Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Extrapart 15.


__ADS_3

Sepulang dari Maldives dan acara bday party Alana yang dibuat oleh Indra menyisakan kenangan manis antara Saka dan Alana, jelas membuat keduanya semakin erat dan harmonis.


Saat ini mereka sudah balik ke rumah dan balik ke rutinitas yang mereka jalani setiap hari, salah satunya adalah di setiap pagi Saka dan Alana selalu menikmati breakie di paviliun yang di pakai mama Lina.


Dan seperti biasanya pula, Indra selalu ada di paviliun karena ia lebih suka menemani mama Lina dibanding bersama dengan papanya sendiri. Selain ia bisa menikmati memiliki seorang ibu. Ia juga menikmati bisa memandang Alana dari jarak dekat, karena Alana sering berada di sana seorang diri kala Saka sedang bekerja di kantor.


Saka sebenernya sudah tahu modus ini. Itu yang membuatnya sangat kesal dengan Indra.


Indra selalu saja memanfaatkan kesempatan yang ada, dimana dirinya ke kantor, Indra akan menemani Alana. Saka sampai heran kenapa seorang dokter seperti Indra yang malah banyak menghabiskan waktunya dirumah daripada di rumah sakit.


Saking jengkelnya, pagi ini Saka ingin membuat Indra menjadi iri karena Saka akan menunjukan kemesraannya bersama Alana terang terangan.


Kemesraan yang ditunjukan Saka, tak urung membuat Indra menjadi kesal. Karena Saka dengan jelas memperlihatkan keintimannya bersama Alana dihadapan kebucinan Indra yang hakiki kepada Alana.


" Sayang suapin dong!" kata Saka manja sambil melirik Indra yang menatapmya dengan pandangan tajam. Ya owloh, bisakah pasangan itu ga usah mesra mesraan dihadapannya? Sakitnya tuh disini! teriak Indra sambil memukul dadanya yang sesak saat melihat Alana dan Saka.


" Dasar tua bangka ga tau diri!" sarkas Indra saat melihat Alana dengan santai menyuapi Saka dan membersihkan bibir Saka dengan tangannya.


" Sayang, bersihin bibir aku jangan pakai tangan dong. Takutnya kalau nanti lecet loh. Gimana kalau bersihin bibir aku pake bibir kamu aja?" lanjut Saka lagi sambil mandangi Alana dengan tatapan memuja. Tapi Alana hanya mendecak malas menanggapi Saka yang sedang dalam memanas manasi Indra.


" Bby, udah deh. Kamu kan tahu kalau aku cuman cinta sama kamu." bisik Alana lirih. Ia sebenernya juga gak mau memanas manasi Indra. Tapi ia juga ga mau menjatuhkan image suaminya, karena itu akan membuat Indra akan semakin intens mendekatinya.


" Tapi orang itu tetep ga mau nyadar kalau kamu itu milikku." bisik Saka dengan nada merajuk.

__ADS_1


" Yang penting aku cuman sayangnya sama kamu. Okey?" balas Alana sambil mencium bibir Saka dengan cepat. Bahkan saking cepatnya sampai Saka gak nyadar kalau Alana baru saja ******* bibirnya menghapus makanan yang belepotan di bibirnya. Saka merasa menang set dibanding Indra. Karena Indra juga melihat tindakan Alana tadi, Saka yakin Indra akan merasa kalah set dibanding dirinya


" Aku kenyang." kata Indra sembari membanting roti yang tadinya ia makan saat melihat Alana begitu intim dengan Saka. Indra tahu pasti kalau Alana mencintai Saka, kalau gak masa ya bisa punya anak sampe 3 sama Saka. Dan Indra juga tahu kalau Saka sangat kecanduan tubuh Alana. Sama seperti dirinya yang bukan hanya mengagumi Alana tapi mungkin yah sudah sampai tahap terobsesi. Indra merasa kalau dirinya bisa melakukan apapun asal bisa bersama Alana. Mungkin jadi suami kedua Alana, misalnya?


Indra keluar dari pavilion mama Lina dengan cepat, dengan jas dokter di tangannya ia memasuki mobilnya dan hendak berangkat ke rumah sakit yang ia miliki.


Indra terjengit kaget saat Alana masuk ke dalam mobilnya dan langsung duduk dengan santai di kursi penumpang. Padahal ia hendak berangkat ke rumah sakit. Tapi Indra sangat senang kalau Alana hendak meminta tolong atau sekedar bicara dengannya. Dibilangin Indra nih kayaknya malah sudah terobsesi dengan Alana. Ia bukan hanya mencintai dalam diam, tapi ia juga menunjukannya secara terang terangan. Walau ia juga tidak memaksa kalau Alana tidak mau dengannya.


" Ada apa?" tanya Indra dengan nada lembut. Ia memandang netra Alana yang saat ini juga lagi menatap dirinya. Ia merasa Alana meminta waktu untuk berbincang dengan dirinya.


" Berhentilah menyakiti dirimu sendiri, kak!" kata kata Alana sukses membuat mata Indra membulat.


" Maksudnya?" Indra sudah tahu arah pembicaraan Alana tapi ia tidak ingin Alana mengetahui kelemahannya.


Ia tidak mau lebih dalam menyakiti Indra. Alana tahu kalau Indra orang baik baik. Indra pantas mendapatkan yang terbaik. Indra tidak mungkin menunggunya, karena ia tidak mencintai Indra. Ia hanya menyayangi Indra sebatas sahabat dan kakak angkat, tidak akan bisa lebih dari itu.


" Lana, apakah ga akan ada kesempatan buatku untuk bisa meraih kamu?" tanya Indra dengan suara lirih. Alana miris, ia bingung dengan jawaban yang harus ia berikan pada Indra. Di satu sisi ia tidak mau menyakiti Indra tapi bukankah ia juga harus jujur. Ia tidak mau membohongi Indra karena kebohongannya akan makin membuat Indra hidup dalam kesakitan.


" Maaf!" Alana hanya mengucapkan satu kata setelah Alana menarik nafasnya dengan berat. Ia tahu jawabannya ini akan menjatuhkan pengharapan Indra sampai ke tubir laut. Bukannya Alana kejam. Ia hanya tidak ingin Indra masih ada dalam bayang bayang pengharapan.


" Sekalipun ga ada Saka? Apakah kamu akan tetap menolakku?" tanya Indra lagi dengan suara hopeless. Ia sudah tahu jawabannya. Tapi ia masih ingin menyakiti dirinya sendiri dengan pertanyaan yang ia sendiri sudah tahu jawabannya. Ahhh cinta sepihak emang sebegini berat penderitaannya.


" Kak, jangan sakiti dirimu dengan pertanyaan konyol semacam ini." Alana tidak perlu menjawab, ia tidak ingin menjatuhkan Indra sampai Indra tidak bisa bangkit lagi.

__ADS_1


" Hah!! " Indra hanya mendengus kasar. Ia ingin menangisi ketragisan kehidupan percintaannya. Cinta pertamanya harus pupus karena ia menjatuhkan perasaan pada gadis yang sudah bersuami. Alana menatap Indra yang masih setia memandangi wajah Alana yang cantik. Indra bahkan tidak bisa marah walau Alana menyakiti dengan perkataannya. Penolakan Alana tidak pernah bisa membuat dirinya melepaskan cintanya kepada gadis itu.


" Kak, belajarlah membuka hatimu pada gadis lain. Menjauhlah dari sumber masalahmu. Obat sakit hati yang terbaik adalah dengan menemukan pengganti." Alana hanya bisa memberi tips bagaimana Indra akan bisa melepaskan diri dari bayang bayang Alana.


" Turunlah, Lana. Aku berjanji akan berusaha membuka hati untuk gadis lain, tapi jangan buat aku menjauh darimu. Karena aku sudah pernah mencoba tapi malah membuat aku semakin sakit dan menginginkan kamu lebih dari yang seharusnya. Masalah pengganti, kamu pastinya tahu gak akan ada gadis yang bisa menggantikan kamu dihatiku, mungkin dia akan bisa menempati bagian lain di hatiku, tapi kamu tetap menjadi gadis yang terutama bagiku." jelas Indra dengan suara tegas, ia memang tidak ingin menggantikan posisi Alana yang istimewa dihatinya. Jawaban Indra membuat Alana semakin diliputi rasa bersalah. Ia juga gak ngerti apa yang membuat Indra segitu bucinnya pada dirinya. Karena ia tidak merasa cantik atau menarik. Tapi sebenarnya Alana hanya gak nyadar dengan potensi dirinya saja.


.


.


.


TBC


Thor mau promo karya sendiri. Masih baru gresss...





jangan lupa di favorite, kasi bintang 5, kasih like dan gift juga votenya...

__ADS_1


Makasihhh!!


__ADS_2