
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
"Ya sudah, Indra maunya gimana? Ngomong sama papa Aji disini ditemani mama? Tapi mama maunya kamu sama papa Aji ga ada ganjelan lagi. Juga ngomongnya harus dengan baik baik ya." nasehat mama Lina dengan lembut sambil membelai tangan Indra yang tadinya memegang lengannya, papa Aji sedikit terkejut melihat kelembutan mama LIna saat menasehati Indra.
"Indra mau tidur disini, dan Indra capek." kata Indra sambil berlalu masuk ke kamar yang biasanya ia tempati dan meninggalkan papa dan mama Lina yang tertegun melihat sikap Indra.
"Maaf, saya merepotkan anda, bu! Ehm saya tahu bahwa anak saya tidak punya ibu sejak dia masih kecil jadi kelakuannya emang sedikit liar." kata papa Aji sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, ia sebenernya malu sama mama Lina yang harus menampung anak laki lakinya padahal ia sendiri punya rumah.
"Gak apa, pak. Saya sudah menganggap Indra sebagai anak angkat saya, sudah seperti kakaknya Alana, kebetulan saya tidak memiliki anak laki laki." jelas mama Lina maklum.
"Maaf saya menggangggu ibu dan bapak karena ..."lanjut papa Aji dengan salah tingkah.
"Suami saya sudah meninggal, jadi saya tinggal disini seorang diri, saya malah senang jadi saya ada temannya di paviliun sebesar ini. Sebenarnya saya punya rumah sendiri tapi anak dan menantu saya memiliki anak yang masih kecil kecil dan mereka berdua juga bekerja jadi saya dan besan saya yang mengurus cucu cucu kami. Yah begitulah akhirnya saya harus berada di sini, tapi seneng juga karena rame banget." jelas mama Lina dengan senyum lembutnya, sebenernya papa Aji juga berharap kalau ia bisa menimang cucu. Jadi rumahnya yang besar itu akan ada keramaian dari celoteh cucu yang lucu.
"Nah itulah kenapa saya berharap Indra cepat menikah, supaya saya bisa punya cucu seperti anda itu. Kebetulan istri saya juga sudah meninggal jadi rumah sangat sepi apalagi Indra sekarang ga mau tidur di rumah."curhat papa Aji kepada mama Lina yang membuat mama Lina sedikit ga enak hati karena si Indra kan sering nginap di paviliun. Membuat papa Aji merasa sendirian.
"Maaf loh pak, kalau dengan saya mengangkat Indra menjadi anak saya membuat Indra malah sering tidur disini, dan bukannya di rumah." kata mama LIna tidak enak hati.
__ADS_1
"Eh bukan bukan, bukan salah anda bu. Itu salah anak saya yang emang yah, gimana ya, kurang kasih sayang seorang ibu jadi ya gitu." kata papa Aji dengan lugas, ia ga mau menyalahkan orang lain, karena kalau ditelisik ini juga salahnya yang ga mau cari ibu lagi buat Indra, tapi ia juga takut kalau ibu tiri hanya mencintai dirinya saja atau hartanya dan bukan Indra anaknya. Padahal seumur papa Indra itu masih gesit dan tampan.
" Ya saya mengerti pak, biarlah Indra tidur disini dulu, agar besok pagi dia bisa berpikir dengan tenang mungkin dia hanya lelah saja, jadi emosinya meledak ledak, setelah istirahat pasti moodnya bisa berubah" jelas mama Lina berharap agar papa Aji gak marah dan bisa memaklumi Indra.
"Saya minta tolong nitip anak saya ya, bu! Saya hanya bisa berharap besok dia mau pulang ke rumah." kata papa Aji dengan sendu, ia juga rindu anaknya. Bayangkan ia dirumah besar hanya sendirian dan tidak ada yang menemani.
"Maaf ya pak, terkadang saya juga sudah menyuruhnya agar pulang ke rumah, tapi ya begitu itu jawabannya, saya dianggap mengusirnya dari sini. Lagian saya juga takut kalau dia terkesan saya usir dia ga ada tempat untuk mencurahkan isi hati malah larinya ke hal hal yang negatif, makanya kemarin kemarin saya biarkan saja. Mudah mudahan besok saya bisa memberinya pengertian agar dia mau pulang ke rumah bapak." kata mama Lina lagi.
"Maaf lo Bu saya selain merepotkan juga mengganggu karena bertamu malam malam, saya pamit pulang dulu." pamit papa Aji karena hari sudah malam.
"Waduh saya lupa, Pak!" kata mama Lina sambil menepuk jidatnya.
"Kelupaan apa bu?" tanya papa Aji keheranan.
"Lhah, endak usah bu. Saya aja sudah kurang sopan karena bertamu malam hari. Saya pamit ya." kata papa Aji lagi, sambil bangkit dari tempat duduknya dan diantar oleh mama Lina sampai ke pintu keluar. Sedangkan ada seseorang yang mengawasi kebersamaan mama dan papa Aji dari ruang makan sambil terkekeh geli.
'Kayaknya bisa nih!! He he he he..'
***
Sehabis sholat subuh, mama Lina mempunyai kebiasaan untuk tidak tidur lagi, ia langsung memasak untuk sarapan, padahal di rumah utama para ART Saka dan keluarga Perdana juga menyediakan sarapan untuk seluruh penghuni rumah, tapi sebiasanya Alana, Saka, Lio, Rangga bahkan terkadang besan nya sering mampir ke paviliun untuk sekedar sarapan bersama dan minum kopi di pagi hari. Jadi mama Lina sengaja menyiapkan sarapan yang meski sederhana tapi selalu membuat mereka selalu kangen berkumpul di pagi hari.
__ADS_1
Dan pagi itu juga, mama Lina sudah bertekad untuk memberi pengertian pada Indra supaya ia bisa pulang untuk sekedar menemani papanya, karena setelah berbincang malam tadi, mama Lina semakin gak enak karena Indra sering berada di paviliun untuk menemaninya.
"Pagi maa.." sapa Alana yang sudah membawa Sha, sedang Saka menggendong Alendra, kalau Genta sebagai si sulung, sudah ga mau diperlakukan seperti itu lagi oleh kedua orang tuanya jadi Gemta memilih untuk berjalan digandeng oleh Saka.
"Pagi sayang, kalian mau berangkat kerja? Biar anak anak disini juga ga pa pa, kayaknya Genta juga libur kan?" tanya mama Lina sambil dengan cekatan menyiapkan sarapan di meja makan.
"Iya ma, Alana akan ikut aku untuk membantu membereskan beberapa urusan kantor supaya bisa cepet selesai karena Lio kan rencananya dalam bulan ini akan menikah." jelas Saka sambil menaruh Alendra di kursi kecil, sedangkan Sha udah diambil alih oleh omanya supaya Alana bisa menyiapkan sarapan untuk suaminya dan Genta.
"Loh mama kok gak tahu?" tanya mama Lina dengan heran.
" Ha ha ha ha kebelet kawin mungkin, ma!" kata Saka sambil mengunyah nasi goreng sebagai menu sarapan pada pagi itu.
"Kok bisa? Emang sama siapa?" tanya mama Lina lagi.
"Ceritanya panjang ma, jadi waktu Saka punya kasus sama Vella sekretaris Saka yang ternyata masih sepupunya Rangga itu, Saka pernah coba dijebak sama Vella. Nah waktu itu si Vella bawa teman yang masih lugu dan polos, dia ini rencananya bakal diumpankan sama Saka, ketika Vella ga berhasil merayu Saka, tapi ternyata Vella gak berhasil mengelabui Saka. Singkatnya yang kena jebakan adalah Lio, padahal Amanda Djoyodiningrat adalah gadis keturunan ningrat yang masih polos, ia sengaja dijebak oleh Vella, tapi keluarganya gak mau tahu akhirnya Amanda diusir dari rumahnya karena hamil."jelas Saka secara singkat.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Diusahakan untuk up terus tiap hari 1x ya, kalau pas authornya baik akan uo 2x. Rencananya bakal ada session 2. Tulis komen ya, enaknya yang mana yang bakal naik buat session 2nya, thank you