
Hai gengs...
thor kembali lagi membawa update.
Karena kesibukan mungkin thor hanya bisa berusaha setiap hari update, belum bisa crazy update.
Jangan lupa like dan votenya.
Makasi banget buat voters aku. Tanpa kalian, aku hanya remahan rengginang. ππ
Jangan lupa di..
like like like like like like like
like like like like like like like
Dukung thor dengan
vote vote vote vote vote vote
vote vote vote vote vote vote
jangan lupa juga buat baca karyaku yang lain ya....
Terjebak dalam tubuh Keyra.
Menikah dengan ipar
Rasa itu masih ada.
Kalau mau ikut di grup untuk dapet poin gratis dariku juga silahkannnn.
Yukk langsung baca aja.
__ADS_1
Happy reading.
Salam dari thor cantik pengemis like dan vote. Muachhhhhh muach ππ
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Begitu Saka sampai ke Indonesia. Ia dijemput oleh supir yang sudah menunggu di kantornya. Ia langsung kembali menelepon ponselnya, Alana. ia harap Alana sudah bisa dihubungi.
Tapi lagi lagi, suara operator yang merdu yang menyambut telinga Saka. Saka kesel tingkat dewa. Ingin rasanya Saka membanting ponselnya saking keselnya. Obat sakit kepala yang tadi diminumnya cukup manjur untuk sedikit meredakan sakit kepala yang mendera.
"Bos, kalau menurut saya, bos hubungin ibu Irsyana. Karena ibu adalah orang terakhir yang melihat nona Alana dan Genta." Saran Lio dengan nada yang masih datar.
" Ibu masih gak mau angkat telepon. SepertinyaΒ ibu juga marah sama aku. Gara gara aku jarang bisa meluangkan waktu sama Genta dan Alana." desah Saka dengan gelisah. Ia merasakan perasaan yang ga enak sepanjang perjalanannya tadi.
" Bos, nanti saya ijin lihat CCTV yang ada dirumah tuan besar. Menurut firasat saya, ada sedikit kejanggalan terhadap kejadian perginya nona Alana. Masa bodyguard segitu banyaknya gak ada satupun yang melihat nona Alana pergi? Tapi herannya nona Alananya bisa ilang begitu saja." kata Lio sambil mencubiti bibirnya yang bawah, kebiasaannya saat ia berpikir atau menemukan ide.
" Hmmh, kamu benar, Yo. Kecurigaanku sementara adalah ibu. Mungkin ibulah yang membantu Alana minggat dari rumah membawa Genta. Hanya itulah kemungkinannya. Emang kita gak boleh menuduh ibu sih, Yo. Sebelum kita mendapatkan bukti bukti yang akurat dan bener bener emang ibu yang membantu Alana pergi dari rumah." sahut Saka sambil memijat mijat keningnya.
" Masih sakit kepala bos?" tanya Lio melihat gelagat bosnya yang latah memijat keningnya.
" Sakit kepalaku gara gara Alana minggat, jadi Junio gak bisa balik ke sarangnya." jelas Saka kelepasan menjelaskan tentang Junio.
" Ehm itu, ehm, sudahlah. Masalah begitu dibicarain saat kita sudah ketemu sama Alana. Bikin kepalaku tambah puyeng aja." jawab Saka salah tingkah.
"Baik, bos. " Kemudian Lio hanya diam saja, melihat gerak gerik bosnya yang bener bener gelisah seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
Sesampainya di rumah, Saka langsung berlari masuk ke rumah, dia tidak menghiraukan para ART dan pengawal yang menyapanya.
" Alana, Lala sayanggg." Saka membuka kamar tidurnya, membuka pintu kamar mandi, siapa tahu Alana sedang mandi, kalau sedang mandi Saka mau ikutan. Dia membuka selimut siapa tahu Alana ngumpet dibalik selimut, membuka walking closet, siapa tahu Alana ngidam ngadem di walking closet gede yang ada didalam kamarnya. Mengintip dibawah ranjang, siapa tahu Alana ngumpet di bawar ranjang. Saka sudah bener bener gaje, masak Alana hamil 7 bulan ngumpet dibawah ranjang, kan perutnya bakal kepentok ranjang kan ya?π€¦π»ββοΈπ€¦π»ββοΈ
Saka berpindah mencari Alana di kamar Genta. Tapi Alana dan Genta juga ga ada disana.
" Yo, kamu dimana." teriak Saka, para ART langsung memanggilkan Lio untuk menemui Saka di ruang kerjanya yang terletak di dekat tangga kamar Saka dan Alana.
" Bos.." panggil Lio perlahan. Saka hanya termenung memandangi fotonya dan Alana yang dicetak sangat besar. Foto itu diambil saat Alana hamil 3 bulan. Waktu itu Alana ngidam bikin foto hamil bersama Saka.
"Alana kemana ya, Yo?" tanya Saka dengan pandangan mata yang sendu, ia menyesal sangat menyesal.
__ADS_1
"Bos, bisa kita cek rekaman CCTV saat nona hilang dan kita bisa ngehack kemana nona pergi melalui CCTV kota." jelas Lio agar Saka tidak terlalu putus asa.
Sebiasanya Saka ini sangat cerdas, bahkan kemampuan bela dirinya sangat tinggi. Bahkan pengawal2nya saja tidak bisa mengalahkan ilmu beladiri, ilmu menembak dan ilmu strateginya. Kenapa saat Alana ilang kayak gini dia seperti tikus yang kecemplung di dalam kubangan minyak. Gak bisa berpikir dengan baik.
" Rekaman CCTV, ya itu adalah cara yang terbaik untuk kita mengetahui perginya Alana. Kamu cek aja sekarang, Yo. " kata Saja sambil memejamkan kedua matanya. Bayangan tubuh Alana dengan perutnya yang membuncit menari nari di pikiran Saka, menggodanya membuat bagian tubuh yang lain turut membesar hanya karena memukurkan Alana.
Jujur Saka merasa heran, bagaimana hanya dengan memikirkan tubuh Alana tubuhnya sendiri bereaksi sedemikian rupa, berbeda dengan saat ia memikirkan tentang Yara, ia sama sekali tidak merasakan gairah yang sama seperti ini. Bahkan saat ia melihat wanita wanita yang dengan sukarela melemparkan diri ke ranjangnya untuk diajak mendesah dan mereguk kenikmatan duniawi, Saka malah merasa jijik. Gairah s*x Saka hanya untuk Alana.
" Bos, dugaan saya benar. Ada yang memanipulasi rekaman CCTV, disini bos. 3 hari yang lalu tepatnya saat nona menghilang. CCTV ada yang menghack, nona terlihat terakhir ada didalam rumah, sedangkan Pengawal juga mengkonfirmasi kalau nona Alana dan Genta tidak keluar rumah sama sekali. Tapi ternyata kan nona menghilang." jekas Lio sambil menunjukan rekaman CCTV.
" Ibu, dimana ibuku, Yo?" tanya Saka dengan nada antusias.
" Nyonya besar juga tidak nampak di CCTV, terakhir nyonya besar terlihat di dalam rumah juga." Kata Lio sambil menatap Saja dengan pandangan yang aneh. Saka langsung dapat menebaknya.
" Jadi ibulah yang mengajak Alana minggat, pokoknya ibulah yang membuat Alana minggat, mana perginya ngajak ngajak Genta dan my baby boy lagi. Itu minggat apa liburan coba?" sungut Saka sambil balik menatap Lio.
" Mungkin supaya bos jera. Kalau nona Alana pergi kan bos merasa kehilangan dan mungkin bisa gila atau minimal stress atau depresi." kata Lio mendoakan bosnya stress atau depresi seperti doa para netijen.
" Jera? Aku bener bener bisa gila bukan sekedar depresi aja kalau gak ada Alana. Masa ibu kepingin anaknya jadi stresss gara gara kehilangan istrinya? "
" Bos, gila atau stress itu sodaraan. Jadi sama saja.Kalau masalah ibu saya kira mungkin menurut ibu, bos gak adil, terlalu mentingin kerjaan dan ibu Yara."
" Yo, kamu selalu manggil Yara dengan ibu dan manggil Alana dengan nona, kamu itu gak adil. Kalau netijen tahu kamu pasti dilaknat, tau gak?"
" Maaf bos, saya sudah terbiasa manggil nona Alana seperti itu. "
" Yo, gimana kalau kita kerjain balik ibu dan Alana."
" Jangan dulu, bos. Kita mesti melihat kemana larinya permainan mereka, jadi sementara ini kita ikuti saja permainan mereka." kata Lio menasihati.
" Hmmh gitu ya. Ya sudah deh, kamu tidur disini saja. Jadi saat aku butuh butuh, kita bisa langsung bertindak."
" Oke, bos." jawab Lio dengan nada datar, sebenarnya keberatan tapi yah inilah nasib anak buah.
.
.
__ADS_1
.
TBC