Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
115. Kritis


__ADS_3

Hai readerrrrs


Welcome back readersss


Thor berterimakasih buat readers sekalian yang sudah membaca cerita ini.


Thor tetep butuh vote dan like, juga gift yang banyak ya...


Thor selalu sempetin untuk up agar kalian bahagiaaa😆 walau ini agak molor molorrr waktu updtenya dan i am so sorry banyak typo karena ga pake edit langsung send.


Tetep ya vote yang banyak supaya thor semangat💪🏻💪🏻💪🏻dan like setiap sudah bacaaa yaaa,😘


. Author sangat amat berterima kasih buat readers yang sudah meluangkan waktu dan upaya buat nge vote tanpa paksaan karena berarti reader menghargai author yang sudah susah payah bikin cerita ditengah kesibukan yang ada. Sekali lagi makasihh💋💋


Oleh karena itu plissssss, jangan lupa like ( ini gratisssss) dan votee ( ini juga gratis kokkk) hanya butuh wktu sih buat like dan vote


😘😍😋


Jangan lupa vote like vote like vote like vote like😇😇😇


So jangan lupa vote dan like yaaaa


Happy reading!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


" Argghhh!"


Dor.. dorr.. doorr..


teriakan kesakitan bercampur suara senjata dengan peredam mewarnai ruangan kedap suara.


Lio langsung mendobrak masuk ke dalam ruangan kamar presidential suite itu. Lio membawa sepasukan polisi, karena ia emang sudah menghubungi Kompol Malik Arsyad yang memimpin penangkapan kepada orang yang ada di balik penculikan Yara dan yang melakukan korupsi dan pencurian asset milik perusahaan Saka yang di Penang dan Jakarta.


Lio langsung lemas seketika saat melihat Saka yang tergeletak bersimbah darah bersama laki laki yang membawa senjata dengan peredam di tangannya.


Kejadiannya emnag sangat cepat, perkiraan Saka sedikit meleset, emang ia bisa menghindari kepalanya untuk tidak tertembak tapi dadanya tertembak oleh peluru yang sempat ditembakan oleh laki laki yang mengacungkan senjata itu. Walau pun akhirnya Saka berhasil membalikkan keadaan dengan membalik tangan laki laki itu sehingga tembakan kedua mengenai tubuh laki laki itu sendiri. Para bodyguard laki laki itu hendak membantu mengalahkan Saka tapi Lio yang bertindak lebih cepat dengan mendobrak masuk kedalam membuat para bodyguard yang dibawa laki laki itu tidak mampu berkutik.


Polisi menemukan laki laki yang bertarung dengan Saka itu dalam kondisi yang tidak jauh beda dengan Saka. Laki laki itu jatuh dalam posisi tertelungkup dan mengeluarkan banyak darah. Walaupun begitu, laki laki itu masih dalam kondisi hidup. Dan laki laki yang tertembak itu adalah pak Burhan. Polisi langsung bertindak sigap dan membawa pak Burhan untuk segera dilarikan ke rumah sakit, begitupula dengan Saka.


Setelah Saka melihat bahwa keadaan sudah tertangani, ia langsung berkata dengan Lio.


***


Setiba di rumah sakit umum daerah yang merupakan rumah sakit yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara, Lio langsung menemui ibu dan Alana yang sudah menunggu disana, kebetulan Alana dan ibu emang sedang berada di luar rumah diantar supir untuk membeli kebutuhan Alendra di minimarket 24jam . Lio sudah menghubungi Alana saat Lio masih di hotel. Sedangkan Saka sudah dibawa masuk langsung ke UGD.


Alana dan Ibu yang melihat prosesi Saka masuk ke dalam UGD, sangat shocked. Saka yang bersimbah darah membuat ibu dan Alana menangis sejadi jadinya. Lio sangat kebingungan menghadapi dua wanita yang menangis bersamaan seperti ini. Ia langsung menghubungi ayah Langit yang memang belum pulang dari mengurus pekerjaan malam itu, Lio memohon tuan besarnya itu supaya segera datang untuk menghibur ibu dan Alana, yang jelas bukan keahlian Lio.


Sedangkan Lio juga harus meninggalkan Alana dan ibu Irsyana. Pak Burhan yang juga sudah masuk ke dalam rumah sakit tampaknya keadaaannya lebih mengkhawatirkan, karena peluru Lio dan pihak kepolisian masih melacak dimana pak Burhan menyembunyikan Yara. Karena ternyata Yara tidak berada disana. Kamar yang satunya yang awalnya ditengarai ada Yara disana ternyata hanya bullshit. Yara tidak ada disana. Kamar itu kosong!! Pak Burhan.harus tetap hidup, karena hanya dia yang tahu keberadaan Yara. Kompol Malik Arsyad yang menginterogasi keroco keroco pak Burhan tidak mendapatkan hasil apa apa. Para bodyguard yang dimiliki pak Burhan mengaku tidak tahu menahu mengenai penculikan Yara. Mereka bilang kalau mereka bukan yang menculik Yara, kemungkinan ada komplotan pak Burhan yang lain yang menculik atau yang mengetahui keberadaan Yara. Maka polisi juga menciduk Vella yang ada di apartemennya sedang bersiap menyambut kedatangan Saka. Tapi naasnya yang menjemputnya malah sekumpulan polisi untuk dimintai keterangan tentang keberadaan Yara dan juga tentang kejahatan pak Burhan.


" Keluarga pasien?" tanya seorang suster yang baru saja keluar dari ruang UGD.

__ADS_1


" Saya istrinya, sus!" kata Alana sambil mengusap air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya.


" Pasien membutuhkan darah golongan AB rhd negatif, tolong pihak keluarga bisa mengusahakan karena stok di rumah sakit ini dan PMI kosong. Pemilik golongan darah AB negatif dapat menerima donor darah dari semua golongan darah ber rhesus negatif. Hal ini berarti pemilik golongan darah AB- dapat menerima donor dari pemilik golongan darah O negatif, A negatif, B negatif, dan tentu saja sesama AB negatif. Jadi tolong keluarga bisa mengusahakan golongan darah seperti yanh saya sebutkan tadi. " jelas suster dengan terburu buru. Alana hanya terbengong mendengar perkataan suster, tapi mau nanya sama suster tadi, susternya sudah terburu buru minggat.


" Gimana Lana?" tanya ibu masih terisak. Lio kembali mengurus masalah yang ada di hotel bersama dengan pihak kepolisian.


" Saka butuh darah AB negatif atau golongan darah negatif lainnya. Lana ga tau darah Lana sih A tapi ga tau rhesus nya apa." kata Alana lagi.


" Pakai darah ibu saja, ibu AB negatif juga, mana susternya, suruh mereka ambil darah ibu dulu."


" Alhamdulilah... biar nanti suster juga cek darah Alana siapa tahu bisa dipakai, kitakan ga tau berapa kebutuhan Saka, bu!"


" Trus tadi Saka itu kok bisa kena seperti itu, gimana ceritanya sih Lana?" tanya ibu lagi.


" Lana juga ga tau bu, mungkin ada baiknya kita nunggu Lio. Lana tahunya Saka berusaha menyelamatkan Yara. Katanya Yara diculik oleh orang ini , bu!"


" Astafirulllahhh Saka ini kok ya ga pake perlindungan yang baik, gimana sih?. Tapi alhamdullilaahhh juga, jadi Yara udah ketemu kan, Lana?" cecar ibu dengan penuh syukur.


" Itu bu, susternya yang tadi kita langsung aja di cek. Keselamatan Saka ditangan darah ibu. Nanti kita bisa nanya Saka kalau dia udah sadar, bu." kata Alana sedikit kalut, pusat pikirannya saat ini adalah Saka. Apakah Saka bisa selamat? Apakah Yara selamat?


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2