
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
"Aku masih belum bisa move on dari Alana, jadi meski secantik apapun gadis yang akan jadi teman kencan butaku, aku gak bakalan terpengaruh." gunam Indra di depan kaca sesaat sebelum ia berangkat ke resto X di meja no 29.
Jam dinding masih menunjukan pukul 18.00, seusai kerja ia selalu menyempatkan ke paviliun mama Lina, tujuannya hanya satu untuk memandangi Alana dari jauh. Sekalipun ia akan berkali kali sakit hati karena melihat Saka yang dengan sengaja mempamerkan kemesraannya dengan Alana.
"Loh, Ndra, kamu mau pergi?" tanya mama Lina dengan nada kaget, ia memandangi Indra yang tampak tampan dengan kemeja warna hitam yang digulung se siku dan celana bahan warna hitam.
"Iya, ma. Indra mau memenuhi keinginan papa untuk kencan buta dengan cewe yang tidak Indra kenal di resto X." jelas Indra dengan raut malas.
"Oh ya sudah, mama doakan kamu berjodoh dengan gadis itu ya, mama yakin papa kamu gak akan salah dalam mencarikan pendamping buat kamu." kata mama Lina, Ia bukannya tidak tahu kalau anak angkatnya itu suka dengan Alana, tapi Indra gak bisa selamanya hanya terjerat dengan bayang bayang Alana saja, ia harus segera mendapatkan pendamping yang baik dan cocok untuk dirinya.
"Ma, mama kan tahu kalau hati Indra sama siapa?" katanya lesu. Mama Lina lalu menarik tubuh anak angkatnya itu dan mendudukan nya di kursi sofa, rupanya mama perlu berbicara dari hati ke hati, ia gak mau Indra terus menrus tersakiti dengan melihat Alana dan Saka bahagia.
"Mama tahu, makanya mama mengajak kamu untuk keluar dari hal hal yang akan menyiksa kamu nantinya. Mama sudah mengangkat kamu jadi anak mama, mama mau kamu juga bahagia dengan pendamping yang mencintai dan menghargai kamu sepenuhnya, bukan dengan wanita yang bahkan tidak pernah menganggapmu ada." kata mama dengan lembut, inilah yang Indra rindukan wejangan dari seorang ibu. Ia gak pernah mendapatkan ini seumur hidupnya.
"Ma, andai saja.."
"Udah ga usah berandai andai. Mama doakan kalau memang ini jodoh kamu maka akan disegerakan, Aminnnn" kata mama Lina sambil dengan segera mendorong Indra untuk segera berangkat, mama Lina tahu kalau Indra sudah mengerti dengan apa yang ia maksud.
__ADS_1
"Baiklah , ma. Asalamuaalaikum.."
"Waalaikumsalaammmm, bawakan mama calon mantu ya." pesan mama Lina dengan senyum lembutnya. Indra mencium tangan wanita paruh baya itu dan memluknya sambil berbisik.
"Gak janji!!" setelah mengeluarkan bisikan itu, Indra langsung ngeloyor keluar menghindari cubitan dari mama angkatnya yang gemas melihat tingkah anak angkatnya itu.
***
Indra sudah menunggu kira kira setengah jam di Resto X, dan waktu juga sudah menunjukan kalau sudah jam 19.15, emang sih Indra datengnya kecepetan 15 menit, tapi ini bener bener karet dan tidak on time. Indra sudah mencoret gadis itu dari list nya, karena tidak tepat waktu, padahal kalaupun gadis itu tepat waktu, ia juga mungkin ga bakalan memasukan gadis itu dalam list nya, ingat ia masih belum bisa move on dari Alana, jadi semuanya akan tetap ia bandingkan dengan Alana.
"Maaf maaf saya terlambat. Jalanan macet soalnya." kata seorang gadis cantik yang mungkin usianya baru 17 tahun, terlihat imut dan menggemaskan dengan rambut panjang yang sedikit curly dibawah dan warnanya hitam, yang sungguh terlihat modis dan menarik. Wajahnya cantik, hidungnya mancung, wajahnya mirip artis Korea Song Hye Kyo, kulitnya putih banget. Indra sampai ternganga melihatnya. Cantik sih! batinnya, tapi nauzubillah min zalik, ini kan masih kecil, ntar aku bisa dianggap sebagai pedofil deh.
"Hmm, sudah ngerjain PR belum?" tanya INdra dengan nada mencemooh. Ia sudah berusia kepala 3, masa ya kalau jadi dia akan disandingkan dengan anak remaja sih. Papa keterlaluan!!
"Hah? MAksudnya?" tanya gadis itu dengan pandangan bertanya tanya, nafasnya aja masih ngos ngosan jadi ia masih belum ngeh ketika disindir oleh Indra.
"Iya, lalu?"matanya yang agak sipit membelalak bingung.
"SMA mana?"tanya Indra lagi masih dengan tatapan mencemooh. Hadehhhh yang bener aja aku masa bakal pacaran dengan anak SMA sih!!
"Kok SMA sih, aku sudah kuliah di Manajemen Informatika, sudah kerjain skripsi dan sebentar lagi saya lulus." jelas gadis itu masih dengan tatapan bingung.
"Umur?" tanya Indra lagi, wah pinter banget masa usia 17 tahun udah hampir lulus kuliah, emang masuk kuliah usia berapa? Luar biasa!!
__ADS_1
"22tahun bulan Desember ini. By the Way, ini Resto X kan?' tanya gadis itu dengan wajah bingung, ia takut kalau salah masuk restoran.
"Iya!"
"Ehm, nomer mejanya bener no 29, kamu dokter Indra kan?' tanya gadis itu memastikan.
'Iya, kenpa sih?'" gantian INdra sekarang yang jadi bingung.
"Engga soalnya saya takut kalau salah masuk ruangan Resto, soalnya saya berasa ikut interview nglamar keja, padahal kan kesini cuman ketemuan aja kan?" tanya gadis itu sambil tertawa canggung.
"Ha ha ha, kamu lucu nya garing! Saya disini juga untuk memenuhi keinginan papa saya untuk kencan buta dengan kamu, eh saya tadi takut saya pikir kamu anak SMA, saya kan ga mau dianggap pedofil."
"Ha ha ha sayangnya tadi saya juga takut salah masuk resto, saya pikir kok malah ketemunya sama bapak bapak kepala HRD yang biasa menginterview karyawan yang baru masuk." balasnya dengan senyum manis di wajahnya, sumpah demi apapun, ia tampak imut dan menggemaskan, tapi perkataannya ga terdengar sarkas walau Indra yakin ia hanya ingin membalas perkataannya yang meremehkan usianya.
"Maaf maaf, saya bukan meremehkan, anggap itu sebuah pujian kalau kamu masih tampak muda, gitu?' lanjut Indra dengan nada gak enak, walau ia juga ga bakalan mau kalau dijodohkan dengan gadisi ini tapi setidaknya ia menolaknya dengan elegan bukan dengan penghinaan macam tadi.
"No problem, maafkan saya juga, saya ga bermaksud untuk menekankan usia anda sudah tua eh maksud saya lebih senior dari saya." balas gadis itu dengan nada tenang.
"Baiklah bisa kita lanjutkan saja acara makan ini? Soalnya setelah itu saya mau pulang." kata Indra dengan nada sebal, karena gadis itu masih saja membahas kalau dirinya sudah tua. Padahal wajahnya masih terlihat tampan dan berkarisma, ia bukannya gak bisa cari pacar tapi karena ia belum mau saja, seandainya Alana belum bersama Saka tentu hal itu menjadi sangat mudah.
.
.
__ADS_1
.
TBC