
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
Sudah 6 bulan berlalu dari kejadian meninggalnya Yara, tapi pasukan Saka dan Rangga masih belum mendapatkan titik terang dimana lokasi anak yang disembunyikan paman Yara.
Menurut cerita dari anak buah Saka, mereka di tim IT menemukan bahwa paman Yara sering banget mengunjungi resort milikmya yang terletak di private island.
Resort itu sangat lengkap, hampir seperti kota mandiri. Dimana one stop pleasure ada disana. Tapi penjagaan disana sangatlah ketat. Orang yang ingin keluar masuk tempat itu harus mendapatkan frepass langsung dari seleksi team.
Hanya orang orang berduit, terkenal dan memiliki hubungan dengan pak Raharja yang bisa masuk kesana. Saka dan Rangga jelas tidak mungkin bisa masuk kesana. Apalagi Alana, lha ayah Langit dan keluarganya saja ga bisa masuk kesana kok.
Saat ini Rangga, dan Lio ada di rumah utama. Rangga rencananya akan menginap di rumah Saka membahas langkah langkah selanjutnya. Mereka sudah lelah pikiran, dan tenaga. Apalagi Rangga, wajahnya yang tampan tampak pucat, kurus dan kuyu. Tapi ia tetap bersemangat untuk mencari anaknya. Ia ingin supaya anaknya bisa berkumpul dengan nya. Sejujurnya ia agak menyesal, kasian Yara pasti ga ketemu anaknya karena anaknya kan masih hidup.
" Bby, apakah sudah positif kalau anak Yara disana?" tanya Alana sambil menggendong Alend yang tampaknya sudah tertidur dipelukan mommynya.
" Belum tahulah, kan kita ga bisa masuk, tim IT nya Lio ga bisa menembus tempat itu." kata Saka sambil mengelus anaknya yang tertidur di pelukan Alana.
" Sak, aku sebenernya ada kenalan yang bisa masukin kita kesana. Kamu juga kenal dia. Tapi aku gak yakin kamu bakalan mau kalau minta tolong sama dia." kata Rangga smbil menaikan kacamatanya. Sekarang Rangga manggil Saka dengan Saka. Karena permintaan Saka, katanya biar dia lebih akrab dengan Saka.
" Hah? Siapa?" tanya Saka dengan pandangan heran. Ia ga punya temen akrab, ia selalu membatasi diri untuk bergaul ia hanya berteman akrab dengan Alana yang akhirnya ia nikahi. Jadi teman tapi menikah gitu.
" Teman sejawat aku, dia juga punya rumah sakit terbesar di Bandung, ia memiliki akses goldenpass, tingkatan tertingginya freepass resort di private island. Itu hanya untuk kalangan pengusaha besar yang mempunyai investasi ditempat itu." kata Rangga menjelaskan.
" Kalau aku ga bakalan mau minta tolong sama dia, kenapa bukan kamu saja yang minta tolong sama dia. Itu kan anak kamu sama Ivara. Mestinya sebagai seorang ayah kamu bertanggung jawab dong." kata Saka dengan nada ketus. Ia sudah mulai bisa meraba siapa yang dimaksud oleh Rangga. Oleh karena itu Saka emang ga bakalan mau minta tolong sama orang yang dimaksud oleh Rangga. Rangga hanya bisa mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal. Kalau Lio, ia bisa meraba siapa yang dinaksud Rangga. Tapi Alana masih belum jelas siapa yang dimaksud Rangga.
__ADS_1
" Emang siapa sih, Rang?" tanya Alana kepo. Kenapa suaminya ga mau minta tolong sama orang yang disebutkan Rangga.
" Al, plis deh, manggilnya jangan Rang! Emang kamu pikir aku semut Rang Rang!" kata Rangga sewot.
" Lagian nama sulit amat sih! Dipanggil apapun sama sama ga enaknya. Rang atau Ngga? Lagian kamu aja manggil aku ga bener. Harusnya kamu manggil aku itu Kakak Atau Mbak, kan tuaan aku daripada kamu " kelit Alana menggoda Rangga.
" Yaelah beda 4 tahun doang." kata Rangga. Sekarang Rangga agak terbuka sama Saka, Alana dan Lio, bisa bercanda ria, ga dingin lagi kalau sama mereka. Bahkan menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri. Karena merekalah yang care sama dirinya. Tapi kalau sama orang luar atau sama rekan sejawatnya ia masih dingin dan datar.
" 4,5 tahun, so you must call me mbak or kakak!" kata Alana lagi. Saka mulai jutek karena Alana dan Rangga terlihat akrab. Perlu pake catatan gede ya, Saka itu posesif, kalau Alana dekat dekat sama Lio aja dulu, dia bisa ngambek ga karuan.
" Lala, itu anaknya bakalan bangun lagi kalau kamu dan Rangga suaranya kayak petir nyambar nyambar. Bisa ditaruh di kamar dulu ga anaknya? Habis ini kita kan mau bikin adeknya Alend. Kalau Alendnya bangun lalu Junio gimana dong?" jelas Saka dengan nada datar, saking ingin menunjukan kepemilikannya, ia tak segan menceritakan secara vulgar apa yang akan dilakukan Saka bersama Alana saat berduaan.
" Hubby!!! Ga perlu diumumin sama orang orang ya, apa yang kita lakukan di kamar. Itukan rahasia perusahaan." cebik Alana sambil mencubit perut Saka yang tak berlemak. Membuat Saka mengaduh sambil memegang tangan Alana dengan kencang sambil tersenyum smirk.
" Sak, udah tahulah apa yang bakal dilakukan suami istri, masak ya harus diceritain. Aku tu biologi juga khatam, bagaimana harusnya supaya bisa bikin anak perempuan juga tahu persis prakteknya. Cemburu kok bilang bilang. Cuman bertukar pikiran doang sama Alana, bukan nikung Alana." sahut Rangga jutek. Sedang Lio yang sudah ngerti kelakuan Saka hanya bisa diam dan tertawa dalam hati. Dulu, Saka sering banget memperlakukannya ketus kalau itu menyangkut Alana.
" Hmmm" jawab Alana sambil bangkit perlahan agar anaknya tidak terbangun.
Setelah Alana pergi untuk menaruh anaknya ke kamar Alend dan Genta, Saka langsung berbicara bertiga sambil berbisik bisik pada Rangga dan Lio.
" Jangan sampai Alana tahu ya, siapa yang kamu mintain tolong, Rangga!!" kata Saka kepada Rangga dengan nada intimidasi yang begitu kuat.
" Justru kita emang harus minta tolong pada temenku itu melalui Alana! Karena aku tahu loh kalau dia pernah suka dengan Alana, bahkan sampai sekarang." kata Rangga sambil berbisik.
" Gila!!! Nggak!!! Aku gak akan setuju!!" bentak Saka dengan suara tertahan, ia tidak mau kalau Alana sampai mendengarnya. Alana pasti dengan sukacita mau menolong Rangga. Bukan karena Alana suka sama orang itu, tapi karena itulah Alana, ia baik hati dan pasti akan merelakan dirinya untuk menolong Rangga.
" Dia tahu kalau sekarang aku dekat dengan kalian."
__ADS_1
" I said NOOOO, Ranggaaa!"
" Dia cerita, saat saat ia menyukai Alana, terhambat karena kamu sadar. Ha ha ha" Rangga menggoda Saka, ia tahu Saka sangat posesif dengan Alana. Sedangkan Lio hanya diam saja dan hanya ikut tersenyum melihat Rangga dengan gencar menggoda Saka.
" Rangga!!! I will kill you." kata Saka dengan suara tertahan. Mereka masih berbisik bisik. Takut Alana tahu tentang apa yang dibicarakan.
" Saka, he is the only way!! Pleasee, I beg you. Aku mohon Narendra Sakabumi. Demi anakku dan demi Yara. Apa kamu tega memisahkan aku dengan anakku." kata Rangga sambil berlutut. Kejadian itu dilihat Alana yang sedang menuju ke tempat mereka.
" Rangga, don't do this. She is mine!!" kata Saka sambil menggeram.
" Ada apa sih, Bby?" tanya Alana dengan heran melihat Rangga berlutut didepan Saka.
" Dia bakal datang kesini! Dia sudah kukasih alamat rumah ini. Dia gak akan ngambil Alana, Sak. Dia hanya ingin bertemu." kata Rangga sambil menjewer telinganya sendiri, pertanda ia sudah lancang mengundang orang tanpa seijin pemiliknya. Kata kata Rangga membuat Saka naik pitam, ia melotot tajam, Rangga hanya bisa meringis, dan berusaha meminta tolong Alana dengan sudut matanya.
Ting Tong..
Saka tambah deg degan. Ia langsung keluar ke arah pintu, untuk menemui bodyguardnya yang berjaga di pintu keluar sambil melihat siapa yang datang. Saat ia buka pintu, tenyata ada cowo keren dan tampan dengan pakaian kasual sedang berdiri disana diapiit oleh kedua bodyguard Saka yang berbadan gede dan berpakaian hitam.
" Kamu?"
.
.
.
TBC
__ADS_1