
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOUππ»
***
Pagi harinya, semua maid yang akan ikut berangkat ke Singapura sudah mempersiapkan semua perlengkapan, dan koper juga. Lio sudah berangkat bersama pengawal dan Rangga naik helicopter. Mereka akan langsung berangkat ke pulau hari ini juga bebarengan dengan rombongan Indra yang janjian di Singapura.
" Halo.." Saka menerima telepon saat di dalam mobil, masih dalam perjalanannya ke hangar tempat jet pribadinya parkir.
"..."
" Alana lagi sibuk!" jawab Saka lagi dengan dingin.
"..."
"Well aku mewakili Alana untuk mengucapkan selamat ulang tahun buat kamu. Puas?" kata Saka lagi dengan nada mengejek. Alana tampak bingung siapa yang menelepon suaminya karena kok menyingung nyinggung namanya. Alana membuat gesture bertanya sama Saka, tapi Saka hanya mengedikan bahunya, seperti orang yang tidak tahu. Membuat Alana memutar bola matanya dengan malas dan kemudian duduk memunggungi Saka. Saka yang dipantati Alana menjadi sedikit geram, lalu menggoda Alana dengan memeluk Alana dari belakang, dan menciumi tengkuk Alana, sampai Alana memukul lengan Saka karena ingin dilepaskan. Tapi Saka terus menggoda Alana dengan kecupan kecupannya sampai akhirnya dia sendiri yang menyesal karena bukannya Alana yang tergoda eh malah Junionya yang jadi tiang bendera. Huftt, dilema gara gara pagi belum dilepaskan.
"..."
" Iya, crewet amat. Kalau udah sampai aja kita videocallnya. Aku udah hubungi orang orang pemerintahan di Singapura. Aku akan segera bergerak begitu red alert. Aku siaga dengan helicopter, supaya aku bisa segera sampai. Jangan khawatir." kata Saka mengalihkan perhatiannya dari Alana. Ia takut akan menyerang Alana di mobil. Setelah mendengarkan beberapa saat Saka menutup teleponnya.
Selama perjalanan, ia duduk di belakang bersama Alana dan Alend. Sedang yang duduk di depan adalah supir dan Alex. Sekarang Alex banyak mengikuti dirinya dan menjadi asistennya, semenjak Lio mengikuti misi penyelamatan anak Yara dan Rangga.
Sedangkan Genta semobil bersama kakek neneknya, dan asisten setia ayahnya, Arfan. Yang lain, seperti maid, baby sitter, pengawal dan barang barang ada di mobil lainnya.
" Siapa sih, Bby?" tanya Alana dengan ketus.
" Bukan cewe, sayang." kata Saka sambil mengantongin ponsel pintarnya dan kembali memeluk Alana. Alana menepisnya, ia malu karena Alex dan sopirnya ngelihatin tingkah bucin suaminya itu.
" Cubit ya? Ditanya baik baik jawabannya ga asik banget." kata Alana sambil mencebik.
" Indra." jawab Saka malas.
__ADS_1
" Kenapa?"
" Minta ucapan selamat ulang tahun, karena hari ini dia ulang tahun" jelas Saka masih malas malasan jawabnya.
" Ohh!" jawab Alana singkat. Dia ga peduli, soalnya bagi dia itu ga penting, lagian Alana juga tahu kalau dia terlalu perhatian sama Indra, ntar bayi posesifnya bakalan ngambek.
" Siang ini, aku janjian ketemu sama mereka, membahas masalah back up. Kamu ikutan?" tanya Saka. Alana mengangguk sambil menyiapkan Alend karena mereka sudah masuk area parkir pesawat jet pribadi ayah Langit.
***
" Yo, kamu pastikan sudah bawa seluruh perlengkapan penyadapan , buat bukti kan?" tanya Rangga dengan nada gugup. Lio hanya mengangguk dengan wajah datar. Rangga gugup karena dia sangat excited. Ia berharap untuk bisa segera ketemu dengan anaknya. Ia bertanya tanya seperti apakah anaknya? Mirip dia ? atau Yara?
" Yo, ini si Indra kok lama banget ya? katanya jam 12, mana aku belum makan siang lagi." kata Rangga bersungut sungut.
" Sumpah ya! Sekarang kamu cerewet kayak Indra." sergah Lio dengan nada datar dan dingin.
" Menghilangkan rasa nervous nih bang!" sahut Rangga sambil membetulkan letak kacamatanya yang melorot.
" Udah sampai lumutan, Ndra;" balas Rangga sewot, sedang Lio hanya diam saja.
" Kita berangkat sekarang?" tanya Indra lagi.
" Tunggu Saka dan Alana!" sahut Lio singkat.
" Wow, my Alana bakalan ngucapin selamat ultah buat aku nih!" kata Indra sambil menggosok gosokkan telapak tangannya tanda ia sangat bahagia.
" Istri orang!! Move on dong!" kata Lio sabil menjitak kepala Indra.
" Yeeee.. aku juga tahu kalau kamu juga naksir Alana kan?" kata Indra ngasal.
" Jangan bikin gosip!" sergah Lio dengan wajah yang memerah.
" Kelihatan kale, bang!" kata Indra lagi, ia sebemarnya ga tau, tapi ia menebak dari gesture Lio yang kadang mencuri pandang.
__ADS_1
" Dia adik iparku, mana mungkin?" kata Lio dengan wajah datar, tak dapat ditebak.
" Huh!! Iyalahhh!! Tapi kamu akui kan kalau Alana cantik." kata Indra sambil membayangkan Alana yang cantik.
" Pembahasan yang ga penting banget! Sekarang yang dipikirkan adalah bagaimana nanti kita lolos dari tempat itu. Kita mesti hati hati." kata Lio sambil merapikan barang barang bawaannya dan mengkode anak buahnya untuk membawa perlengkapan tempurnya.
" Aku sudah bilang sama penjaga disana. Mereka tidak akan ketatkan penjagaan. Tapi yang perlu waspada adalah bertemu pak Raharja disana kalau aku dia tahunya aku adalah pemegang saham. Mungkin ia ga terlalu kenal kamu ya, Yo?"
" Kenal banget!"
" Waduh.. apalagi sama Rangga ya?"
" Hu um!"
" Yaudah kalian hati hati saja, jangan sampai ketahuan pak Raharja atau kalian habis sebelum misi berhasil."
" Kita bisa sign ke Saka untuk memberi pertolongan. Dia sudah menghubungi kepolisian internasional dan juga petinggi di Singapura." sahut Lio dengan nada yakin, sedangkan Rangga hanya diam karena ia harus menetralkan kerja jantungnya yang berdetak sangat cepat. Detik detik pertemuannya dengan anaknya akan segera tiba.
" Oke jadi sudah siap semua ya. Bismillah deh! Ayah dan keluarga besar aku juga sudah disana.Aku sengaja gak kasih tau mereka tentang misi ini. Kalian jangan sampai membocorkan hal ini kepada mereka. Tadinya aku mau pinjam Alana, untuk kukenalkan sama papa aku dan keluarga besarnya agar mereka tidak lagi meniatkan untuk menjodohkan aku. Itu juga karena mereka mendesak ingin segera punya cucu. Dan katena aku belum punya calon, maka aku bakal dijodohkan. Menyebalkan!" kutuk Indra dengan nada ketus. Ia kesel banget, dia merasa dirinya tampan, kenapa nasibmya ga jauh dari cerita novel tentang perjodohan.
" Untung, ibu suri ga punya pikiran tentang perjodohan, kalau iya, aku juga bakalan menderita, kali ya?" batin Lio dengan ucapan syukur karena dirinya lolos dari beban mencari istri. Bukannya lolos, Yo.. tapi belum sempet aja ibu suri menjodohkan kamu.
" Sudah jangan bahas masalah perjodohan. Yang penting kita selesaikan misi kita. Itu Saka datang." kata Lio sambil menunjuk mobil Saka dan Alana yang sudah masuk ke areal parkir.
" Alana, my future friend. Ucapin selamat ulang tahun dong buat aku. Sukur sukur kamu sudah sediaiin kado buat aku." kata Indra sambil menyongsong Alana yang turun dari mobil bersama Saka. Sedangkan Saka memasang muka malas. Kepingin nonjok takut si Alana marah. Hufttt!! Sabar Saka, orang sabar pantatnya lebarπ€¦π»ββοΈ..πππ
.
.
.
TBC
__ADS_1