
Hai gengs...
thor kembali lagi membawa update.
Karena kesibukan mungkin thor hanya bisa berusaha setiap hari update, belum bisa crazy update.
Bakal end dalam beberapa episode lagi, tapi jangan lupa tetep vote dan like yaaaa.
Makasi banget buat voters aku. Tanpa kalian, aku hanya remahan rengginang. 😂😂
Jangan lupa di..
like like like like like like like
like like like like like like like
Dukung thor dengan
vote vote vote vote vote vote
vote vote vote vote vote vote
jangan lupa juga buat baca karyaku yang lain ya....
Terjebak dalam tubuh Keyra.
Menikah dengan ipar
Rasa itu masih ada.
Kalau mau ikut di grup untuk dapet poin gratis dariku juga silahkannnn.
Yukk langsung baca aja.
Happy reading.
Salam dari thor cantik pengemis like dan vote. Muachhhhhh muach 💓💓
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Panik, Khawatir, Bingung bercampur jadi satu. Saka sudah tidak lagi bisa berpikir dengan baik. Ia ingin segera balik ke Indonesia mengatasi keruwetan rumah tangganya dengan Alana. Bom waktu yang selama ini disimpan Alana meledak sekarang. Saat ini langsung terbayang pikiran saat Alana minggat di Singapura, jujur Saka takut kehilangan Alana. Saka sampai bengong, ia juga lupa kalau masih tersambung dengan panggilan ayahnya.
"..."
" Yah, Saka tutup teleponnya dulu. Saka berharap bisa menyelesaikan permasalahan dengan Alana secepat mungkin."
" ..."
" Baiklah, Yah. Waalaikumsalaammm.." ujar Saka menutup percakapan dengan ayahnya dalam galau dan bimbang. Kepalanya tambah nyut nyut an. Bumi yang dipijak Saka seakan berputar. Seakan kakinya sudah tidak ada dayanya lagi.
Lio dan Alex memandang bosnya yang masih setia dalam diam dan membisu. Wajahnya tampak resah, bingung, gelisah, galau, merana, bercampur menjadi satu.
Saka masih mempertahankan kedaan itu dalam setengah jam, sampai akhirnya Lio menegurnya. Mereka tidak tega melihat wajah bos mudanya dalam keresahan akut.
" Bos, are you okey?" tanya Lio hati hati. Wajah bosnya tambah pucat. Mungkin sakit di kepalanya tambah membuncah.
" Yo, apakah menurutmu aku ini kurang adil dengan istri istriku? Hahhh!!! " Lio tahu Saka tidak butuh jawaban darinya. Lio dn Alex hanya diam dan memandangi bosnya yang tampak kalut.
" Yo, cari Alana sampai dapat. Lex, aku bakal lama di Indonesia. Kamu urus kerjaan disini sampai aku balik. Kepalaku pusing banget."
" Bos, makan dulu. Mungkin Bos pusing karena belum makan. Lagian kalau mau minum obat, bos harus makan dulu. " saran Lio dengan nada seoerti biasanya, datarrr.
" Mana bisa aku makan kalau Alana menghilang kayak gini? Apa ia pergi karena aku kurang merhatiin dia akhir akhir ini? Tapi mestinya dia juga tahu aku ini bekerja agar masa depan keluarga kita aman tentram sejahtera (kayak program PKK) dan juga Genta dan adiknya dan mungkin adik adiknya lagi akan menikmati hidup yang bahagia. Bukankah begitu Yo?" kata Saka kepada Lio sambil memejamkan kedua matanya, merasa lelah dengan keadaan yang ia hadapi sekarang.
"Bos, makanlah dulu. Kalau Bos tidak makan, tidak akan punya tenaga untuk mencari nona Alana kan?" kata Lio menasehati Saka dengan nada yang masih datarrrr saja.
"Bos, menurut saya, bagi wanita, apalagi wanita hamil seperti nona Alana, ada yang lebih penting dari harta, mereka lebih suka perhatian dan kasih sayang. Bos kan tahu sendiri, nona Alana bukan penggila belanja, bukan orang yang suka menghamburkan uang, bahkan mungkin kalau kartu kredit atau kartu debitnya dibuka pasti gak akan berkurang sepeserpun."kata Alex menasehati Saka, mata Saka terbelalak seperti hendak copot dari tempatnya. Alex langsung menciut, ia takut Saka akan memecatnya gara gara ucapannya yang tadi, padahal dia masih memiliki cicilan rumah mewah dan mobil yang belum lunas terbayar.
"Bos, maaf kan saya bos. Saya hanya memberi masukan saja. Bos jangan marah." ujar Alex terbata bata.
"Yo, Alex memberi ide bagus, kenapa kamu gak ngecek kartu kredit dan debitnya Alana. Kita lihat dia kemana?"
kata Saka sambil menepuk bahu Alex berterimakasih. Alex menarik nafasnya lega karena gak jadi dipecat oleh Saka.
"Bos, langkah itu sudah kuno. Saya udah cek itu sebelum Bos suruh. Nona Alana sama sekali tidak menggunakan kedua kartu kredit unlimited dan debitnya pun tidak ada pergerakan yang berarti." decih Lio dengan pandangan meremehkan kepada Alex. Sedangkan Alex yang tidak tahu menahu masalah seperti itu menjadi keheranan kenapa kedua orang yang dihadapannya itu malah memandangi nya dengan wajah meremehkan.
__ADS_1
"Dead end again, Yo. Ayo kita pulang sekarang." kata Saka dengan wajah lusuh dan lesu.
"Bos, makanlah dulu. Ini obat yang bos minta." ujar Lio sambil menyodorkan obat yang diminta oleh Saka tadi, mau gak mau Saka balik ke meja untuk meraih makanan yang tersedia disana agar dia bisa segera minum obat sakit kepala, Sakit kepalanya sungguh menyiksa. Sebenernya Alex dan Lio pun lapar maka tanpa sungkan mereka langsung menyantap makanan yang tersedia. Gara gara bosnya galau mereka ikut kelaparan. Nasib seorang bawahan.
***
" Via, kok sudah jam segini bos kamu belum pulang ya? Apakah di kantor sedang sesibuk itukah? " tanya Yara kepada pengawal pribadi yang dikirim saka untuk menemani nya setiap hari.
"Saya gak tahu bos, Setahu saya kantor lagi banyak masalah. Bahkan terakhir yang saya dengar ada penggelapan dana yang dilakukan oleh mantan direktur keuangan ditempat yang Bos besar sedang ambil alih sahamnya. " kata Via dengan nada hormat. Ia adalah pengawal wanita yang disewa untuk melindungi keselamatan Yara dan yang menemani Yara dalam keseharian.
"Kok kamu bisa tahu?" tanya Yara dengan nada ingin tahu. Bagaimana seorang pengawal malah lebih tahu daripada dirinya yang notabene adalah seorang istri bos besarnya.
"Ada pengawal yang sering ikut bos besar, namanya Sergio dan Vernandes, mereka yang sering menginfokan pengawal yang lain untuk tetap waspada." kata Via lagi menjelaskan.
"Apakah Alana juga mempunyai pengawal kayak aku ini?" tanya Yara dengan nada ingin tahu.
"Tentunya ada dong nona bos. Apalagi keselamatan nona Alana dan anak yang dikandungnya, pasti menjadi prioritas bagi kami pengawal yang disewa oleh bos Rendra." ujar Via lagi.
"Pengawal cewe kayak kamu emang ada berapa sih?" tanya Yara ingin tahu. Ternyata orang kepo itu banyak ya...
"Ada banyak sih, bos. Cuman di tempat nona Alana, bukan pengawal cewe tapi cowo semua, karena pengawalannya diluar rumah, nona Alana hampir tidak pernah keluar dari rumah tuan besar."
"Alana gak pernah keluar rumah?" tanya Yara dengan nada heran, mana bisa, berarti Alana dan dirinya gak jauh beda. Sama sama gak pernah bisa keluar keluar.
"Begitu info para pengawal bos besar Narendra Sakabumi."
"Kok kamu bisa selalu update begitu?" tanya Yara lagi.
"Iya bos, kan ada Grup Line para pengawal, jadi kita harus selalu waspada."
"Carikan info bos besarmu dimana? Kok belum pulang sampai sekarang?"
.
.
.
__ADS_1
TBC