Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
114. Terkuak


__ADS_3

Jangan lupa vote yang banyakkkkk


like like juga yaaaa, biar thor semangattttt💪🏻💪🏻💪🏻


Happy Readingg😚


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Baiklah! SMS kan dimana saya harus menemui anda! Besok malam saya akan kesana sesuai permintaan anda. Tapi ingat, kalau anda tidak membawa sesuai apa yang kamu janjikan, maka kamu akan menerima akibatnya." sergah Saka sambil menutup ponselnya dengan amarah yang memuncak. Tebakan Lio sangat tepat. Mereka mengancam akan melukai keluarga Saka yang ada di tangannya.


" Siapa, Bby? " tanya Alana sambil menyentuh lengan Saka dan memeluknya erat. Tubuh Saka bergetar. Saka sedang menahan amarahnya yang memuncak akibat pembicaraannya dengan seseorang di ponselnya barusan.


" Aku ga tau sayang, ia mengaku mengetahui dimana Yara, ia mempunyai bukti buktinya, ia minta malam ini aku kesana. Tapi aku hanya mau menyetujui besok malam.."


" Kenapa? Bukankah lebih cepat kamu tahu akan lebih baik?" tanya Alana heran.


" Aku rasa ini lain, sayang. Ia mungkin hanya menjebak aku saja. Dan saat ini sudah malam.Aku ga ada persiapan kalau saja ia mau menjebak aku. Besok malam adalah saat yang tepat, sayang!" kata Saka lagi.


" Kamu sudah punya bukti dimana Yara?" tanya Alana lagi. Saka hanya menggelengkan kepalanya.


" Pergilah, kasihan Yara kalau emang benar ia diculik. Ini sudah hampir dua bulan." kata Alana sambil memeluk suaminya.


" Lala sayang, aku mencintaimu!" kata Saka yang membuat Alana menjauhkan tubuhnya dari pelukan Saka. Nada suara yang tidak biasa muncul di pernyataan cintanya, jujur membuat getar yang aneh dalam hati Alana.


" Aku tahu, aku juga mencintaimu, Bby!" balas Alana sambil memperhatikan manik mata Saka yang bertabrakan dengan manik matanya.


" Mereka merencanakan ingin menjebakku, aku ingin kamu tahu Alana, apapun nanti yang terjadi kamu mesti percaya sama aku, okey?" kata Saka sambil meraih bahu Alana dan memeluknya kembali. Kemusian Saka menceritakan secara sekilas apa yang akan dilakukan oleh Burhan dan Vella kepadanya. Entah kunci yang mereka pegang itu siapa? Yara atu malah yang lain.


"Tenang Bby, aku akan percaya kepadamu. "


Tiba tiba raut wajah Saka mengeras dan langsung menekan ponselnya.


" Mau telepon siapa, Bby?" tanya Alana.


" Lio!" kata Saka sambil mengeraskan rahangnya.


***

__ADS_1


Saat ini Lio dan Saka sudah berada di depan kamar hotel XXX NO 1550, PRESIDENTIAL SUITE lantai 15.


Sebenarnya yang mau jebak Saka agak kurang pintar, karena hotel ini adalah milik ayah Langit Perdana, dengan mudah Lio bisa menemukan siapa yang akan bertemu dengan Saka di kamar hotel ini, melalui catatan booking dan kamera CCTV yang ada di sudut lorong hotel. Tapi sekali lagi Saka dan Lio tidak mau gegabah. Dengan membawa seluruh bodyguard kepercayaannya ia menyelidiki tempat yang akan dipakai Saka untuk melakukan pertemuan. Kamar itu sudah disewa sejak Yara hilang. Menurut info dari orang yang mengajak Saka bertemu. Yara tinggal di kamar itu. Bukti bukti memang saling terkait, Lio hanya mencoba segala kemungkinan.


Kalau Lio dan Saka masuk dan melakukan pemeriksaan, dan ternyata mereka membawa Yara, bisa saja mereka mencelakai Yara, tapi kalau meruntut apa yang dikatakan pak Burhan melalui sadapan yang dilakukan oleh tenaga IT Saka dan Lio, mungkin Yara dijadikan pancingan agar Saka menggauli Vella dan menikahinya. Yang bisa mereka lakukan hanyalah memberi Saka alat penyadap dan Saka berpura pura untuk menyetujui keinginan si penelepon.


" Sudah siap?" tanya Lio dengan raut wajah gugup yang tidak dapat disembunyikan.


" Hmmm!!" jawab Saka tanpa ekspresi.


" Hati hati, bos!!" entah kenapa Lio merasakan ada sesuatu yang buruk yang bakalan terjadi di malam ini. Lio berusaha bisa menepis perasaan itu dan berusaha sekuat tenaganya untuk melindungi Saka.


" Hmmm, Yo, jaga Alana !"


" Hah?"


" Aku merasa ini akan gak semudah itu, aku masuk dulu, kalian berjaga jaga, ingat plan yang akan kita lakukan!" kata Saka sambil mengetuk pintu ruangan presidential suites itu. Lio dan yang lain mengambil kamar disebelahnya agar mendapatkan rekaman sadapan yang ada di tubuh Saka.


cekrekk.


" Tuan Rendra, silahkan duduk." Saka mengedarkan pandangan kesekelilingnya, ia tidak mrnemukan seorangpun di ruangan itu.


" Siapa kamu?"


" Ga penting siapa aku, yang pasti aku tahu tentang dimana istri kamu." suara laki laki itu menjawab.


" Kamu yang menculiknya?" tanya Saka lagi.


" Toh kamu hanya menyakitinya dengan memiliki wanita lain untuk pemuas nafsumu? Bukankah begitu? Bagaimana kalau kau menceraikan istri sah kamu dan menikahi j**ang sekalian saja?" tanya laki laki itu sambil tertawa sinis.


" Urusan keluargaku, bukan urusan kamu! Katakan dimana kamu menculik dan aku akan memberi yang kamu minta."


" Ha ha ha, tanda tangani dulu surat yang ada di atas meja itu! Dan aku akan memberitahukan dimana istrimu berada!"


" Katakan dulu dimana istriku!" kata Saka sambil mendekati meja dimana ada kertas kertas disana.


" Dia ada disini, tapi kondisinya tidak bagus, tapi tenang saja ia masih hidup! Lihatlah di kamar itu, ia ada disana."

__ADS_1


" Kurang ajar kamu!!! Bagaimana kamu bisa menculik orang yang sudah sakit keras?"


" Aku hanya menuruti keinginannya untuk lepas dari kamu. Awalnya aku ingin membunuhnya saja waktu di rumah sakit, tapi kupikir dia bisa berguna untuk melakukan barter." balas laki laki itu dengan nada dingin.


" Barter?"


" Ya, tanda tangani surat perjanjian nikah dengan Vella, bahkan kamu bisa menikmatinya sekarang sebagai istri sah kamu kalau kamu mau. Ha ha ha "


" Aku tidak bisa!"


" Apa kamu ingin melihat istrimu mati sekarang?" tanya laki laki itu dengan suara geram.


" Tidak, ini karena istriku bukan Yara!" kata Saka tenang. Dalam hati ia meminta maaf karena ia harus menjalankan sandiwara ini.


" Hah?. Tidak mungkin!! Lalu siapa istri kamu sebenarnya?" tanya laki laki itu dengan amarah yang tertahan. Selama ini dia menculik dan mengobati Yara untuk hal yang sia sia?


" Alana!!" jawab Saka dingin, sambil melemparkan sebuah foto ke atas meja. Foto tadi langsung diambil oleh pria berbaju hitam tadi dan memasukkan nya kedalam kamar sebelah yang ditengarai adalah kamarnya Yara tadi.


" Tidak mungkin!!! Ini tidak mungkin!! Bukankah Alana hanya sekretaris yang kamu pakai jadi pemuas kamu saja?" tanya laki laki itu dengan geram.


" Kalau kamu menginvestigasi sesuatu, ada baiknya kamu tidak membayar orang tolol untuk melakukannya." jawab Saka dingin.


" Tuan Narendra, tanda tangani dokumen kosong yang aku siapkan, kalau tidak peluru ini akan menancap di tubuhmu!" tiba tiba ada seseorang yang mengacungkan senjata ke kepala Saka. Laki laki itu menganggap membunuh Yara adalah langkah yang sia sia, jadi lebih baik mengancam Saka yang datang sendirian. Tapi laki laki itu mungkin salah sasaran, Saka adalah seorang master dalam semua tingkatan bela diri yang ia geluti. Ia akan dengan mudah menghancurkan 10 orang laki laki dengan tangan kosong. Saka langsung mengambil kuda kuda dan berusaha membalikkan keadaan dengan melakukan teknik jegal sambil menundukkan tubuhnya, sehingga jangkauan senjata yang sudah dikokang bukan kearah tubuhnya.


" Argghhh!"


Dor.. dorr..


teriakan kesakitan bercampur suara senjata dengan peredam mewarnai ruangan kedap suara.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2