
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
Krek cekrek
Indra membuka pintu paviliun tempat mama Lina sekarang tinggal. Entah kenapa sejak ia diangkat menjadi anak oleh mama Lina, Indra lebih senang pulang ke rumah dimana mama Lina berada dibandingkan pulang ke rumahnya sendiri.
Dulu kalau ia punya masalah, hal yang pertama kali Indra lakukan hanya balik ke apartemennya, disana ia bisa merenung seorang diri, meratapi kisah percintaannya dan dirinya yang jatuh cinta dengan orang yang salah.
Tapi cinta ga pernah salah. Alana still the best for the whole of his life. Kenapa harus Alana sama Saka ? Kenapa gak sama dirinya saja, rasanya gak adil buat Alana, Saka bisa menjadikan Alana menjadi istri keduanya, berbanding terbalik dengan dirinya yang malah masih belum menikah, arghhh!!
"Indra? Kamu sudah pulang?" tanya mama Lina yang kebetulan juga belum tidur.
"Hmmm, iya ma, Mama belum tidur? Ini sudah malam ma, Indra khawatir nanti darah tinggi mama akan kambuh kalau mama banyak begadang." kata Indra dengan lembut.
"Iya pak dokter. Ini mama juga mau segera tidur. Gimana dengan kencan nya? Berhasil?" tanya mama dengan antusias.
"Hah! Berhasil apaan to ma, Yang ada tuh gatot!! Gagal total." kata Indra dengan sewot, ia masih teringat peristiwa di resto tadi, diamana ia ditinggalkan oleh cewe yang bernama Safeea tadi.
"Loh loh, emang kenapa?" tanya mama Lina dengan penasaran, karena melihat Indra yang kusut.
" Ehm, orangnya belum apa apa sudah minta dinikahi, apa jangan jangan dia sudah hamil dengan laki laki lain ya, ma?" pikir Indra lagi.
"Hah? Masa?" tanya mama Lina dengan raut wajah yang sangat terkejut, tapi ya mungkin itu suatu alasan yang masuk akal masa baru kenal dah minta nikah.
"Ya ini kan Indra bilang mungkin, karena masa ia dengan cepat minta Indra untuk menikahi dia kalau dia sebenernya ga hamil duluan, mungkin pacarnya ga mau bertanggung jawab." mama Lina hanya bisa menarik nafas panjang, ia ga tau mana yang benar tapi ia berusaha untuk positif thinking aja, ia tahu Indra masih belum bisa move on dengan Alana kan, bisa jadi juga Indra yang ngarang cerita.
__ADS_1
"Bener? Bukan karena kamu gak mau mengenal orangnya terlebih dahulu trus kamu berpikir yang negatif dengan gadis itu?" tanya mama Lina dengan cepat.
"Astafirrulaaaahhh, mamaaa. Indra emang belum bisa lupain Alana tapi ya bukannya Indra boong tentang gadis tadi. Beneran ma, dia minta dinikahin. Padahal kan juga baru kenal. Alasannya hidup dan mati tapi saat Indra tanya kemungkinan orang tuanya yang sakit keras, ia malah marah dan bilang kok Indra doain orang tuanya sakit, gitu katanya." adu Indra dengan manyun persis anak kecil yang mengadu kepada ibunya karena permennya diambil oleh temannya.
"Lalu kenapa kamu malah pulang kesini dan bukan kerumah papa Aji?" tanya mama Lina dengan hati hati, ia takut Indra nanti tersinggung.
"Mama!! Mama ga suka Indra kesini? Kok kayak Saka aja sih ,ma!!" kata Indra sambil merajuk.
"Bukan begitu, mama takut kalo nanti papa Aji salah paham, dikiranya mama memonopoli kamu." jelas mama dengan nada bercanda.
"Papa pasti nanti marah marah, Indra lagi ga mood untuk jelasin sama Papa perihal itu." kata Indra dengan merajuk still mode on.
"Mana ada seorang papa marah dengerin penjelasan anaknya." kata mama Lina sambil tertawa.
"Mama belum pernah ketemu papa sih!! Mama ga tahu papa tuh pertama kalinya mesti marah duluan. Ga kayak mama yang baik dan ga pernah marah marah. Eh tadi mama aja masih salah paham duluan kan sama Indra apalagi papa!!" jelas Indra lagi.
TOK TOK TOK
"Ma kan tempat ini banyak pengawal kenapa mama harus khawatir sih!!" kata Indra dengan santai, ia yakin di rumah Saka bakalan aman. Lha pengawalnya saja banyak.
"Tapi ini sudah malam,. " kata mama sambil tergesa pergi ke pintu untuk membuka pintu, ia heran soalnya kalau Alana , Saka atau besannya pasti ga akan mengetuk pintu, mereka langsung aja masuk.
"Siapa?" tanya mama Lina setelah mendapati seorang pria paruh baya yang raut wajahnya merah karena menahan sesuatu.
"Ehm maaf apakah Indra ada di dalam? Tadi nak Rangga menyuruh saya kemari. Katanya Indra ada disini." tanya pria itu dengan suara berwibawa dan sedikit gugup karena ia tidak menyangka akan menemui seorang wanita di paviliun itu, pikirnya saat tadi disuruh Rangga ke paviliun samping, ia mengira hanya ada Indra disana, ia jadi gak enak, karena jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Sehingga ia hanya berdiri di luar pintu paviliun.
"Oh maaf dengan siapa?" tanya mama Lina dengan cemas, ia bisa menebak kalau mungkin inilah papa Indra tapi ia khawatir kalau papanya Indra akan membuat keributan yang akan membuatnya ga enak dengan besannya.
"Saya papanya Indra."
__ADS_1
"Masuklah dulu, ga enak kalau anda hanya berdiri saja disana." kata mama Lina mengajak masuk, karena kalau seandainya papa Indra membuat keributan bersama Indra besannya ga akan terganggu karena dalam paviliun cukup kedap suara.
"Ehm maaf kalau saya malam malam mengganggu dan Indra juga sudah merepotkan anda, bu!" kata papa Indra dengan sopan saat mama Lina mempersilahkan ia duduk di sofa ruang tamu.
"Papa!! Kenapa papa kemari?" tanya Indra dengan heran. Ia melihat papanya masuk ke paviliun mama Lina dan duduk di sofa, wah ada apa gerangan sampai papa nyusul kesini, batin Indra.
"Kamu itu bukannya pulang ke rumah tapi ke tempat orang lain, gimana sih?" tanya papa Indra dengan suara tertahan, ia malu kalau harus memarahi anaknya di depan orang lain.
"Ini kan mama Indra, kenapa harus malu?" tanya Indra dengan santai.
"Kamu!! ehm kamu harusnya pulang, Ndra! Kamu sudah seminggu ini gak pulang!" kata papa Indra yang hampir saja membentak Indra di depan mama LIna. Sedangkan mama LIna merasa ga enak dengan pertikaian ayah dan anak di depan matanya ini. Ia merasa ga boleh ikut campur tapi Indra malah duduk di sampingnya seperti anak kecil yang minta perlindungan kepada orang tuanya sehingga membuat mama LIna ga bisa kemana mana, sedangkan papa Indra semakin dongkol.
"Ehm, Indra lagi curhat sama mama tentang teman kencan yang papa pilih, ya ampun pa, kayaknya gadis itu udah hamil deh, masa minta langsung dinikahin sama aku sih pa!" kata Indra dengan kesal, ia masih kesal dengan kejadian tadi.
"Eh kamu jangan sembarangan kalau ngomong, dia itu masih gadis, anak baik baik, masa mungkin papa ngenalin sama anak gadis yang.."bantah papa Aji dengan nada suara yang sudah atu tingkat lebih tinggi.
"Tuh kan ma, papa ga mungkin percaya, bahkan papa nadanya sudah marah kan?" adu Indra pada mama Lina yang hanya diam saja melihat perselisihan papa Indra dan Indra.
"Maksud papa, kamu jangan seenaknya menilai orang lain." kata papa Indra dengan nada yang lebih halus, ia agak gak enak juga masa marah marah di depan orang lain, JAGA IMAGE dikitlah!
"Sudahlah Ndra, kamu mesti selesaikan hal ini sama papa kamu di rumah ya!" kata mama Lina dengan hati hati, ia juga gak mau membuat anak angkatnya tersinggung.
"Mama ngusir Indra?" tatapan Indra sudah sangat tajam.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Nah lo babang Indra nya marah, gimana ini???