Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
97. Alana!!


__ADS_3

Hai gengsss... ketemu sama author centil pengemis like dan vote yaaa.


Readers yang baca klik vote dan likenya dongg πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Yang udah vote ... i lap yu pullllll


Mau sedikit cerita ya, jadi ini itu harus diedit dan di revisi ulang, karena ada sedikit mis komunikasi dri awal saja. Jadi ini ceritanya harus diselesaikan di satu buku.. ntar penjabaran disana. Karena belum bisa edit beneran jadi yang buku satunya dipindah langsung kesini.


Oleh karena itu plissssss, jangan lupa like ( ini gratisssss) dan votee ( ini juga gratis kokkk) 😭😭😭... biar review dan updatenya bisa cepet.


πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜‹


Jangan lupa vote like vote like vote like vote likeπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Sambil nunggu update, bisa cek karya thor yang lain.😘


So jangan lupa vote dan like yaaaa


Happy reading!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saka uring uringan karena ia merasa terkadang dirinya tidak bisa menjaga Alana dan memberikan kasih sayang secara utuh. Ia takut Alana akan berpaling darinya. Ia cemburu karena dari hari ke hari ia makin mencintai Alana.


" Dasar dokter ganjen!" desis Saka dengan amarah yang sudah sampai di ubun ubun. Lio hanya memandang perubahan wajah Saka dengan ekapresi datar.


" Kamu sudah selidiki siapa yang membayar biaya Alana di rumah sakit ini?" tanya Saka lagi kepada Lio.


" Sudah, tapi sepertinya pihak rumah sakit tidak mau memberi informasi tentang itu. Ada kecurigaan tertentu, bos?" tanya Lio dengan santai. Sebenarnya ia bisa menduga siapa yang melakukannya. Tapi ia tidak mau membuat bosnya semakin esmosi.


" Kamu jangan buat aku semakin jengkel ya, Yo! Mestinya kamu bisa menebak siapa orang itu. Kamu selidiki siapa sih dokter Indra itu. Rasanya ia ingin main main dengan aku!" kata Saka sambil mendekati brankar Alana. Ia ingin mencium bibir Alana yang melambai lambai ingin dikecup. Tapi Lio hanya mematung di tempatnya, membuat Saka jadi bingung, apa yang sedang dinanti Lio.

__ADS_1


" Yo, kerjakan sekarang!! Jangan lupa makan siang ini aku ingin makan dari luar rumah sakit. Kalau ibu dan ayah datang, kabari aku juga segera." perintah Saka sambil mengusir Lio untuk keluar dari ruangan Alana dirawat. Lio hanya mengelus dadanya dan keluar dari ruangan Alana, aambil geleng geleng melihat kelakuan bosnya.


Lio teringat sesuatu. Ia berbalik untuk masuk ke dalam ruangan Alana.


" Bos, saya ing..." Lio hanya menggantungkan ucapannya saat ia melihat Saka ternyata sedang menciumi Alana yang sedang tertidur lelap. Pintu yang terbuka dan Lio yang sedang terbengong disana saat Saka sedang mencium Alana yang tertidur membuat Saka naik pitam dengan Lio. Sudah dua kali ini Lio mengganggu privasinya.


" Ada apa lagi sih, Lio? Kamu itu sukanya mengganggu aja. Awas aja kalau info kamu yang menyela apa yang aku lakukan itu, ga bagus!" sergah Saka dengan nada mengancam.


" Ini tentang Vela bos. Ternyata analisa bos tepat. Ia memang ingin bermain main dengan kita. Perusahaan yang di Penang... " ( Kisah tentang Vela bisa dibaca di Menjadi Istri Kedua Sahabatku )


" Kamu urus ajalah itu dulu. Kepalaku serasa mau pecah. Aku masih khawatir dengan kondisi Alana dan Yara. " potong Saka cepat. Ia tidak ingin menambah masalah baru. Ia tahu pasti tikus tikus perusahaannya memanfaatkan waktu ia mengurus kedua istrinya dengan membobol atau mengacaukan perusahaan.


" Satu lagi bos, saya rasa bos perlu turun tangan sendiri, karena mereka kayaknya akan mensabotase melalui ibu Yara." jelas Lio dengan hati hati, pasti sebentar lagi bosnya ini akan jadi petasan banting. Marah marah gak jelas. Lio sudah menyiapkan telinganya dengan baik.


" Kok bisa?" tanya Saka heran.


" Karena mereka, Vela dan pak Burhan hanya mengetahui ibu Yara lah istri bos Narendra Sakabumi. Mereka gak tau tentang Alana. Pemindahan Vela ke Jakarta membuat pak Burhan sedikit berang. Mungkin itu yang membuat mereka berencana untuk menghancurkan perusahaan melalui ibu Yara." sahut Lio dengan nada tenang.


" CCTV dan sadapan telepon. Jangan lupa kita punya team IT, bos!" sahutnya dengan nada datar. Saka jelas tidak lupa. Lio adalah ketua tim IT itu. Kepandaiannya untuk ngehack seperti itu emang tiada duanya. Saka memijat keningnya, ia galau karena harus mengurus banyak hal. Termasuk juga dua istrinya yang kompak menjadi penghuni rumah sakit.


" Baiklah, pantau gerak gerik mereka. Jangan sampai membahayakan Yara." perintah Saka sambil memegang kepalanya yang berdenyut denyut.


" Baik, bos!" sahut Lio lagi. Lio sudah hendak keluar dari kamar ruang perawatan Alana. Tiba tiba...


" Bby, perutku sakit banget!" Alana tampak mengulurkan tangan hendak menggapai Saka. Wajahnya yang pucat, keringat dingin yang membasahi wajahnya yang cantik membuat Saka menjadi semakin frustasi.


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Saka dengan nada panik.


" Bby.." Alana seperti tidak kuat menahan sakit yang membuat Saka semakin panik.

__ADS_1


" Yooo, panggil dokter. Cepatttt!!! Alana mau ngelahirin!!" perintah Saka dengan berteriak. Lio tampak cukup gugup, ia belum pernah mengatasi orang yang hendak melahirkan.


" Bos, tapi nona kan belum .."


" LIIIOOOOOOO!!! Lakukan saja!! Jangan banyk protes."


" Baik baik bos.!!" segera Lio memencet tombol Help disamping nakas ranjang Alana.


Alana hanya terdiam, wajahnya yang pias membuat Saka semakin khawatir.


" Yang, bertahan ya! Demi anak kita? " kata Saka berusaha menenangkan Alana. Padahal dalam hatinya dirinya juga sangat khawatir dengan kondisi Alana yang semakin pucat. Dia takut Alana kenapa kenapa.


" Yo, dokternya lama amat." desak Saka yang memegangi Alana yang tidak mau melepas pegangannya sama sekali. Alana merintih lirih. Ia tidak mau membebani Saka dengan kesakitannya.


Tok tok tok


Brak..


" Permisi, biar saya periksa pasien dulu. Harap yang tidak berkepentingan bisa keluar sebentar.." kata dokter Yani dengan nada memerintah. Kemudian dokter dan suster yang datang sudah memegang Alana dan memeriksanya dengan intens.


" Bby, jangan pergi." rintih Alana dengan suaranya yang masih menahan rasa sakit. Saka mengangguk.


" Iya, sayang, aku disini. " sahut Saka berdiri dibelakang dokter Yani. Kemudian dokter Yani langsung berbalik menghadap ke Saka dan wajahnya menyiratkan hal yang tidak baik.


" Tuan, bisa ikut saya sebentar ke luar. Biar pasien akan dijaga oleh suster sebentar. Ada sesuatu yang perlu saya bicarakan dengan anda." kata dokter Yani dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Saka. Tapi Saka merasa ada hal yang tidak beres dengan kandungan Alana. Tapi dokter Yani sudah melangkah keluar dan sebelum Saka menyusul dokter Yani untuk keluar, ia harus meyakinkan Alana agar ia mau ditinggal oleh Saka, karena Saka harus menemui dokter Yani keluar ruangan. Entah Apa yang akan dikatakan oleh dokter Yani berkaitan dengan dengan kandungan Alana.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2