Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
99. Nenek Cantik


__ADS_3

Hai gengsss... ketemu sama author centil pengemis like dan vote yaaa.


Readers yang baca klik vote dan likenya dongg πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Yang udah vote ... i lap yu pullllll


Mau sedikit cerita ya, jadi ini itu harus diedit dan di revisi ulang, karena ada sedikit mis komunikasi dri awal saja. Jadi ini ceritanya harus diselesaikan di satu buku.. ntar penjabaran disana. Karena belum bisa edit beneran jadi yang buku satunya dipindah langsung kesini.


Oleh karena itu plissssss, jangan lupa like ( ini gratisssss) dan votee ( ini juga gratis kokkk) 😭😭😭... biar review dan updatenya bisa cepet.


πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜‹


Jangan lupa vote like vote like vote like vote likeπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Sambil nunggu update, bisa cek karya thor yang lain.😘


So jangan lupa vote dan like yaaaa


Happy reading!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saka langsung berteriak sebelum ruangan VK ditutup sempurna.


" Lio, hubungi ayah dan ibu!!" teriaknya kepada Lio yang masih ada di luar ruangan VK., membuat Lio cepat tersadar dan melakukan apa yang dipinta oleh Saka segera.


Setelah ponselnya tersambung, Lio langsung berbicara dengan orang yang di teleponnya.


" Assalamuaalaikum Ibu, Alana masuk ruang VK."


" ..."


" Bukan ruangan VIP, ibu! Ruangan VK itu ruang bersalin." jelas Lio lagi.

__ADS_1


" ..."


" Lio ga tau bu, kayanya air ketubannya sudah rembes, dan disuntik antibiotik serta pemacu." jelas Lio lagi. Sesuai dengan apa yang ia dengar dari suster yang memberinya info tadi.


".."


" Bos Sak... maksud saya Saka sudah masuk kedalam ruangan persalinan. Karena nona.. eh Alana minta ditemani oleh Saka dalam persalinannya." sambung Lio lagi ketika ibu menanyakan dimana Saka berada.


"..."


"Ayah dan Ibu diminta datang. Saya gak tau, bu. Tadi Saka juga ngomong mau kasih surat pernyataan. "


".."


" Iya bu, segera datang sama ayah ya, bu! Waalaikumsallaammm. " kata Lio sambil menutup sambungan teleponnya.


Lio pun mondar mandir di depan ruangan VK, ia menunggu ayah dan ibu Saka.


Lio pun semakin resah. Kenapa hatinya rasanya resah. Akan ada apakah yang terjadi?


Lio berusaha duduk di kursi yang disediakan di selasar lorong ruangan VK, Lio berharap Saka cepat keluar. Lio menghalau rasa resahnya dengan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Saka untuk menyelidiki dokter Indra dan memantau pergerakan tikus tikus perusahaan yang sedang berusaha untuk mencuri bahkan menggulingkan perusahaan Saka yang ada di Penang. Lio sedikit teralihkan.dengan mengerjakan tugas tugasnya. Tiba tiba..


" Liooo!! Apa yang terjadi dengan Alana?" tanya ibu yang tergopoh gopoh berjalan cepat menuju Lio yang duduk bersender di sebuah kursi rumah sakit yang ada di depan ruangan VK.


" Ibu, datang kemari sendirian?" tanya Lio tak menghiraukan pertanyaan ibu Irsyana.


" Sayang, kamu mbok ya jangan berlari lari. Kamu itu sudah ada umur. Harus agak hati hati, bu." kata ayah yang sudah menyusul ibu yang lebih dulu sampai ke hadapan Lio sambil sedikit mengatur nafasnya. Kehadiran ayah membuat Lio menarik nafas lega. Ia tidak bisa menghadapi ibu seorang diri. Ayah lebih mudah diajak ngomong karena ayah tidak berpihak. Kalau ibu pasti ia akan membela Alana dan mempersalahkan Saka.


" Liooo, kamu itu ditanya sama ibu kok gak jawab, malah bengong! Alana dimana dan kenapa?" tanya ibu sambil memukul dada Lio yang hanya terdiam seakan lagi mencari cari alasan yang tepat untuk berkata kata dengan ibu.


" Alana mungkin proses nglahirin,bu. Lio juga gak tahu. Soalnya tadi dokter sempet ngomong pribadi sama Saka. Setelah ngomong sama dokter itu trus Saka ilang, Lio cari gak ada, karena Alana tiba tiba mengeluh sakit sekali diperutnya. Untung dokter dan suster masih observe Alana di sini, jadi Lio gak khawatir, karena Alaan terus dibawa ke ruang VK. Tapi kayaknya tadi waktu mau bawa Alana, dokternya khawatir banget. Saka pun dalam kondisi yang memprihatinkan saat ketemu Lio. Begitu Lio info kalau Alana di ruang VK, Saka juga langsung lari ke ruangan ini, trus masuk dalam tapi sebelumnya ia pesan untuk menghubungi ibu dan ayah." jelas Lio tanpa jeda, dalam sekali tarikan nafas saja. Membuat ibu dan ayah agak bengong karena cepet banget penjelasannya Lio.

__ADS_1


" Lio, kamu itu kalau jelasin sama orang tua itu yang bener. Kamu ngomong udah kayak kereta api eksekutif yang super cepat. Jadi Alana ini proses nglahirin? Kan belum waktunya? Katanya 3-4 minggu lagi?" tanya ayah dengan heran. Emang bisa ya nglahirin kok maju mundur cantik gitu? pikir ayah Langit.


" Ayah, kandungan Alana agak bermasalah, kayaknya dedek udah gak sabar ketemu necannya. " kata ibu dengan raut gembira sambil bertepuk tangan.


" Necan? Opo to kui? " tanya ayah lagi, maklum ayah Langit itu gak ngerti dengan bahasa bahasa ajaib yang sering diungkap oleh istrinya.


" Nenek Cantik, yah!!! Kan ibu itu masih kelihatan cantik walau sudah nenek nenek." kata ibu Irsyana sontak membuat ayah yang sedang galau masalah Alana menjadi tertawa terbahak, melihat istrinya yng super pede.


" Ibu itu seharusnya banyak doa, kondisi Alana memprihatinkan, mosok malah muji diri." kata ayah menasehati.


" Iya iya, yah! Liooo, emang tadi dokter bilang apa?"


" Lio gak tahu, Bu. Katanya suruh bikin surat pernyataan gitu, bu. Masa Alana nglahirin pake BPJS ? Minta surat pernyataan miskin ke RT RW dan Kelurahan." jelas Lio lagi.


" Ah ya gak mungkin yo , Yo!! Masa Saka gak ada duit? Lha mbok ya minta sama ayah. Ayah aja punya duit yang buat 7 turunan, 7 tanjakan dan 7 tikungan gak habis habis. Ihh Saka malu maluin, ya Yah." sanggah ibu dengan wajah ketus.


" Lio gak tahu, waktu Lio nanya, Saka malah marah marah. gitu."


" Yahhh, ini kok Alana lama banget didalam sih?" tanya ibu gelisah karena mantu kesayangannya gak keluar keluar dari ruang persalinan.


" Lha mana ayah tau. Emang sudah brapa lama masuknya sih, Yo?" tanya ayah Langit kepada Lio.


" Sudah dari tadi emang, Yah! " sahut Lio dengan gelisah. Ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi. Karena ini sudah lama sekali dan belum ada tanda tanda kalau Alana bakal keluar dengan membawa kabar baik.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2