Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Extrapart 13.


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


" Lana, my baby. Happy bday ya, ini kado dari aku." kata Indra sambil mendekat pada Alana untuk sekedar


memeluk tubuh Alana dan mencium kedua pipinya, tapi seperti biasa mr posessive


Saka menghalangi niat Indra untuk memeluk Alana. Jangankan untuk cipika cipiki,


lha untuk peluk aja ga boleh.


" Makasih kakakk Indra." kata Alana dengan santai, tidak memperdulikan Saka yang tampak over protektip.


" Kado aja belinya patungan sama Rangga. Dasar dokter ga modal. Makanya suka nginep dirumah orang


lain." desis Saka lirih yang masih bisa didengar oleh trio kwek kwek dan Alana.


" Eits, aku yakin kadoku lebih mahal dari kado kamu. Kalo ga percaya, coba buka sekarang, pasti kadoku lebih


mahallllllllllllllll." kata Indra dengan yakin.


"Halah, paling juga pakaian dalam!" sergah Saka dengan nada ketus.


"Hei La Sen** aja termahal palingan cuman harganya jutaan aja, ga ada yang sampai puluhan bahkan ratusan


juta kok." sanggah Indra dengan nada percaya diri.


"Ketahuan ya suka ngintip harga under wear cewe cewe?" tanya Saka dengan smirk di wajahnya yang tampan,


Indra tampak salah tingkah karena salah ngomong.


" Sudahlah, ayo Lana sayangku, bukalah kado dariku." kata Indra sambil merangkul tubuh Alana yang ramping

__ADS_1


dan seksi, Saka langsung merasa cemburu saat melihat Indra dengan santainya


memeluk dan mendekati tubuh istrinya itu, dan istrinya pun tampak tidak


menghindar dari pelukan Indra yang penuh intrik.


"Nanti aja, Kak. Aku masih pingin menikmati makanan dan kebersamaan bersama kalian." kata Alana


dengan nada malas.


"Tapi kado dariku wajib kamu buka sekarang, Yang!" kata Saka sambil mendorong Indra agar tidak


berdekatan dengan Alana, sentakan dari Saka membuat Indra sedikit terhuyung dan


menjauh dari Alana. Indra berdecak  kesal kalau Saka sudah dalam mode


posesif macam ini, membuatnya tidak bisa berdekatan dengan wanita kesayangannya.


"Ehm kejutan apalagi sih, Bby?" tanya ALana dengan malas, ia masih cape dengan kado istimewa Saka


"Kamu masih cape gara gara quickie yang tadi?" bisik Saka dengan mesra di telinga Alana, tapi Alana


tidak menjawabnya, ia hanya mengangguk malu.


"Mau lagi yang itu?" tanya Saka dengan gaya seductive.


"Nggak!!" sahut Alana sambil memukul dada suaminya dengan pelan, sambil berjalan menjauh dari Saka


cs. Di belakangnya Saka hanya tertawa melihat istrin ya yang sudah di nikahi


bertahun tahun tapi masih saja malu untuk berinteraksi mesra dihadapan publik


semacam ini.


"Kamu beruntung, Sak!! Kamu beruntung." kata Indra dengan nada iri. Ia juga cuman bisa memandangi tubuh Alana yang menjauhi mereka menuju ke anak anak dan mama serta mertuanya.

__ADS_1


"Iya, aku beruntung mendapatkan gadis seperti Alana. " kata Saka sambil mendesah lega. Sekalipun Indra sangat menyayangi ALana tapi cinta dia itu lebih memeikirkan kebahagiaan Alana dan senyum Alana. Indra tahu kalau senyum Alana bukanlah untuk dirinya, jadi yah, ia mengalah. Bisa memandangi senyum Alana dikejauhan itu sangat melegakan.


Indra pernah mencoba berlari dari Alana dan Saka supaya ia tidak usah melihat kebersammaan mereka, tapi ia juga tidak bisa, berada sedekat ini bersama ALana sekalipun Alana bukan miliknya sudah cukup.


"Kamu gak usah memandangi Alana sampai begitu." kata Saka dengan kesal, ia cemburu, walaupun ia tahu Indra gak mungkin merebut Alana selama di hati Alana tetep mencintai dirinya,


"Gak usah cemburuan, kamu udah dapet raganya, dan cintanya, masa aku hanya mandangi gini aja kamu cemburu." kata Indra dengan nada datar.


"Kamu lihatin Alana sambil ngiler, itu yang bikin aku jadi illfeel, tahu gak?" kata Saka sambil memilih untuk berlalu dari Indra sebelum ia melakukan tindakan anarkis untuk melegakan sesak di dadanya melihat ada seorang laki laki lain yang mencintai Alana sebesar itu.


"Sialan!!" kata Indra setelah mengusap bibirnya, ia pikir kalau Saka benar melihat ilernya turun disudut bibirnya saat memandangi Alana, ternyata Saka hanya mengerjainya. Sedangkan Saka yang mendengar umpatan Indra hanya tertawa kecil sambil mennahan nyeri di dadanya.


"Sayang, buka dulu kado dariku." kata Saka setelah menyusul Alana dan berbisik di telinga istrinya itu.


"Emang isinya apaan sih, Bby? BIkin curiga aja." kata alana sambil menelisik wajah suaminya yang semakin terlihat tampan.


"Hmm, ada deh! Pokoknya itu kejutan buat kamu." kata Saka sambil tersenyum mesum.


"Kayaknya ini ada kaitan dengan sifat kamu deh." bisik Alana lirih.


"Sifat ku yang baik dan suka menolong?"kata Saka dengan senyum misteriusnya yang menurut Alana bisa membuat Saka tampak lebih tampan seratus kali lipat. Ah Alana berlebihan, nanti netijen bisa ngomel.


"Bukan, Bby .. sifat mesummu yang akut dan ga tertolong lagi." kata Alana sambil tertawa terbahak bahak, sampai Sha yang masih ada di dalam gendongannya ikut tertawa melihat mommynya yang terbahak macam itu. Sedangkan Saka hanya bisa tersenyum sambil mengelus punca kepala Alana yang tampak bahagia.


"Sifat yang itu yang bikin aku dan kamu punya 2 pangeran tampan dan 1 princess cantik seperti putriku ini." kata Saka sambil mencium Sha yang bergelung nikmat di pelukan mommynya yang cantik.


" Iya Lana, adikku yang cantik. Jangan lupa buka juga kado dariku. Itu lebih berharga dari milik Saka. Percayalah pada kakak kamu yang tampan ini." kata Indra yang rupanya sudah menyusul Saka mendekati Alana. Saka sampai heran, Indra ini kerjaannya membuntuti Saka dan Alana. Beda dengan Rangga yang sedang sibuk dengan Kalandra dan Genta yang berbincang asik. Juga Lio yang tampak berbicara serius dengan wanita cantik yang sekarang jadi calon istrinya. Kayaknya Saka harus punya rencana untuk mendekatkan Indra dengan seorang gadis. Supaya Indra tidak sering menganggu kebersamaannya bersama Alana.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2