
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
"Lio, kamu yakin kalau Alana tadi sudah masuk ke dalam kantor Saka?" tanya Indra h kesekian kalinya karena mereka sudah mundur 2 jam dari acara yang ditentukan. Lio hanya menatap Indra dengan wajah datar khas Lio dan mengangguk saja, ia tidak membalas perkataan Indra karena Indra sudah berteanya untuk yang kesekian kalinya.
"Emang ponselnya ga bisa dihubungi?" tanya Rangga dengan penasaran, emang sahabat mereka itu nyantol dimana duluan sih kok bisa telat sedemikian rupa.
Lio hanya kembali menjawab pertanyaan Rangga dengan gelengan kepala, membuat Indra dan Rangga semakin kesal, irit banget sih suara Lio ini.
"Kamu lagi sakit gigi atau sakit tenggorokan sih Yo? Kok dari tadi hanya geleng geleng saja sih? " tanya Indra dengan kesal.
"Daritadi kalian menanyakan hal yang sama, aku sudah menjawab pake kata kata tadi, trus kalian nanya lagi, ya mau dijawab apa lagi coba?" tanya Lio dengan wajah datarnya.
" Argghh, kamu emangnya tidak merasa khawatir?" tanya Indra lagi, ia memandang ruangan yang sudah berisi kerabat Saka dan Alana bahkan ketiga anak lucu mereka sudah disana. Yang menjadi bintang acara malah belum menampakan batang hidungnya.
" Tidak!" jawab Lio singkat.
" Kamu emang asisten gila!"
" Aku sudah mengenal mereka bertahun tahun. Jadi aku sudah tau kira kira apa yang sedang mereka lakukan." jawab Lio dengan enteng.
" Emang menurut kamu mereka lagi melakukan apa?" tanya Rangga sambil memandangi Lio yang masih saja berwajah datar.
__ADS_1
" Bercinta lah,apalagi?" jawab Lio singkat tanpa mengubah air mukanya yang datar.
" What the F**k? Jadi kita nungguin mereka menuntaskan hasrat?" tanya Indra lagi, kini sarat dengan nada cemburu di tiap katanya.
" Sudahlah! Jangan menebar cemburu. Karena ga ada untungnya juga. Alana toh ga suka sama kamu,Saka juga ga suka sama kamu. Jadi nikmatilah rasa jomblomu yang tambah kian ngenes." kata Lio sambil terkekeh, wajahnya yang datar berubah sejenak, tapi setelahnya datar lagi.
" Omongan kamu rupanya ga pernah difilter ya? Mentang mentang bakal tunangan? " sahut Indra dingin.
" Jei jangan bertengkar. Toh orang yang lagi diomongin lagi bersenang senang. Biar sajalah. Salah kita juga menyarankan hal yang membuat mereka harus puasa seminggu, padahal kalian kan juga tahu Saka tuh kalau sudah didekat Alana bak seorang bayi yang kehausan. Jadi harus nempel sama dada ibunya. Ha ha ha ." sahut Rangga menenangkan kedua belah pihak, sekalipun ia juga tahu kalau Lio dan Indra ga mungkin bertengkar hebat, yah hanya saling ejek gitu itu.
" Emang berapa ronde ya Saka nggiling Alana? Sampe molor 2 jam loh? Hebat banget!" kata Indra dengan sinis.
" Kalau cuman 2 jam sih semua orang bisa juga lah. Paling celup celup bentar." sahut Rangga dengan nada mengejek.
" Kalau aku kira, permainan Saka itu sudah mengalami penurunan." kata Indra sambil membelakangi pintu masuk. Sahabatnya yang lain memandang pintu masuk sambil mencolek Indra.
" Emang kamu sudah pernah bermain sama Saka kok kamu mikir begitu?" tanya seorang pria dengan nada dingin.
" Ya iyalah, kan dia player! " sahut Indra lagi dengan nada sarkas. Padahal Indra itu hanya kesel menunggu Saka dan Alana yang ga datang datang, tapi malah jadinya ngeghibahin Saka. Indra kemudian heran karena Lio dan Rangga yang ada didepannya hanya diam dan pasang muka datar, lha siapa dong pria yang tadi ngajak ngomong dirinya? Saat Indra noleh ke belakang ia melihat Saka yang menatapnya dengan wajah datar, untung aja Alana ga ada disitu, Indra hanya bisa tersenyum salah tingkah karena orang yang di ghibahin ternyata ada di belakangnya.
" Sak, kamu itu ditungguin seindonesia, malah lama!" sergah Indra dengan santai mengalihkan perhatian.
" Awaas lu ndra! Ijinmu ketemu mertuaku akan kucabut, biarin kamu gak bisa ketemu Alana sama mama!" sahut Saka dengan nada lirih penuh ancaman.
" He he he aku bercanda doang, Sak!! Kamu itu gagah perkasa!! Pasti kuat beronde ronde di ranjang sama Alana!" sahut Indra sambil mengusap usap kepalanya yang tiba tiba gatal sambil memandangi Saka yang masih menatapnya dengan dingin.
__ADS_1
" Kalian bertiga ini emang sahabat laknat!! Kalian ngasi masukan kejutan buat Alana yang membuat kami tersiksa." kata Saka denagn digin sambil memandangi Rangga, Indra dan Lio satu per satu.
" Ha ha ha Saka oh Saka! Hanya seminggu aja loh ga ketemu Alana. Sudahlah, ayo kita bersenang senang sekarang. Gimana dengan kado yang sudah kamu siapin buat Alana? Mau diberikan sekarang? " tanya Rangga sambil menyerahkan sebuah kotak beludru cukup besar dan itu adalah kotak kejutan buat Alana dari Saka, sedangkan yang kotak warna merah itu hadiah dari Rangga dan Indra buat Alana, lebih tepatnya sih buat Saka dan Alana. Sedangkan Lio memegang kado yang ia siapkan khusus untuk Alana.
" Mulai aja acaranya sekarang, tapi aku tetep mau bikin perhitungan buat kalian bertiga yang sudah bikin aku merana selama 1 minggu ini." kata Saka sambio mengambil kadonya untuk diberikan kepada Alana sedangkan Lio , Rangga serta Indra mengekor di belakang Saka, untuk.mnegucapkan selamat ulang tahun buat si cantik Alana.
" Selamat ultah sayang, i love you to thr moon and back. Love you more everyday, thank you my best wife ever." kata Saka sambil memeluk Alana dan mengecup bibir Alana, sambio menyerahkan kado yang cukup besar yang ia siapkan untuk Alana.
"Thank you Hubby, I love you more too. " kata Alana sambil balas memeluk suaminya dengan erat. Tubuh suaminya.yang kekar dan maskulin, yang selama seminggu ini dia rindukan.
" Lana, my baby. Happy bday ya, ini kado dari aku." kata Indra sambil mendekat pada Alana untuk sekedar memeluk tubuh Alana dan mencium kedua pipinya, tapi seperti biasa mr posessive Saka menghalangi niat Indra untuk memeluk Alana. Jangankan untuk cipika cipiki, lha untuk peluk aja ga boleh.
" Makasih kakakk Indra." kata Alana dengan santai, tidak memperdulikan Saka yang tampak over protektip.
" Kado aja belinya patungan sama Rangga. Dasar dokter ga modal. Makanya suka nginep dirumah orang lain." desis Saka lirih yang masih bisa didengar oleh trio kwek kwek dan Alana.
" Eits, aku yakin kadoku lebih mahal dari kado kamu. Kalo ga percaya, coba buka sekarang, pasti kadoku lebih mahallllllllllllllll." kata Indra dengan yakin.
.
.
.
TBC
__ADS_1