Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Episode 41. Sebuah Kebenaran*


__ADS_3

“Dengarkan penjelasanku dulu, Narendra… aku tahu apa yang aku lakukan dimasa lalu tidak termaafkan tapi aku hanya sedikit meminta pengampunan dosa dari kalian..”


“Cihh!!! Mudah sekali kamu meminta maaf….”


“Bby… sudahlah”


“Sayang, aku gak terima dengan apa yang ia lakukan dimasa lalu terhadapmu, aku sudah


berjanji kalau ketemu dia dimanapun aku akan menghajarnya sampai babak belur.”bantah Saka dengan nada emosi yang membulat bulat.


“Bby, cobalah kamu mendengarkan dia…”bisik Alana lirih, berusaha menenangkan Saka


yang sudah diliputi oleh kabut emosi.


“Kamu membela dia, sayang.??” tanya Saka dengan pandangan tidak percaya.


“Aku tidak membela dia, Bby! Kamu ingat kan apa yang aku katakan kemarin, aku ingin tahu


kenapa dia meninggalkan aku, itu saja…” ujar Alana sambil memegang tangan Saka


yang sudah tegang.


“Baiklah…. Apa yang ingin kamu katakan? Cepat!! Aku tidak punya waktu lagi untuk berbicara dengan sampah seperti kamu.!!” sergah Saka berusaha menekan kemarahannya terhadap laki laki yang dianggapnya tidak tahu diri itu.


“Lana…”


“Jangan panggil seperti itu….” seru Saka dengan pandangan benci, ketika Irvan


memanggil Alana dengan panggilan sayangnya dulu. Alana hanya bisa memutar bola matanya kesal, ia tahu Saka cemburu dengan Irvan karena memanggilnya seperti


sewaktu Alana menjadi istri Irvan.


“Baiklah… Alana, aku tahu aku membuat kesalahan dahulu…”


“Sudah tahu… Aduuuhh sakit, sayanggg…” potong Saka, alhasil cubitan Alana pun mampir di perut Saka yang tak berlemak.


“Biarlah mas Irvan menyelesaikan kata katanya.” Bisik Alana lirih, ia tidak mau Irvan tahu kalau ia sebal dengan Saka yang memotong ucapan  Irvan, karena ia sudah penasaran dengan apa yang hendak dikatan oleh mantan suaminya itu.


“Ehmm, Alana… aku tidak tahu harus mulai darimana menceritakan aib ku ini, tapi aku mencoba menjelaskannya karena aku ingin terbebas dari rasa bersalah yang menghinggapi ku saat bertemu denganmu.”

__ADS_1


“Lanjutkan..aku mendengarkannya, mas.” Kata Alana lirih, membuat Saka berdecak sebal,


interaksi antara Alana dan Irvan membuatnya jengkel.


“Aku menikah denganmu dulu karena aku ingin menutupi identitasku sebagai…” Irvan benar benar menguji kesabaran Alana dan Saka yang menantikan penjelasan Irvan dengan tidak sabar.


“Sebagai apa, mas? Panjahat? Narkoba?” potong Alana kesal.


“Gay..”


“Apa???” teriak Alana dan Saka bersamaan. Mengundang tatapan marah beberapa orang yang mungkin tersedak saat menikmati makanannya dengan tenang di café itu. Untung aja café itu sedang tidak banyak pengunjung.


Saka dan Alana langsung pasang muka meminta maaf atas insiden itu kepada para pengunjung yang memandang mereka dengan sinis.


“Maksudnya?” tanya Alana dengan suara bergetar, Saka hanya memandang dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, antara heran, dan mungkin jijik atau malah takut.


“Iya, Alana… aku gay. “


“Kamu… bagaimana? Kita….” Alana sangat ingin bertanya tentang hubungan intim mereka hingga dirinya bisa melahirkan Genta, tapi lidah nya serasa kelu dan tidak bisa


melanjutkan perkataannya.


mengeluarkan aib hidupnya tentu bukan semudah membalikkan telapak tangannya.


Irvan melanjutkan saat Alana dan Saka mengangguk tanpa kata.


“Waktu itu orang tuaku memaksaku untuk menikah dan memberikan keturunan kepada mereka. Sebenarnya mungkin mereka mengendus perbuatanku, bisa jadi karena itu mereka memaksaku untuk cepat menikah. “ Irvan menghela nafasnya dengan kasar. Kemudian melanjutkan perkataannya lagi.


“Saat itu aku masih menjalin hubungan dengan kekasih sesama jenisku, namanya Tonny, ia pria yang tampan dan kekar, bahkan dia lebih kekar dari Narendra, ia juga


sangat baik kepadaku. Awalnya aku hanya ingin menikah hanya sebagai status


saja, makanya aku tidak pernah menyentuh kamu.”


“Tidak pernah menyentuh aku? Lalu bagaimana aku bisa hamil?” tanya Alana dengan keheranan, tapi Irvan hanya memandang Saka dan Alana bergantian. Entah kenapa setelah mengetahui status Irvan, Saka menjadi sangat jengah saat ditatap dengan intens oleh Irvan.


“Ehm, aku memang tidak pernah menyentuhmu karena aku tidak bisa… aku tidak bisa .. ehmm tegang karena wanita…” jelas Irvan terpatah patah.


“Lalu ?” tanya Alana lagi, ia sungguh penasaran.

__ADS_1


“Ehm kamu ingatkan saat malam kita menikah, aku tidak menyentuhmu… sampai malam malam berikutnya, kemudian kamu bertanya padaku… tentang kenapa aku tidak melakukan  hubungan suami istri, Lalu setelah pertanyaanmu itu aku memikirkan cara bagaimana kamu tidak curiga dengan statusku. Dan juga ... ehm.. aku setiap malam setelah kamu tidur selalu berangkat untuk bertemu dengan kekasihku di apartemennya. Waktu itu pun kamu masih sering bertemu dengan Narendra, dan aku pun berpikir sebuah pikiran yang membuat kamu terperosok dalam dosa yang sama dengan aku… ”


“Apa hubungannya dengan Saka, mas? Apa kamu cemburu dengan hubungan pertemananku bersama Saka?" tanya Alana semakin bingung.


” Tidak! Aku berusaha memanfaatkan kedekatanmu dengan Narendra.”


“Hah?? Apa maksudnya? “


“Ehm begini, setiap aku berangkat ke apartemen kekasihku kamu selalu aku buatkan minuman, kamu masih ingatkan?”


“Iya aku ingat…”


“Sebenarnya itu…. Obat tidur, jadi aku bisa bebas untuk berkencan dengan kekasihku…’”


“Lalu hubungannya dengan Saka apa?” Baik dan Alana memperhatikan Irvan yang semakin salah tingkah dengan pandangan mereka yang menusuk.


“Kita kan pernah dapet voucher hotel dari orang tuaku, saat kita menginap di hotel aku juga memberi kamu obat yang sama denganmu, supaya aku bisa berkencan dengan kekasihku, tiba tiba aku melihat Narendra yang waktu itu sedang sendirian di sebuah club malam… dan muncullah ide busuk dikepalaku, kemudian bekerja sama dengan bartender untuk membuatnya mabuk dan memberi obat perangsang kepadanya. Setelah dia pingsan karena mabuk, aku dan Tonny membawanya untuk tidur denganmu. “


“Maksudmu? Gak mungkin… aku tidak pernah bercinta dengan Saka….” tolak Alana sambil


menggelengkan kepalanya dengan kuat.


“ Memang untuk menghapus kesan kalau yang berbuat itu adalah Narendra, pagi pagi buta aku bersama Tonny mengangkat Narendra dan membawanya ke kamar lain, sehingga seakan dia..”


“Jadi saat aku bangun di hotel itu karena kalian?” tanya Saka dengan bergidik ngeri, ia


bukan tidak suka saat bercinta dengan Alana, tapi berarti saat itu Irvan dan Tonny melihatnya telanjang dan bahkan mungkin asetnya... ah sudahlah.


“Lalu kenapa kamu memberiku surat cerai dan meninggalkan aku, bukannya misimu yang menjijikkan itu berhasil.” sergah Alana memandang rendah mantan suaminya itu.


“Tonny saat itu sempat cemburu dengan Narendra, saat itu dia salah paham dipikirnya aku juga jatuh cinta kepada Narendra. Lalu ia mengatakan semuanya kepada orang tuaku, yang membuat mereka murka, karena mereka tahu kalau anak didalam kandunganmu itu


bukan keturunan mereka. Mereka memaksa aku untuk menceraikan kamu dan membawa ku ke luar negri untuk memisahkan aku dengan Tonny dan melakukan pengobatan terapi dan hypnosis, yang mengalihkan pikiranku sehingga aku lambat laun menjadi normal.”kata Irvan dengan lirih, tapi masih bisa terdengar dengan jelas oleh mereka.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2