Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
120. Berubah


__ADS_3

Vote yang banyakkkk, like yaang banyakkkk gift yang banyakkk.


Tetep ya vote yang banyak supaya thor semangat💪🏻💪🏻💪🏻dan like setiap sudah bacaaa yaaa,😘


Makanya, budayakan like dan vote😘😘 yang banyak. Author sangat amat berterima kasih buat readers yang sudah meluangkan waktu dan upaya buat nge vote tanpa paksaan karena berarti reader menghargai author yang sudah susah payah bikin cerita ditengah kesibukan yang ada. Sekali lagi makasihh💋💋


yuk langsung aja baca.


Happy readingggg


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Mas Rendra, maafkan aku! Tapi kalau ini jalan yang dipakai Allah untuk menebus semua kesalahanku aku rela. Toh dulunya aku memang memaksa Alana menikah dengan mas Rendra supaya bisa merawat mas Rendra. Dan saat ini, Alana sudah bisa memberikan keturunan dan juga kasih sayang buat mas Rendra. Jadi aku ga khawatir untuk meninggalkan mas Rendra. " gunam Yara lirih.


***


Sebulan berlalu, Rangga masih saja belum bisa melakukan apa yang papanya minta, ia masih belum bisa membunuh Yara. Hari hari yang ia lalui bersama Yara begitu indah menurutnya. Walau ia tidak begitu saja menampakan bahwa ia bahagia.


Rangga bukan laki laki yang jelek, ia cenderung tampan dengan gayanya yang alim, rahangnya yang keras dan kacamatanya yang menawan. Mukanya seperti orang India gitu. Karena ibunya Rangga itu cantik kayak orang India dan memiliki darah Pakistan. Badannya yang tinggi besar sekitar 187 cm, dadanya bidang, perutnya berotot, membuat ia jadi idola, walau dulu ia masih culun dan polos.


__ADS_1


Rangga dulu mencintai Ivara karena cantik luarbiasa, lembut, baik, dan penuh perhatian.


Tapi paman Yara tidak menyukai Rangga dengan alasan Rangga miskin dan ga punya masa depan. Padahal Yara dulu sudah mapan dengan hotel bintang 4 yang ia kelola di Singapura miliknya sendiri.


Selama ia berpisah dengan Yara, tidak sedikit wanita yang ingin menikah atau sekedar menjalin hubungan dengan dia. Tapi ia tidak bisa. Ia membenci wanita, karena dianggapnya membuat dirinya susah dan semua keluarganya pasti matre. Sekalipun ia sekarang kaya raya dari penghasilannya sebagai dokter internist yang terkenal.


Dia dikenal sebagai dokter yang kejam, dingin, dan selalu mengeluarkan kata kata yang pedas dan menyakitkan baik kepada pasien dan kolega. Tapi kepandaiannya dalam memecahkan penyakit pasiennya, membuat ia disegani dan di hormati, walau atitudenya gak banget.


" Makan!!" perintah Rangga dingin, Yara hanya melirik mantannya denga ekspresi kesal. Emang dipikir orang sakit kayak dia ini bisa ya makan dengan ***** makan yang gede. Kadang setelah ia mrngkonsumsi obat, ia merasa ***** makannya semakin terjun bebas. Tak heran Yara emang jadi tambah kurus.


" Kenyang!" sahut Yara tak kalah dingin.


" Kalau kamu ga makan, kapan matinya dong?" tanya Rangga dengan wajah datarnya.


" Ya! Makanya kamu makan tuh, katanya pengen cepet mati?" balas Rangga dengan tampang yang masih flat. Dan nada suara yang mencemooh.


" Kenapa harus lewat makanan sih? Kenapa ga suntik mati aja? Kan lebih cepet!" decak Yara sebal. Menyusahkan. Mau bunuh orang aja menyusahkan, batin Yara tambah kesal. Dulunya Rangga itu baik dan pintar. Selalu lembut kalau sama Yara, tapi sekarang Rangga berubah menjengkelkan.


" Kalau kamu disuntik langsung kan kamu cepet matinya. Aku pinginnya kamu mati menderita, pelan pelan dan menyakitkan. Lagian kalau pelan kan matinya ga ketara kalau aku sebenarnya yang membunuh." kata Rangga datar, penuh keyakinan seakan emang itu maksud hatinya.


" Kamu berubah!" bentak Yara sambil menangis.

__ADS_1


" Waktu dan keadaan membuat aku berubah, Va. Aku harus bertahan hidup. Dan kamu ga tau betapa beratnya itu. Saat kamu mencintai seseorang tapi dikhianati dan ditinggal nikah lagi, saat kamu memiliki sesuatu yang paling berharga tapi harus direngut paksa, bahkan kamu menyaksikan kematiannya, saat nyawamu berada diujung tanduk dan kamu tidak bisa berbuat apa apa. Aku juga yakin kalau kamu juga pasti akan berubah!!" tuding Rangga dengan marah.


Ia tidak terima dikatakan kalau ia sekarang berubah. Emang Yara ga akan pernah tau berapa penderitaan yang harus ia nikmati dan sekarang harus ia syukuri karena paling tidak ia masih bernyawa sekalipun paman Yara sudah berniat membunuhnya. Dan kisah yang paling menyedihkan adalah saat paman Yara mengambil anaknya yang berusaha ia selamatkan saat Yara melahirkan dan mencekiknya dihadapan matanya serta membawanya pergi untuk meninggalkan jejak jejak kekejamannya, sementara semua pengawal paman Yara memukulinya sampai setengah mati.


Untung saja mereka bodoh, karena kondisi Rangga yang sekarat itu emang bener bener parah, sehingga mereka berpikir Rangga sudah mati dan meninggalkannya begitu saja di jalan. Dan entah apakah itu sebuah nasib baik atau malah setelah keluar dari kandang singa masuk kandang buaya karena ia kemudian ditemukan oleh pak Burhan yang ternyata ayah kandung yang pernah meninggalkan ibunya dan menikahi gadis yang kaya raya, agar bisa memperoleh kekayaannya. Miris emang!!


Yara hanya terdiam saat Rangga marah. Wajahnya tampak pias. Iya, Yara emang ga pernah tau seberapa penderitaan Rangga. Seberapa kebencian Rangga, Seberapa dalamnya sakitnya Rangga.


" Maaf!!" satu ucapan ajaib yang dilontarkan Yara membuat Rangga yang mengepulkan asap dan siap meledak lebih besar hanya bisa tergugu dan terdiam. Kayak api yang disiram oleh es.


" Aku yang membuat kamu tersakiti. Aku yang membuat kamu menderita. Aku rela kalau kamu mau membunuh aku perlahan. Mana sini makanannya, aku habiskan. Supaya racunnya cepat bekerja dan aku mati perlahan dengan menderita. Apa kamu ga usah kasi aku obat, supaya aku lebih cepet ga adanya? Dan pasti aku lebih menderita, karena rasa sakit yang mendera." tanya Yara dengan nada lembut sambil mengambil makanan yang harusnya tadi ia habiskan.


" Kamu ingin aku ketahuan polisi? Kalau aku membunuhmu sedikit demi sedikit, maka polisi tidak akan tahu. Kalau kamu ga kukasih obat, maka suamimu yang kaya raya tapi suka selingkuh itu bisa memenjarakan aku karena tuduhan tidak merawat pasien dan pembunuhan terencana. " ejek Rangga diiringi dengan decakan kesal.


" Suamiku tidak berselingkuh, Rangga!!! Aku yang mengijinkan ia untuk memiliki anak dari Alana. Karena kamu tahu? Aku sudah tidak bisa memiliki anak!! Mereka sudah mengenal lama, jauh bahkan sebelum aku mengenal Narendra, suamiku. Dan menurutku kamu tetep aja kena pasal, Rangga!! Kan kamu yang culik aku. Pasti orang yang menyuruhmu akan membuat kamu juga ikutan masuk penjara." balas Yara dengan tampang mencemooh, sambil masih mencoba memaksakan diri untuk memakan makanan rumah sakit yang bagi Yara bagaikan makan seonggok tanah liat. Rangga memandang Yara yang terpaksa memakan makanan yang ia bilang dicampuri racun itu dengan raut senang. Ia lagi lagi bisa membohongi Yara dengan tipu muslihatnya.


" Kamu lupa aku sudah sering dibohongi dan dimanfaatkan? Seringnya dibohongi bikin aku lebih pintar. Aku sudah bikin surat pernyataan kalau aku ga ada sangkut pautnya dengan hal itu. Disitu ditulis bahwa tujuan ku hanya satu untuk kesembuhanmu. Ha ha ha.. aku pintar bukan?" tanya Rangga dengan narsisnya.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2