Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Episode 58. Godaan *


__ADS_3

Alana hanya bisa memukul pelan dadanya agar rasa sesak dalam dadanya itu hilang. Saka menarik tangan Alana yang memukuli dadanya sendiri, mengecupnya dan menaruh tangan Alana didadanya, agar Alana tidak lagi menyakiti dirinya sendiri. Saka juga merengkuh tubuh Alana untuk dipeluk dengan erat. Jadi mereka berdua berpelukan dalam keadaan setengah polos, tanpa melakukan apa apa. Hanya berusaha menghirup sebanyak banyaknya aroma tubuh masing masing yang menenangkan. Alana tampak lebih tenang dalam dekapan Saka yang memeluknya dengan rasa cinta. Sedangkan Saka tampak termenung dan hanya berusaha memahami keadaan Alana dalam diam.


" Mandi yuk, aku mandikan kamu, trus kita akan makan. Mau makan diluar apa disini?" tanya Saka lembut, sambil menarik dagu Alana agar memandang akan dirinya. Alana memandang wajah suaminya dengan perasaan memuja. Ia mencintai Saka, tapi cinta Alana pada Saka begitupula sebaliknya adalah cinta yang rumit.


" Hmm." Alana kemudian mengangguk pasrah saat Saka menggendongnya ala bridal menuju kamar mandi, mendudukannya di closet kamar mandi sementara Saka dengan piawai mencampurkan aromatherapy di bathtube air panas.


" Mau kumandikan? Atau kamu mau mandi sendiri." tapi Alana hanya diam dan memandang Saka sambil menaikkan kedua tangannya ingin kembali digendong untuk masuk ke dalam bath tube yang sudah mengeluarkan aroma harum dari aromatherapy yang di bubuhkan Saka, pertanda ia ingin dimandikan saja oleh Saka.


Saka mengerti, dia langsung membuka pakaian yang tersisa di tubuh Alana, menampilkan keindahan tubuh Alana yang polos tanpa sehelai benang dengan perut yang sedikit membuncit. Saka mengelus perut buncit Alana sekedar ingin menyapa anaknya. Kemudian menggendongnya masuk ke dalam bath tube yang sudah siap menerima tubuh Alana.


Saka hanya menelan salivanya dengan cepat, karena ada sesuatu di dalam celana panjangnya sudah meronta ingin dipuaskan, saat memandang tubuh Alana yang polos. Namun Saka menahan hasratnya untuk menggauli Alana, karena ia tidak mau kalau Alana menganggap dirinya hanya menginginkan tubuh Alana sebagai pemuas nafsunya saja. Ia mencintai Alana, dan kepuasannya yang diraih saat bercinta dengan Alana menurutnya adalah salah satu bonus saja.


" Bby, apa kamu masih marah?" tanya Alana sambil menatap celana panjang Saka yang masih setia melekat di tubuh Saka, padahal celana itu sudah basah terkena air saat memasukkan Alana ke dalam bathtube.


" Enggak. Kenapa kamu berpikir begitu?" tanya Saka dengan raut wajah heran.


" Kenapa kamu masih pakai celana? Emang kamu sudah gak mau mandi sama aku?" tanya Alana dengan raut wajah sedih.


Wanita dan kehamilan itu memang sukses membuat laki laki yang mencintainya dibuat bingung. Diajak bercinta, nanti dipikir hanya dijadikan pemuas nafsu saja. Kalau gak diajak bercinta, dipikir suaminya gak peka dan sudah gak cinta lagi. Saka hanya menepuk jidatnya dan mengelus dadanya. Ia memandangi Alana dengan penuh sayang.

__ADS_1


" Lala sayang, aku mencintaimu. Aku hanya takut kalau kamu kecapean, lihat nih Junio dari tadi sudah merindukan meledak di sarangnya. Tapi aku menahan diri, supaya kamu dan dedek nyaman. " ujar Saka lembut, sambil menunjukan Junio yang tampak tegak menjulang dibalik boxernya, setelah Saka melepaskan celana panjangnya yang basah.


" Ehm tapi kayaknya dedek pingin sama daddy." sahut Alana mengkode, wajahnya yang mungil tampak merona, menahan malu.


" Dedek yang kangen apa mommynya? " goda Saka sambil mencubit hidung Alana yang mancung, lalu mencium bibir Alana sebelum Alana protes.


" Dua duanya." sahut Alana terengah setelah Saka melepaskan bibirnya agar dia dapat bernafas. Alana membelai Junio yang berdiri, dan melepaskan boxer Saka dengan gaya sensual. Darah Saka berdesir tak terkontrol, menerima belaian tangan Alana yang tampak sangat seksi dalam melancarkan rayuan.


" Arggh, dont do that, sayang. Junio bisa sangat menuntut dan liar kalau kamu teruskan, dan aku tak kan pernah bisa menahan Junio lagi sesudahnya." racau Saka sambil menahan tangan Alana yang membelai Junio yang sudah benar benar on.


" Hmm.." Alana hanya mendesah sebagai jawaban, bahkan melakukan sesuatu yang bahkan belum pernah dilakukannya bersama Saka. Alana memanjakan Junio dengan lidahnya dan menghisapnya, sambil matanya tetap memandang ekspresi Saka yang terkejut. Perlakuan Alana membuat Saka sudah tidak lagi bisa menahan gejolak gairah yang sudah naik di level tertinggi.


Keduanya sama sama melepas rindu, dan menghempaskan seluruh ombak gairah mereka di dalam bath tube. Segala macam racauan, desahan dan teriakan nama mereka masing masing mewarnai sepanjang pergulatan sengit antara Saka dan Alana. Sehingga mereka mencapai klimaks yang mereka inginkan, bahkan Alana tidak terhitung lagi berapa kali meledak dalam kenikmatan bersama suaminya.


Acara mandi bersama yang seharusnya bisa dilakukan selama setengah jam, selesai dalam waktu 2 jam. Itu juga kalau perut Alana tidak berbunyi karena lapar, mungkin Saka belum melepaskan Alana yang menurutnya sekarang menjadi begitu menggoda dan lebih menggairahkan dari sebelumnya.


" Bby, capek." rengek Alana sambil menyandarkan kepalanya di dada Saka, saat Saka sudah selesai membalut tubuh Alana dengan handuk dan menggendongnya ke ranjang mereka.


" Salah siapa tadi menggoda goda Junio. Aku kan dah bilang, Kalau Junio lepas, aku gak sanggup menahannya. Apalagi kamu sekarang terlalu nakal, belajar darimana kamu?" tanya Saka dengan tatapan tajam menyelidik.

__ADS_1


" Ya belajar dari internetlah, bagaimana cara menyenangkan suami. Masa aku belajar dari Irvan..." belum selesai Alana berbicara, bibirnya sudah disambar oleh bibir tebal Saka yang menciumnya dengan panas dan menuntut.


" Jangan sebut nama cowo lain didepanku. Aku gak suka!" sergah Saka dengan menahan emosi yang tiba tiba menggelegak. Saka cemburu, apalagi Irvan adalah orang yang pernah mengisi kehidupan Alana. Alana hanya tersenyum, ia tahu Saka cemburu dengan Irvan. Ia sengaja mengatakan itu hanya untuk menggodanya saja.


" Jangan marah. Tapi aku harus jujur, hatiku hanya untuk seseorang yang sudah mencurinya dari awal. " ujar Alana sambil tersenyum.


" Siapa? Irvan?" sergah Saka dengan tatapan tidak suka.


" Daddynya Genta lah. Siapa lagi?" lanjut Alana masih dengan senyumnya yang manis.


"Alanaaaaaaa. Kamu sudah mulai nakal ya. Suka godain Junio. Awas kamu." ujar Saka sambil memeluk Alana dan menggelitik pinggangnya, yang membuat Alana meronta kegelian sehingga handuk yang membalut tubuhnya pun terbuka, mempertontonkan tubuh Alana yang putih mulus.


Lagi lagi Saka hanya bisa menelan salivanya berkali kali, supaya ia bisa menahan diri tidak kembali menyerang istrinya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2