruangan pribadi dan bukan di rumah sakit ini. Saya akan bayar berapa pun biaya yang harus saya keluarkan, karena keselamatan mereka adalah prioritas saya. " kata Saka sambil memandang dr. Randy sebagai lawan bicaranya. Saka sengaja tidak memperdulikan kehadiran dr. Indra disana.


" Baiklah tuan, semua fasilitas yang tuan Narendra minta akan kami siapkan segera, untuk pemindahan pasien Alana dan bayi beserta alat alat yang dibutuhkan untuk bayi yang masih dalam pemantauan." sahut dr. Randy cepat. Ia menarik nafas lega karena Saka mengatakan tidak akan menuntut pihak rumah sakit, mereka tahu resikonya sangat besar kalau konglomerat sekelas Saka menuntut rumah sakit mereka. Bisa dipastikan kalau rumah sakit akan kehilangan pamornya.


Alana hanya terdiam, ia lagi memikirkan bagaimana Yara bisa hilang ditengah penjagaan ketat rumah sakit dan rekaman CCTV pun bisa tidak mencatat aktifitas mencurigakan dari ruangan rawat inap Yara.


Kebiasaan Alana saat berpikir ia akan mencubiti bibir bawahnya dan matanya menerawang jauh. Ia bahkan tidak mendengarkan percakapan antara Saka dan dr Randy. Tapi aktifitas Alana dinikmati oleh dr Indra yang sama sekali tidak peduli dengan percakapan Saka dan teman kerjanya itu.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2