Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
146. Tidakkkk!!


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


"Bagiamana?? Apa masih belum puas? Tanyakan yang banyak, toh kamu akan segara mati di tanganku!" kata pak Raharja dengan wajah penuh ejekan.


"Ha ha ha bagiku nyawa aku sama sekali tidak berarti, yang penting kamu mempertemukan aku dengan anakku." kata Rangga mengulur waktu. Ia tahu menurut kode mata yang diberikan Lio, bahwa Saka sudah berangkat. Lio dan Saka melengkapi diri dengan alat komunikasi super micro supaya tidak terlihat oleh kasat mata. Alat alat yang dimiliki oleh Saka dan Lio emang alat alat yang super mahal. Demi kelancaran penyelamatan anak Yara, Saka berkorban tidak sedikit.


" Baiklah!! Aku akan memanggilkan anak itu. Anak itu sangat tampan dan pintar." jelas paman Yara bangga. Ia suka sama anak itu, karena berbeda dengan Yara yang memberontak, anak itu tidak pernah membantah perkataannya. Itu membuat paman yara sangat sayang dengan anak itu. Diharapkan anak itu akan menjadi pewaris kekayaannya. Toh dia masih ada darah Raharja yang mengalir di separuh tubuh anak itu.


Lio mengirimkan kode kode kepada Saka, karena rupanya rombongan Saka sudah sampai ke pulau yang dituju, Anak buah pak Raharja yang ada di entrance gate langsung menolak para petinggi pemerintahan singapura dan tidak memberi mereka akses untuk masuk ke dalam pulau pribadi, namun sejurus kemudian entah apa yang dikatakan oleh pimpinan rombongan itu, mereka bisa masuk kesana, Saka dan Alana juga ikut masuk berserta rombongan mereka.


Lio mengangguk pada Indra yang dipahami oleh Indra juga Rangga kalau bala bantaun sudah datang.


"Ini bos, tuan muda sudah saya bawa kemari." kata seorang pengawal yang membawa seorang anak yang kira kira berusia 6 atau 7 tahun, tampan, wajahnya tampak lembut mirip dengan Ivara.


"Opaa, ada apa opa manggil Andra?" tanya anak itu dengan suaranya yang khas anak anak.


" Sini, Kalandra cucu opa. Opa cuman ingin kamu tahu kalau ada orang yang mau menyakiti opa. Kalandra harus bela opa ya." kata pak Raharja dengan wajah yang dimelas melaskan , suaranya pun lembut, tidak seperti waktu bersama Rangga cs. Rangga dan semua yang ada disitu merasa ingin muntah, karena paman Yara begitu piawai memutar balikkan fakta. Semua drama yang terjadi di ruangan itu bisa terlihat jelas di laptop Saka, dan Saka merekam setiap kejadian yang ada disana dengan laptopnya itu. Mereka sudah berada di areal private island, para tentara yang dibawa Saka, yang merupakan bawahan kenalan ayah Langit sudah membekuk semua pengawal paman Yara.


Mereka tinggal melumpuhkan pengawal yang ada di dalam gedung club tempat party Indra dan menyerang paman Yara, Saka sengaja belum mendobrak masuk karena khawatir dengan keselamatan orang orang tak bersalah yang ada didalam ruangan itu. Lio memandang seluruh ruangan itu, supaya Saka bisa memperkirakan berapa orang yang ada di tempat itu.

__ADS_1


" Andra tidak mengerti. Opa kan baik kenapa ada yang mau menyakiti opa." tanya anak yang cerdas itu.


"Karena opa kamu sebenarnya yang menculik kamu dari papa dan mama kamu dan memisahkan kita dari sejak kamu masih bayi." jelas Rangga dengan nada lemah lembut. Ada sedikit kemiripan wajah anak itu dengan Rangga, walaupun Yara lebih banyak mendominasi kelembutan dan sebagian besar dari tingkah lakunya. Tapi wajah Timur Tengah khas Rangga menghiasi hidung dan mata anak yang dipanggil Kalandra tadi.


"Kita? Katanya orang tua Andra sudah tidak ada." sahutnya polos.


"Aku papa kamu, mama kamu meninggal karena opamu memisahkan kita dari kamu." jelas Rangga lembut, entah kenapa anak itu, memandangi Rangga dan terlihat lebih percaya dengan Rangga. Ia melihat hidungnya dan mayanya yang sangat mirip dengan mata dan hidung Rangga.


"Papa?'


"No!!! Orang tua kamu sudah meninggal!! Aku opamu yang merawat kamu dari bayi, mereka ingin mengambil kamu dari opa." sergahnya sambil meraih Kalandra ke sisinya dan mendekapnya erat, bahkan terlalu erat sampai anak itu seakan kehabisan nafas, tapi anak itu hanya tertegun, takjub, ternyata dirinya masih punya seorang papa, yang mukanya ada kemiripan dengan dirinya.


"Aku papa kamu, nak! Argghh, Kalandra, nama yang sangat indah. nama yang di pilih oleh mama kamu. Ternyata kamu menamai dia sesuai dengan keinginan Ivara." Rangga takjub memandang anaknya, kalau saja ia harus meninggalkan dunia ini dia pun rela, anaknya sungguh sangat tampan, dan pandai, ia tidak mati rasa seperti paman Yara, ia tahu bahwa yang dihadapinya adalah seseorang yang darahnya sama dengannya. Bukankah darah lebih kental dari air?


"Bukannya dia papa, Andra?' tanyanya lugu.


"Bukan!"


"Iya sayang."


"Aku akan membunuh kamu, bukannya kamu sudah bertemu dengan an... ehm maksudku aku sudah mengabulkan permintaan kamu untuk bertemu  cucu aku." pak Raharja hampir saja keceplosan.


"Tentu saja! Setelah aku menemui anakku yang tampan ini, meski aku harus menyerahkan nyawaku aku juga rela." senyum menghiasi wajah tampan Rangga, yang biasanya hanya datar dan dingin, cuman kepada Saka, Alana, Lio dan Indra lah, Rangga bisa jadi dirinya sendiri.

__ADS_1


BRAKKK!!


Pintu ruangan terbuka, segerombolan laki laki berbadan tegap dan kekar serta berpakaian sipil tampak menyerbu masuk membuat paman Yara semakin naik pitam.


"Siapa kalian?? Berani beraninya kalian masuk ke wilayah pribadi seperti pulauku ini.


"Maaf, kami ada surat penangkapan dan penggeledahan dari polisi internasional, karena diduga adanya tindak kriminal pencobaan pembunuhan, dan penculikan yang terjadi di tempat ini." kata salah seorang laki laki yang rupanya merupakan komandan atau pimpinan dari sekumpulan orang yang berpakaian sipil itu.


"Siapa yang akan melakukan pembunuhan. Kalian bahkan tidak memiliki bukti untuk melakukan penyerbuan semacam ini, kalian akan kutuntut dengan pasal berlapis karena telah melakukan kesalahan dengan menyerbu private island macam ini," kata pak Raharja membela diri, ia sangat marah dengan kenyataan bahwa ia tidak bisa membunuh Rangga. Lalu matanya menangkap kehadiran Saka dan Alana di belakang rombongan laki laki kekar yang kini sudah menahan beberapa anak buahnya dan juga akan menahan dirinya.


"Alana.." desis pak Raharja dengan geram. Wajahnya mengeras, giginya bertautan sampai berbunyi gemeletuk saking ia menahan emosi yang tiba tiba meluap melihat Alana. Baginya Alana adalah salah satu musuhnya yang layak dibasmi.


"Dasar j*lang!! Lagi lagi kamu yang menghancurkan seluruh rencanaku. Kamulah pembunuh Yara. Dasar pe**cur!! Aku pastikan kamu akan mati bersama Rangga." teriaknya sambill mengacungkan senjatanya. Orang orang yang tadinya tampak sibuk menahan orang orang pak Raharja tidak menyadari kalau pak Raharja membawa senjata.


Posisi pak Raharja tertutupi oleh Kalandra yang berdiri tepat di depan opanya, sehingga tak seorangpun yang bisa menahan ketika senjata itu diletuskan 3 kali.


"Tidakkkkkk!! Alanaaaaaa!"


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2