
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
" Maaf, nak! Karena dendam dan cinta, kalian menjadi korban. Ada satu rahasia besar yang perlu kamu tahu, bahwa buah hatimu bersama Ivara tidak meninggal. Dia hidup dan dirawat oleh pak Raharja disebuah tempat dan dijaga oleh pengasuh bayi serta beberapa pengawal di Singapura. Bibi memang tidak tahu lokasi tepatnya. Bibi kebetulan tahu karena mendengar saat paman ditelepon pengasuh bayi itu pas anak itu sakit. Carilah anak itu! Itu adalah anakmu dan Ivara. Bibi akan berusaha membantu kamu, Rangga! Setidaknya, kamu akan bisa bersama anak kamu. " kata kata bibi bak petir disiang bolong. Saka, Alana, kedua orang tua Saka, tak terkecuali Rangga berteriak kaget bersamaan.
" APAAAA??"
" Iya! Ia tidak mungkin membunuh anak kalian. Pada awalnya, Ia memang ingin membunuhmu tapi ia pun juga tidak tega sehingga ia hanya melukaimu dan membuangmu di semak semak. Ia juga yang menelepon pak Burhan secara diam diam agar bisa menolongmu. Ia melukaimu karena saban kali ia melihat wajahmu, luka lamanya akan kembali terbuka. Wajahmu sangat mirip dengan ibumu, nak!" jelas bibi lagi, wajah Rangga ia usap dengan perasaan sedih. Ia sedih karena dendam membuat kisah cinta dua anak manusia itu, Rangga dan Yara harus berakhir tragis. Bibi kira seandainya Yara tidak dipaksa untuk melupakan Rangga dan tidak dipisahkan dari anaknya pasti kisah Yara sakit tidak akan pernah ada. Karena bibi juga yakin dalam hati yang sukacita, penyakit ga akan nempel. Apalagi Rangga seorang dokter.
" Bibi? Apakah benar yang bibi ceritakan? Apakah bibi ga berbohong? Anakku dengan Yara masih hidup? " tanya Rangga dengan getar kebahagiaan yang tidak dapat ia sembunyikan. Berita itu seperti oase di padang gurun.
" Alhamdulillahhh.." lanjut Rangga sambil mengusap wajahnya penuh syukur serta berlutut karena doa yang ia panjatkan pada gusti Allah dijawab, saat melihat bibi yang mengangguk anggukkan kepalanya, oh my God, ternyata Tuhan tidak membuat skenarionya jelek jelek amat. Anakku masih hidup batin Rangga dengan wajah yang bahagia. Selama ia merawat Yara dan sampai meninggalnya, wajah Rangga hanya dipenuhi dengan kesedihan. Berita tentang anaknya membuat ia bahagia.
" Tapi bibi juga tidak tahu dimana paman menyembunyikan anak kamu. Tapi bibi akan berusaha membantu kamu, Nak!" sambung bibi lagi.
" Terimakasih, bi!" kata Rangga sambil menarik tangan bibi dan menciuminya. Ia sangat berterimakasih. Bibi Tanti membawakannya kabar baik.
__ADS_1
" Nak Rangga, Rendra sudah menceritakan latar belakang kamu dan Ivara. Maaf kami tidak tahu kalau ternyata Ivara masih bersuami. Kami menikahkan Ivara dengan Rendra,jadi.." kata ayah Langit dengan perasaan tidak enak kepada Rangga, karena ia tidak menyelidiki Yara terlebih dahulu.
" Sudahlah, pak! Saya mengerti. Kalian disini juga korban, sama seperti saya. Dan semuanya juga sudah terjadi, saya yakin sekalipun bapak berusaha untuk menginvestigasi Ivara, asal usulnya tidak akan diketahui. Karena paman Yara itu orangnya sangat licik dan penuh lika liku. Ia pasti sudah mempersiapkan semua identitas Yara tertutupi sempurna. Bahkan Ivara juga melakukan oprasi hymenoplasty agar jejak ia pernah memiliki suami dan anak tidak akan diketahui. Orang tahunya dia masih perawan." potong Rangga cepat. Ucapannya membuat ayah dan ibu yang tidak.tahu kalau paman Yara melakukan sampai sejauh itu menjadi kaget dan menatap Saka dengan pandangan bertanya tanya.
" He he he, iya yah, bu.. Saka belum cerita ya, waktu di Singapura saat Yara akan dipindah ke Penang, Saka tak sengaja mendengar pertengkaran Yara dan paman Yara mengenai anaknya dan Rangga. Ketika didesak, paman mengakui bahwa ia sempat membawa Yara untuk operasi supaya terasa perawan lagi, uhuk! ehem.. " Saka terbatuk karena Alana menatap dirinya dengan tajam sambil mengkode sesuatu. Tapi Saka gak ngerti arti kode yang dilemparkan Alana.
"Jadi kamu sudah tahu kalau Yara pernah menikah dan menikah dengan kamu tanoa betcerai dengan suaminya?" tanya ayah dengan nada suara yang satu tone lebih tinggi. Ayah marah, perlu diketahui ayah Langit itu orangnya lurus banget. Ia ga mau melakukan hal hal yang melanggar norma dan agama.
" Ayah, waktu itu, Yara tahunya Rangga sudah ga ada. Ia juga tahunya anaknya juga dibuang oleh pamannya. Jadi dia berpikir sah sah saja kalau dirinya menikah lagi. Dan waktu itu Yara juga ga mau diceraikan." kata Saka membela diri.
" Sudahlah ayah, Saka juga ga tahu. Kita ga bisa menyalahkan Saka juga." kata ibu membela Saka.
" Benar, Ivara dibawa ke dokter ahli jiwa khusus untuk penyembuhan luka batin. Ia mensugesti pasien pasiennya melupakan kejadian tragis yang menimpa dirinya. Cukup lama Ivara mengikuti sesi hypno theraphy itu. Sehingga ia bisa melupakan nasa lalunya yang kelabu. Tapi itu kayaknya juga tidak bertahan lama. Ivara sering sekali mengeluh kalau ia mendapatkan mimpi buruk. Potongan potongan gambar kejadian masa lalunya kembali menghantui dirinya. " kata bibi sambil matanya menerawang jauh. Ia berusaha memgingat ingat masa dimana Yara kembali ingatannya sedikit demi sedikit.
" Kapan itu terjadi bi? Karena Yara tidak pernah bilang sama Rendra." kata Saka dengan heran. Yara menyimpan semuanya dalam hati, paling ia bercerita dengan bibinya. Karena ia juga kan ga punya teman yang bisa diajaknya bicara dan bertukar pikiran.
Alana, ibu, ayah dan juga Rangga hanya menyimak. Terutama Rangga, ia masih merasa sedih saat membahas istrinya, kesan yang digoreskan Yara kepadanya begitu dalam.
__ADS_1
" Ia mulai mengumpulkan kenangan masa lalunya saat ia divonis sakit untuk pertama kali, sesudah itu potongan potongan gambar itu semakin jelas." cerita bibi sambil menerawang jauh.
" Waktu itu bibi masih mengasuhnya, ketika kejadian naas itu terjadi sama bibi. Pak Raharja hanya ingin bertanggung jawab walau ia tahu kalau ia tidak perlu bertanggung jawab karena bibi memang mandul karena kecelakaan diwaktu bibi masih remaja. Maka saat bibi diberi mandat oleh ayah kandung Yara untuk mengasuh Yara, bibi senang sekali. Yara seperti anak kandungku sendiri."
" Tapi kata ayah Burhan, pak Raharja yang mandul?" tanya Rangga heran.
" Tidak nak, waktu itu memang Burhan menyakiti Raharja begitu rupa, tapi tidak membuat Raharja menjadi mandul, ia masih bisa menghamili seseorang. Hanya ia menyimpannya untuk Arjani, ibumu. Ia tipe setia yang tidak bisa mengalihkan hatinya kelain orang. Arjani adalah cintanya yang tidak pernah pudar dimakan waktu. Ia juga tahu kalau Burhan sudah menceraikan ibumu, berkali kali ia mencoba mendekati Jani, tapi trauma yang ditorehkan oleh Burhan membuat Jani memilih untuk tidak bersuami sampai sekarang dan hanya merawat kamu seorang diri. Kalau Arjani mau menikah dengannya tentu aku sudah dimadu atau diceraikan olehnya." jelas bibi dengan wajah sendu.
" Oleh karena itu, nak Rangga. Paman Yara berkeras tidak setuju dengan pernikahan kalian. Karena ia masih berharap bisa kembali bersama ibumu." kata bibi lagi.
" Jadi ibu sering bertemu dengan pak Raharja?" tanya Ranngga heran. Saat ia terluka ibunya pun tahu siapa yang melukainya. Masa ibunya tidak membelanya.
.
.
.
__ADS_1
TBC