Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
153. Kakak ipar yang menjengkelkan


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


" Saya sekalian diangkat anak saja, boleh ya?" tanya Indra dengan suara memelas. Membuat semua orang yang ada disana tertawa terbahak bahak, kayaknya Indra seperti kucing yang minta dipungut oleh tuannya.


"Ya udah, kamu saya angkat anak saja, jadi kakaknya Alana. Gimana?" kata mama Lina dengan senyum yang masih ada di wajahnya. Mungkin mama Lina merasa kasian ganteng ganteng kepingin dipungut jadi anak.


Wah, sbenernya kalau bisa jadi menantu akan lebih baik lagi, tapi jadi anak angkat mamanya alana juga baik, pikir Indra dengan hati senang. Yeay jadi kakaknya Alana!!


"Haaaiii ,wah ada apa nih? Kok pada ketawa bahagia? Ajak ajak dong ah." kata Saka yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan Rangga tanpa mengetuk pintu sambil mendorong kursi roda Alana, dua duanya raut wajahnya bersinar bahagia.


"Eh eh eh wajah orang berdua kok bersinar sinar, wah Saka habis memberi jatah nih!!" kata Indra dengan merengut cemberut. Masih ada di sisi hatinya terdalam yang merasa tidak terima melihat Alana dan Saka mermesraan.


" Mana aku tega minta jatah saat Alana kepalanya sakit seperti ini, soalnya biasanya Alana minta diatas... arghh aduhh.. sakit sayang. Kok aku dipukul sih? "Alana langsung memukul lengan Saka yang sedang mendorong kursi rodanya. Wajah Alana sampai memerah karena malu.


"Diem ihhh!!! Jangan ngomong sembarangan. Ada anak kecil." kata Alana melotot kesal, karena Saka omongannya gak pernah difilter.

__ADS_1


"He he he maaf sayang, " kata Saka sambil melirik ke arah Kalandra yang sedang memandangi mereka dengan tatapan ingin tahu.


"Hai, jagoan? Sini dong, kenalan dulu sama om dan tante!" kata saka dengan memasang wajah ramah.


" Hai om, Hai tante, nama saya Kalandra Putra." kata Kalandra memperkenalkan diri dengan pintarnya, sampai Rangga menjadi kagum. Ternyata pak Raharja bisa juga mendidik anaknya menjadi anak yang sopan dan pandai bergaul.


"Wah pintarnya, nanti kenalan sama adik Genta dan dedek Alendra ya?" tanya Saka lagi. Ia memang penyuka anak kecil, karena ia dulu dilahirkan menjadi anak tunggal, makanya ia senang banget dengan anak kecil, itulah sebabnya ia membuat Alana kembali hamil supaya rumahnya ramai dengan anak kecil. Dulu sebelum dia tahu kalau Genta itu adalah anak kandungnya, ia selalu memaksa Genta untuk memanggilnya dengan sebutan Daddy, eh ternyata ia emang ayah biologis Genta, ya ia tambah senang karena itu memang hal yang ia impikan.


"Iya, ini Kalandra emang mau bobok sama dik Genta dan dik Alend, tadi diajak sama nenek kakek dan oma." kata Kalandra sambil mengangguk angguk dengan lucu, karena pipinya yang gembil kayak bapao turut bergoyang goyang.


"Ha ha ha ... Bagus bagus, nanti jangan lupa adiknya dijagain ya, Andra.Kan Andra kakak tertua nih, jadi harus bisa jagain adik adiknya ya!" nasihat Saka dengan lembut dan dengan mimik lucu. Membuat anak kecil seperti Kalandra menjadi senag karena diberi kepercayaan semacam itu. Rangga memnadangi interaksi anaknya dengan Saka menjadi sangatt kagum dengan Saka, ia bertekad harus banyak belajar dari Saka, karena Saka sangat luwes dalam pendekatannya dengan anak anak.


"Hei kamu kok main peluk peluk mama LIna sih, itu mamanya Alana atau gak?" kata Saka dengan suara ketus.


"Eh adik ipar, kamu jangan sekate kate sama kaka ipar ya. kalau kamu mau tahu aku baru saja diangkat anak oleh mama Lina, jadi aku ini kakak angkatnya Alana. kamu gak boleh kurang ajar sama kakak ipar."


" Idih ogah punya kakak ipar kayak kamu." cebik Saka dengan ketus.


" Mama, itu adik ipar kok kurang ajar sama kakak ipar sih? Gak percaya kalau mama sudah angkat aku jadi anak ya, ma?" tanya Indra sambil bergelayut manja dengan mama Lina, sedangkan mama Lina hanya menepuk nepuk tangan Indra yang melingkar dengan manja di bahu mama Lina, hal itu juga membuat mata Alana membulat dengan sempurna. Gimana ceritanya mamanya bisa angkat anak seenak sendiri bahkan belum ijin dengan dirinya.

__ADS_1


" Mam, emang upacara pengangkatan anaknya kapan kok bisa tiba tiba mama punya anak ketemu gede kayak gini?" tanya Alana dengan nada sedikit cemburu, itu tidak luput dari penglihatan Indra, Indra semakin ingin membuat Alana dan Saka jadi cemburu karena perhatian mama Lina untuk Indra. Tapi mama LIna langsung menyudahi pertengkaran itu, serta kembali fokus pada Rangga dan Alana.


"Sudah, sudah. Kasihan Indra kepingin punya keluarga kayak kita,ya udah mama angkat dia jadi kakak kamu." jelas mama Lina dengan enteng. mama Lina juga membiarkan Indra memeluk bahunya seperti anak kecil yang minta perlindungan ibunya. Sudah lama banget Indra tidak pernah merasakan seperti ini, Bisa merasakan manja dengan seorang ibu.


Ya allah mamaaaaaa, emang dipikir Indra kayak kucing, main adopsi sembarangan aja. Ini gak sah dan diluar jalur hukum yang resmi, batin Saka dengan manyun, karena ia merasa kesal lagi lagi Indra selangkah lebih dekat dengan Alana, itu jelas membuatnya uring uringan.


"Yeayyyy jadi sudah sah ya, Ma.. Indra sudah jadi anak angkat mam LIna ya. nanti kalau mama butuh surat resmi agar Indra jadi anak angkat yang resmi, mama tinggal bilang saja ya, kan Indra bisa yang urus, Mama pokoknya tahu beres." kata Indra sambil melirik Alana dan Saka yang mulai kebakaran jenggot.


"Enggak... enggak mauuu!!! Alana kan anak tunggal. Nanti kasih sayang mama terbagi dua dong!! Enak aja lu, Ndra!! " tolak Alana dengan tegas.


" Apa gini saja? Biar Mama langsung jadi mama aku, gimana kalau mama menikah saja sama papa aku yang duda, papa aku sudah lama mendudda, jadinya mama jadi mama aku langsung. Ya ma? Mau ya?Papa aku ganteng kok!! Aduh, adik ipar.. kamu kasar banget deh! Sakit tauuk!!" kata Indra yang sukses mendapatkan pukulan keras di lengannya, sedangkan mama Lina hanya tersenyum saja mendengar perkataan  Indra yang konyol.


"Emang semudah itu? Dasar gak benerrr!!! " kata Saka sambil menjitak kepala Indra.


"Mamaaa.."


.


.

__ADS_1


.TBC


__ADS_2