Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
90. Tertangkap kering.


__ADS_3

Jangan lupa vote like vote like vote like vote likeπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡ dan gift gift gift yang banyak.


Sambil nunggu update, bisa cek karya thor yang lain.😘


Happy reading!!!


***


" Alana, kamu harus bed rest total. Nanti aku tanyakan dulu sama dokter, kalau emang boleh aku juga akan mengijinkan." ulang Saka lagi.


Saka nampak memencet mencet ponselnya. Alana keheranan dibuatnya.


" Nelpon siapa sih, Bby?" tanya Alana lirih. Tapi Saka hanya mengkodenya untuk tidak berbicara lebih lanjut.


" Lio, kamu tolong carikan informasi dokter kandungan yang bernama dokter Yani. Dia yang tadi memeriksa Alana. Kamu carikan no teleponnya yang bisa dihubungi saat darurat. Oh ya, apa kamu sudah membereskan administrasi Alana? " tanya Saka dengan nada dingin.


"..."


" Emang kamu dimana posisinya?" tanya Saka lagi.


" ..."


" Siapa yang beresin administrasi istriku? " tanya Saka dengan nada geram. Alana langsung menoleh kearah Saka yang tampak marah, wajahnya memerah karena menahan amarahnya. Ia tidak mau Alana menjadi ketakutan karena kemarahannya. Saka mencurigai satu orang yang melakukannya. Tapi ia tidak ingin menuduh tanpa bukti. Alana membelai tangan Saka supaya Saka tidak emosi. Saka juga mengerti keinginan Alana, ia hanya mengangguk dan menepuk nepuk tangan Alana.


"..."


" Hmmh, cari tahu sampai dapat. Lio, ada info yang belum kamu sampaikan kepadaku?" tanya Saka dengan nada ketus. Karena Lio belum menyampaikan tentang kondisi Yara.


"..."

__ADS_1


" Bukan tentang perusahaan dan urusan kantor, Liooo! " suara Saka naik satu tone lebih tinggi dari yang tadi.


" ..."


" Hmmh akhirnya kamu ingat? Bagaimana kondisi Yara? Dimana dirawatnya?" tanya Saka lagi sambil memegang tangan Alana dan mengecupinya dengan sayang. Alana hanya memandangi Saka sambil mengelus rambut Saka yang terlihat acak acakan dengan satu tangannya yang bebas.


" ..."


" Baiklah, berarti Yara dalam kondisi stabil? Ruangannya diisolasi kenapa?" tanya Saka, informasi ini membuat tubuh Alana jadi tampak lebih tegang. Dan Saka merasakannya. Ia membelai perut Alana yang buncit untuk menenangkannya.


"..."


" Baiklah aku mengerti. Kamu jangan pulang. Menginaplah disini. Sewa ruang VVIP lainnya. Pantaulah kondisi Yara, aku harus juga memantau Alana. Ia baru saja keluar dari unit gawat darurat juga. Beritahu ayah dan ibu mengenai ini. Oh ya, sepertinya mereka belum tahu kalau aku sudah sadar. Biarlah itu menjadi kejutan buat mereka. Kabari saja Alana dan Yara sudah baik baik saja. Kalau mereka ingin menjenguk, biarlah mereka datang." ujarnya pada Lio sembari langsung menutup teleponnya secara sepihak seperti biasanya.


" Kamu harus segera beristirahat, sayang." kata Saka kepada Alana dengan lemah lembut.


" Maafkan hubbymu ini ya, sayang. Aku rindu sama kamu, sama Genta dan sama dedek juga. Jangan pergi lagi, Lala. Kamu dulu pernah janji untuk membicarakan semuanya, dan tidak main lari begitu saja." bisik Saka dengan lembut di telinga Alana. Ia menaruh kepalanya di ceruk leher Alana. Ia tidak menindih tubuh Alana, karena ia juga ingat jalau ada dedek di dalam perut buncit. Jadi Saka menaruh beban tubuhnya di tangan kanan dan kirinya.


" Maaf, Bby. Aku salah!" balas Alana dengan lirih. Ia merasa bersalah karena memang ia pernah mengajukan prasyarat itu kepada Saka. Kalau apapun yang terjadi mereka harus membicarakannya bersama. Karena Alana pernah trauma ditinggalkan oleh Irvan begitu saja tanpa pesan dan tanpa kata, langsung diceraikan begitu saja.


Saka mencium kening Alana, mencium kedua pipinya, dan berakhir dengan mencium bibirnya yang selalu dirindukan oleh Saka. Alana hanya menikmati kasih sayang Saka yang tercurah melalui ciumannya yang hangat. Tiba tiba..


Brak !! Pintu ruangan rawat inap Saka terbuka, ..


" Haduh, maaf maaf maaf, ini adegan 18++ nih, yah!" kata ibu yang segera menutup mata Genta yang ada di belakang ibu Irsyana sedang digendong ayah Langit.


" Ibuuu!! Kenapa gak ketuk pintu dulu sih" seru Saka yang membalikkan badannya menutupi Alana yang tertunduk malu tertangkap kering oleh kedua mertua dan anaknya sedang berciuman. Biasanya tertangkap basah, karena gak basah jadi namanya tertangkap kering. He he he..


" Kamu itu ya, Saka. Ibu buru buru kesini begitu keluar mall, untung mall gak jauh dari sini, cuman mau jenguk Alana yang katanya tadi sempet pendarahan. Eh... ga taunya Kamu yang barusan siuman bukannya ngabarin orang tua yang khawatir eh malah bikin episode baru sama Alana yang habis pendarahan." runtuk ibu dengan emosi saat melihat anaknya malah santai saja padahal dirinya dan ayah Langit udah berlari larian bak atlit lari profesional, bahkan ayah Langit menggendong Genta yang pasti akan kepayahan kalau harus mengikuti langkah langkah orang dewasa. Mungkin ntar malam si ayah bisa encok dadakan karena kebanyakan gendongin Genta.

__ADS_1


" Daddyyyyy..." teriak Genta berusaha berontak dari gendongan ayah Langit dan segera menghampiri daddynya yang sangat ia rindukan. Genta juga heran kok malah sekarang kebalik, mommynya yang sekarang tiduran, dan daddynya yang sekarang menjagai mommynya.


" Heyyy jagoan daddy. Uhhh kamu tambah gede dan tampan seperti daddy ya. Muacchhh!!" sambut Saka sambil mencium anaknya yang lari ke dalam gendongan Saka. Genta rindu banget sama daddynya.


" Ngasalll!!! Sekarang jelaskan, apa yang terjadi dengan Alana, kenapa kok malah sekarang kebalik? Kamu yang jagain Alana? Sudah lelah ya kemarin tidur terus gak mau bangun. Sekarang sudah ga mau tidur lagi? Bikin khawatir orang tua saja!" sergah ibu Irsyana yang marah karena kelakuan Saka yang menyebabkan Alana sedih, pasti tadi yang menyebabkan Alana pendarahan juga Saka.


" Ibu, aku ini anakmu loh! Anak kandung ini. Tapi kemarin si Alana malah ibu sembunyiin, membuat aku sakit. Trus waktu aku sakit ibu malah masih nyembunyiin Alana. Trus sekarang aku sudah sadar ya masih saja aku yang dimarahin, sebenernya anak kandung ibu itu aku apa Alana sih, bu." tanya Saka dengan nada heran.


" Jangan banyak alasan!! Sekarang kamu cerita, kenapa Alana kok bisa pendarahan?"


" Engga apa apa, bu. Alana gak pa pa. " sahut Alana sambil menggenggam tangan Saka yang ada disampingnya. Ia kasihan melihat Saka dimarahin oleh ibu.


" Mommy, apa dedek sakit?" tanya Genta yang masih ada di gendongan Saka.


" Iya, dedeknya Genta bakal lahir dalam minggu minggu ini." jelas Alana dengan nada lembut pada anaknya. Ia mengusap kepala anaknya yang masih setia di dalam gendongan daddynya.


" Asikkkk. Dedeknya Genta bakal lahir. Genta bisa main sama dedek." kata Genta dengan suara riang.


"Bener itu Lana?" tanya ayah dengan nada bahagia.


" Iya katanya dokter tadi dalam 3-4 minggu lagi Alana akan melahirkan. Mungkin bisa lebih cepat. Doakan aja yah, supaya ayah cepet gendong cucu lagi. Dan Genta akan ketemu sama dedeknya." ujar Saka sambil mencubit hidung Genta yang sedang dalam gendongannya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2