
Ayo klik vote dan likenya dongg, ceritanya kan emang harus ada up and downnya ha ha haππ»ππ»ππ» Yang udah vote ... i lap yu pullllll
Mau sedikit cerita ya, jadi ini itu harus diedit dan di revisi ulang, karena ada sedikit mis komunikasi dri awal saja dengan editor. Jadi ini ceritanya harus diselesaikan di satu buku.. ntar penjabaran di buku yang satunya. Karena belum bisa edit beneran jadi yang buku satunya dipindah langsung kesini.
Oleh karena itu plissssss, jangan lupa like ( ini gratisssss) dan votee ( ini juga gratis kokkk) πππ... biar review dan updatenya bisa cepet.
πππ
Jangan lupa vote like vote like vote like vote likeπππ
Happy reading!!!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sudah sebulan lebih, tapi Yara masih belum ketemu. Tak kurangnya Saka dan ayah Langit berusaha untuk menemukan Yara, tapi nihil. Yara tidak bisa ditemukan. Bahkan jejaknyapun tidak ada. CCTV di rumah sakit di retas, hingga rekaman yang video tentang kejadian saat Yara diculik itu tidak ada.
Herannya tidak ada seorangpun yang terlibat disana, karena kebetulan ruangan CCTV rumah sakit memang tidak dijaga ketat.
Tapi ada sebuah rekaman yang ditemukan oleh pihak IT Saka yang menunjukan aktifitas seorang perawat laki laki yang mencurigakan di luar rumah sakit, sedang memasukan pasien yang ga jelas wajahnya ke dalam sebuah mobil. Setelah di konfront ke pihak rumah sakit, pihak rumah sakit tidak pernah memiliki perawat seperti yang ditangkap oleh kamera CCTV di bagian lobby rumah sakit itu. Itu dibuktikan dengan rekap data pegawai, baik dokter, perawat, maupun outsourcing yang dipakai oleh rumah sakit.
Saka pun sudah bertemu paman Yara, tapi paman Yara bersumpah bahwa ia tidak melakukan penculikan terhadap Yara. Bahkan paman menuduh Saka berkonspirasi dengan Alana untuk membunuh Yara.
__ADS_1
flashback.
" Sumpah!!! Yara tidak bersamaku, Rendra!!" seru paman Yara dengan wajah merah menahan amarah.
" Tidak mungkin!! Pasti paman yang sudah mengambil Yara. Katakanlah paman. Yara ingin sekali menggendong Alaendra. Itu adalah keinginannya. Tolong jangan buat Yara menderita." sergah Saka balik. Ia tidak percaya kalau paman Yara tidak tahu menahu sama sekali dengan hilangnya Yara.
" Huh!! Kamu hendak bermain peran dihadapanku, Rendra? Katakanlah, apa yang Alana sudah lakukan dengan kamu sehingga kamu tega memperlakukan Yara seperti ini?" tuduh paman Yara balik. Dan lagi lagi paman mengkaitkan segalanya dengan Alana. Paman Yara sangat yakin kalau Alanalah dalang dibalik hilangnya Yara.
" Paman jangan gila. Alana baru saja mempertaruhkan nyawa, saat ia melahirkan Alendra. Bagaimana ia bisa mendalangi penculikan Yara!! Bukankah paman yang ingin memisahkan Yara dari Rendra dan Alana?" tanya Saka balik, seakan tidak mau kalah.
" Atau bisa jadi Yara merasa iri karena keluarga kalian terlalu mengagung agungkan Alana. Alana tidak lebih dari pelakor yang menjadi perusak rumah tangga keponakanku. Sudahlah Rendra, ceraikan saja Yara. Ia sudah cukup menderita. Biarlah ia tenang menghadapi hari hari akhirnya. Kembalikan Yara kepada paman. Biar paman yang akan mengurusnya. Paman masih sanggup membiayai kehidupan Yara, kamu tidak usah kuatir. Kamu bahkan tidak perlu memberinya harta gono gini. Karena aku sanggup menghidupi Yara dengan uangku sendiri." bentak paman Yara dengan amarah yang memuncak.
" Sudah bos. Jangan diteruskan. " lerai Lio yang juga ikut menemui paman Yara. Lio juga bingung dengan kasus yang dihadapi. Paman Yara kelihatannya emang tidak menyembunyikan Yara, tapi kalau tidak bersama paman Yara, trus Yara hilang dimana?
" Bos, saya rasa mungkin bukan paman Yara yang menculik nyonya Yara. Soalnya kalau dia yang menculik nyonya Yara, mestinya dia ga akan di Jakarta." kata Lio mengutarakan pemikirannya, saat mereka sudah duduk di dalam mobil menuju rumah besar milik ayah Langit. Karena sekarang mereka semua tinggal disana. Lio yang dulunya tinggal di apartemen, sekarang diharuskan ikut yinggal di rumah besar milik ayah Langit.
" Tapi waktu kejadian Yara hilang untuk yang pertama kali, kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi? Itu yang membuatku curiga pada paman Yo!" alibi Saka.
" Ah itu sih bisa saja." sahut Lio pendek, dia memikirkan kemungkinan lain.
" Kamu ini kayak Alana. Ia juga ga yakin kalau paman yang menculik Yara dari pertama."
__ADS_1
" Nona Alana jadi ke Kalimantan sama anak anak?" tanya Lio lagi.
" Nggak, ayah merasa harus ada di Jakarta terlebih dahulu, apalagi setelah aqiqah Alendra, ibu agak kurang sehat. Alendra juga masih harus stay kontrol dokter anak. Maklum karena baby Al lahir prematur jadi baby Al harus sering kontrol dokter, takut kejadian gagal nafas terjadi lagi. Kira kira sampai 1 tahun, baby Al harus gitu. Ayah memilih mengurus keluarga, tahu sendiri ayah paling ga bisa meninggalkan ibu dalam keadaan sakit." jelas Saka lagi.
"Bos, kita harus bagaimana? Tahu sendiri tikus perusahaan di Penang sudah menyebar ke Jakarta. " kata Lio yang sudah cukup pusing, karena selama 1 bulan ini Saka menjadi familyman banget, ia sama sekali tidak mengurus perusahaan dan memilih untuk menyerahkan urusan kantor ke Lio dibantu Alex dan Lita. Ia hanya mengurus anaknya Alendra dan kadang Sakalah yang mengantar Genta untuk pergi ke sekolah. Karena baby sitter Genta yang dianggap lebih berpengalaman membantu untuk mengurus Alendra. Alana selain mengurus baby Al, juga mengurus ibu Irsyana yang kurang enak badan.
" Bagaimana apanya sih, Yo? Ya kamu uruslah mereka. Kamu kan udah punya bukti yang kuat untuk memasukkan mereka ke dalam penjara, terutama pak Burhan dan Vella, apalagi yang kamu khawatirkan? Apa jangan jangan kamu naksir sama si Vella j**ang itu?" tanya Saka dengan senyum smirk yang membuat Lio berdecak sebal.
" Bos, please be serious for once?" sahut Lio dengan wajah kesal.
" Yo, carilah istri, at least cari pacarlah!! Tapi ya jangan Vella, paling kamu kalo sama.Vella cuman dapet sisa sisa aja." saran Saka sambil berlalu karena mereka sudah sampai ke rumah besar.
Sekarang, keinginan Saka hanya untuk bermain bersama anak anaknya, pengalaman hampir kehilangan baby Al membuat dia sadar kalau keluarga adalah hal yang paling penting walaupun mencari uang juga hal yang penting juga. Jadi saat ini Saka masih menghabiskan sebagian besar waktunya untuk keluarganya.
" Tapi, bosss.."
Siapa juga yang mau dapat Vella, dasar adik angkat sialan!! runtuk Lio dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
TBC