Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
113. Musuh dalam selimut


__ADS_3

Hai readerrrrs


Welcome back readersss


Thor berterimakasih buat readers sekalian yang sudah membaca cerita ini.


Thor tetep butuh vote dan like,


Thor selalu sempetin untuk up agar kalian bahagiaaa๐Ÿ˜†


Tetep ya vote yang banyak supaya thor semangat๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿปdan like setiap sudah bacaaa yaaa,๐Ÿ˜˜


Author sangat amat berterima kasih buat readers yang sudah meluangkan waktu dan upaya buat nge vote tanpa paksaan karena berarti reader menghargai author yang sudah susah payah bikin cerita ditengah kesibukan yang ada. Sekali lagi makasihh๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


Oleh karena itu plissssss, jangan lupa like ( ini gratisssss) dan votee ( ini juga gratis kokkk) hanya butuh wktu sih buat like dan vote


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜‹


Jangan lupa vote like vote like vote like vote like๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡


Happy reading!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Vella mengangguk angguk senang sambil menyibakkan rambutnya yang panjang. Vella yakin dengan pengaturan yang diberikan pamannya. Ia yakin Narendra idolanya akan jatuh di ranjang yang sama dengannya.


" Vel, kamu hanya harus mempersiapkan diri. Malam ini kamu harus menemui Narendra. Kamu harus bisa membuat Narendra berhubungan intim dengan kamu. Malam ini jadikanlah Narendra milikmu. Rekaman kamera akan om persiapkan. Kita jebak si casanovva supaya bertekuk lutut dibawah kaki kita. Ha ha ha ." kata pak Burhan lagi dengan tawanya yang menyeramkan.


***

__ADS_1


" Kamu sudah merekam semua aktifitas itu?" tanya Lio dengan anak buahnya yang ditugasi untuk menyadap Burhan dan Vella. Terutama Vella. Selama ini bukannya Lio dan Saka tidak tahu keinginan pak Burhan untuk menguasai perusahaan baru Saka yang di Penang dan Jakarta.


Setelah melaporkan mereka berdua kepada pihak yang berwajib, Lio lebihh intens lagi memantau pergerakan musuh dalam selimut yaitu pak Burhan dan Vella. Lio tahu Vella hanyalah pion yang digerakkan oleh pak Burhan tapi niatannya untuk memiliki seorang Narendra membuat Lio tiba tiba menjadi sangat illfeel. Kok ada wanita yang begitu murahannya, batin Lio dengan jijik.


Kadang Lio membandingkan wanita wanita itu dengan Alana. Ia juga sudah mengenal Alana bahkan sebelum Alana menikah dengan Irvan. Karena Alana dan Saka berteman dari kecil. Alana yang gigih, Alana yang kuat, Alana yang cantik, Alana yang cerdas, itu yang Saka selalu katakan kepadanya. Membuat Lio seperti mengenal Alana dengan dekat, padahal ia hanya mengenal Alana dari Saka. Jarak 2 tahun usia nya yang lebih tua dari Saka dan Alana membuat dirinya memang tidak bergaul dengan mereka. Selain tidak sebaya Lio juga minder dengan statusnya yang hanya sebagai anak angkat di keluarga Perdana. Ia selalu memposisikan dirinya sebagai pegawai di rumah besar Perdana.


Saat ini Lio merasa, hal ini perlu dilaporkan kepada Saka. Ini menyangkut Alananya Saka. Paska hilangnya Yara, Saka memantau seluruh pergerakan musuh musuhnya dan mengatur bisnisnya dari rumah. Ia tidak mau kecolongan lagi. Ia menjaga Alana, Genta, Alendra dan ayah ibunya dengan sangat ketat. Ayahnya juga tidak ia ijinkan berangkat ke Kalimantan. Ia tidak peduli kalau nantinya pembangunan resort di Kalimantan akan mengalami sedikit kendala karena tidak hadirnya ayah Langit disana. Saka merasa kayaknya ada musuh dalam selimut yang mengintai keluarganya.


" Bos, ada perkembangan baru tentang pak Burhan dan Vella. Mereka sepertinya memiliki sesuatu ditangan mereka. Sesuatu yang bakalan bisa buat nekan bos untuk menyerahkan perusahaan. "


" Apa sih yang mereka miliki?" tanya Saka sambil berpikir keras.


" Belum jelas sih, bos!! Mungkin mereka mau menculik nona Alana. Karena kita juga mendengar mereka bicara tentang Alana. Hati hati. Oh ya bos.. mungkin mereka berencana menjebak bos agar tidur dengan Vella. Mungkin malam ini.Hati hati jangan sampai terjebak. " kata Lio dari ponsel di tangannya. Padahal Saka dan Lio ada di rumah yang sama, cuman untuk tidak menimbulkan kecurigaan bagi Alana dan yang lainnya Saka dan Lio menggunakan ponsel sebagai alat komunikasi.


" Baiklah aku mengerti. Perkembangan lebih lanjut kamu langsung kabari aku. Kalau ada pergerakan aku langsung kasih tahu kamu untuk jalananin plan B yang sudah kita rancangkan untuk menangkap tangan perbuatan mereka." kata Saka dengan geram. Ia menhana amarahnya yang sudah sampai di ubun ubun. Tapi ia harus tenang. Ia menerima panggilan telepon dari Lio di balkon luar kamar tidurnya bersama Alana. Alana mendengar sedikit demi sedikit apa yang dikatakan oleh Saka dan menyambung nyambungkannya dengan kecerdasan intelektualnya. Ia tahu Saka oasti menyembunyikan sesuatu.


" Bby, telepon dari siapa?" tanya Alana dengan lembut.


" Tidak, ada apa Lio membangunkan kamu malam malam begini?" tanya Alana menyelidik.


" Bukan hal penting. Hanya melaporkan perusahaan yang sedang sedikit genting."


" Kenapa." tanya Alana lagi.


" Biasa sayang, tikus perusahaan ingin mengancam. Sebenernya sudah dilaporkan oleh Lio dan sudah.dilakukan pemanggilan mereka sebagai tersangka. Eh tapi mereka ingin mempermainkan aparat negara dengan mengancam aku sayang."


" Mengancam kamu? Apa yang ingin mereka lakukan.?" kata Alana dengan mata yang membulat sempurna. Menggemaskan !! itu satu kata yang bisa menggambarkan betapa Alana tampak selalu menggairahkan dimata Saka. Bahkan dadanya yang semakin besar dan menggoda selalu menjadi favorit Saka saat pertempuran bersama Alana.


" Kamu tahu gak titik lemahku itu apa?" tanya Saka.

__ADS_1


" Gak tahu!"


" Kamu dan keluargaku. Kalianlah kelemahanku. Makanya selama beberapa waktu ini aku sangat protektif sama kamu dan keluarga, apalagi kasus Yara belum terselesaikan." bisik Saka sendu


" Bby, sabar ya! Kita pasti bisa menemukan Yara." kata Alana sambil memeluk Saka yang malam itu terlihat rapuh.


" Kamulah yang membuatku kuat, Lala sayangku. " biskk Saka di telinga Alana yang sangup membuat kaki Lana melemas seketika.


" Bby, arggh" desah Alana saat Saka sudah mulai mencium cuping telinga Alana. dan menjilatnya dengan intens.


Drrt drrt..


Ponsel Saka berbunyi. Ia melihat ID caller yang tercetak disana. Nomor yang tidak dikenal. Saka langsung mengangkat telepon itu.


" Halo?"


"..."


" Berita tentang apa?"


" ..."


" Baiklah! SMS kan dimana saya harus menemui anda! Besok malam saya akan kesana sesuai permintaan anda. Tapi ingat, kalau anda tidak membawa sesuai apa yang kamu janjikan, maka kamu akan menerima akibatnya."" sergah Saka sambil menutup ponselnya dengan amarah yang memuncak. Tebakan Lio sangat tepat. Mereka mengancam akan melukai keluarga Saka yang ada di tangannya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2