
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
" Yang lemes kan Genta, masa yang diperiksa Alana sih, bu? Apa kita panggil dokter Effendi saja, bu. Buat periksa si Genta dulu. Soalnya Genta kan besok mau ikut kita ke resort." kata Alana, membuat Genta protes karena takut ditinggalkan berlibur bersama sama.
" Mom, Genta gak kenapa kenapa. Genta jangan ditinggal." kata Genta dengan nada melas, membuat Saka gak tega. Saka langsung mengeratkan pelukannya pada Genta yang merasa insecure bakal ditinggal mommy dan daddynya berlibur bareng adik dan kakek neneknya.
" Gak ada yang bakal ninggalin anak kesayangan daddy sendirian di rumah!! Genta pasti daddy ajak. Genta jangan khawatir, sayangnya daddy." kata daddy Saka penuh keyakinan, tapi setelah itu Saka malu banget karena anaknya punya jawaban yang menohok banget.
" Tadi daddy bilang, kalau kesayangan daddy itu adalah mommy. Lagian mommy yang sering diajak pergi, Genta sering ditinggal sama daddy. Daddy pergi kerja terus. Daddy cari uang terus." kata Genta jujur, maklum anak anak selalu mengungkapkan apa yang menjadi isi hatinya tanpa malu. Ia juga mengungkapkannya dengan nada sendu membuat hati kakek neneknya terasa teriris sembilu. Sedih!!
" Ow, Anak kesayangan daddy, maafkan daddy ya, kalau Genta sering ditinggal daddy kerja. Daddy sayang sama Genta, dedek Alend juga mommy serta kakek nenek ehm sama oma Lina juga. Genta gak boleh pikir kalau daddy itu gak sayang sama Genta ya. Genta ditinggal dirumah karena Genta masih kecil, kalau mommy diajak karena kadang mommy bantuin daddy bekerja. Supaya Genta bisa makan dan tinggal nyaman." jelas Saka dengan bahasa sederhana yang bisa dimengerti oleh anaknya. Penjelasan Saka membuat Alana dan kedua orang tuanya terharu. Ternyata Saka bisa memberi penjelasan yang jelas tanpa berbohong tapi juga membuat anaknya merasa lega karena merasa dicintai.
" Genta merasa gak enak ya badannya? " tanya Alana dengan lembut. Tapi Genta hanya menggeleng dan kembali menaruh kepalanya di bahu daddynya, bermanja disana. Sudah lama Genta gak merasakan cinta dan kasih sayang daddynya seperti sore ini.
Tiba tiba ada ART yang datang membawa kudapan sore beserta teh serta kopi. Juga membawa camilannya Genta dan Alend, biskuit bayi untuk Alend dan susu buat Genta. Ibu suri langsung berterimakasih pada pelayan itu dan memerintahkan untuk memasak buat makan malam kesukaan Genta yaitu ayam tepung dan sup perut ikan kakap.
Tak lama kemudian dokter Effendi datang. Mana berani dr. Effendi berlama lama, karena yang manggil adalah ayah Langit.
" Siapa yang sakit? Alana? Sini kuperiksa." kata dokter Effendi dengan nada riang.
__ADS_1
" Enak aja. No, no, no. Khusus Alana akan kucarikan dokter wanita saja. Lagian yang sakit Genta, bukan Alana." rajuk Saka dengan nada ketus.
" Ya Allah Saka. Aku juga sudah pernah meriksa tubuh Alana." kata dokter Effendi yang segera ia sesali. Karena Saka sudah mulai memberikan tatapan membunuh.
" Well, okey okey. Yang sakit jagoan cilik Perdana, ya? " kata dokter Effendi menggoda Genta, tapi Genta hanya menggeleng. Wajahnya sudah pingin nangis, katena ia masih takut kalau nanti sakit, ia bakalan ditinggal di rumah sendirian.
" Genta diperiksa om dokter dulu ya. Soalnya kalau sakit kan badannya gak enak. Percaya deh sama daddy, dadddy ga bakalan ninggalin Genta liburan sendiri. Genta pasti diajak kok. Jangan khawatir, ayo jagoan?" kata Saka menenangkan anak laki lakinya itu. Genta memandang dengan ragu tapi ia tidak menolak saat dokter Effendi mengeluarkan peralatannya dan mulai memeriksa kondisi Genta.
" Ehm, jagoan Perdana ga sakit parah kok. Mungkin masuk angin biasa. Nanti om dokter kasih obat sama vitamin ya. Ini perubahan cuaca. Banyak minum vitamin dan istirahat yang cukup." kata dokter Effendi menjelaskan.
Saka dan Alana lega, begitupula dengan ayah dan ibu. Bayangin kalau Genta sakit, pasti mereka ga akan jadi liburan.
" Ya sudah, habis ini Genta mandi. Lalu makan trus minum obat, supaya Genta besok bisa bangun pagi dengan tubuh yang lebih segar. Okey jagoan?" tanya Saka sambil menepuk nepuk tubuh anaknya itu dengan rasa sayang. Genta hanya mengangguk pasrah, upayanya untuk bisa diajak liburan bersama Saka dan Alana tidak batal. Jadi meski disuruh minum obat pun ia rela asalkan tidak ditinggal.
***
" Wo wo wo wo, kamu mau minggat, sayang?" tanya Saka melihat barang barang yang dipacking Alana. Koper koper besar berisi baju anak anak, belum koper yang isinya popok dan perlengkapan baby, belum lagi ia membawa milik Genta, serasa seluruh lemari dibawa oleh Alana.
" Jangan nyinyir deh, Bby!" kata Alana sambil mencebik. Matanya yang sayu berputar karena kesal dengan perkataan Saka.
" Bukan nyinyir, sayang. Kenapa kamu repot repot bawa segitu banyaknya?" tanya Saka keheranan. Emang sih mereka akan memakai jet pribadi milik ayah Langit , mereka juga akan banyak membawa maid dan baby sitter, tapi poin Saka adalah, kenapa dibawa semua, kan bisa dibeli disana? Maklum laki laki tajir macam Saka akan berpikir praktis. Tinggal beli aja yang dibutuhkan!!
" Aku takut mereka butuh semua itu sayang!" kata Alana gemez. Alana merasa khawatir kalau sampai anak anaknya rewel di sana atau butuh pakaian atau popok atau apalah itu Alana sudah siap.
__ADS_1
" Aku takut kamunya yang kecapean. Lihat kamunya sampai kucel begini." kata Saka sambil menunjuk Alana yang kelelahan.
" Iya, akhir akhir ini aku emang gampang lelah. Gak pa pa lah terlanjur dipacking juga." kata Alana sambil menguap. Ia rencananya mau mandi air panas dan sehabis itu tidur untu meniris kelelahannya. Saka masih menatap Alana dengan sejuta arti.
" Sudah lama kita ga berendam bersama ya? Pasti enak tuh! Nanti seluruh tubuh kamu bakal aku pijitin sampai badan kamu lemes semua." kata Saka sambil mulai memijat Alana yang masih terbalut kimono. Alana yang kelelahan tidak menampik uluran tangan suaminya untuk memijat tubuhnya.
" Eh, Bby!" jerit Alana saat dengan trampil Saka sudah membuka kimononya menyisakan lingerie bra dan cd berenda warna merah miliknya. Sesuai dugaanku sore tadi hanya berbalut bra dan cd brenda, batin Saka senang.
" Kalau ga dibuka aku sulit mijitnya. Gimana enak kan pijitanku? Kamu sih, sudah tahu Alend itu aktif, dan tambah gembul, kamu jangan gendong dia sendiri, nih otot otot kamu tegang semua loh!" kata Saka
" Ehm, enak. Gimana ya, Bby? Aku ga tega kalau Alend digendong baby sitter" kata Alana sambil meresapi pijatan suaminya di bahu dan punggungnya.
" Lebih enak lagi kalau mijitnya sambil berendam air panas." kata Saka dengan suara parau menahan hasrat yang mulai menggeliat naik. Melihat Alana yang menggunakan dalaman yang mengundang Junio itu memang godaan yang tak bisa diabaikan.
Padahal Saka juga tahu, ia bak predator bagi Alana. Ia tak pernah puas puasnya membuat Alana lebih lelah dan semakin lelah karena olah raga ekstrim pagi dan malam. Tubuh Alana bak candu bagi Saka. Ia tidak bisa tidur kalau tidak membuat Alana lelah dulu.
Akhir dari bab ini bisa tertebak, apa yang bakal dilakukan Saka terhadap Alana setelahnya. Gak boleh detail detail, daripada kena sempritttttt😅
.
.
.
__ADS_1
TBC