
Hai gengs...
thor kembali lagi membawa update.
Karena kesibukan mungkin thor hanya bisa berusaha setiap hari update, belum bisa crazy update
Sabar, kadang cerita harus di splittt. Tenang aja masih sesuai ama benang merahnya kokkkk🤣🤣🤣
Jangan lupa like dan votenya.
Makasi banget buat voters aku. Tanpa kalian, aku hanya remahan rengginang. 😂😂
Jangan lupa di..
like like like like like like like
like like like like like like like
Dukung thor dengan
vote vote vote vote vote vote
vote vote vote vote vote vote
jangan lupa juga buat baca karyaku yang lain ya....
Terjebak dalam tubuh Keyra.
Menikah dengan ipar
Rasa itu masih ada.
Kalau mau ikut di grup untuk dapet poin gratis dariku juga silahkannnn.
Yukk langsung baca aja.
__ADS_1
Happy reading.
Salam dari thor cantik pengemis like dan vote. Muachhhhhh muach 💓💓
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Lio, kamu segera kirimkan heli untuk mengantar Alex kesini. Biar Alex akan sementara mengurus kerjaan yang disini, sekaligus menggantikan tugas Vela. Vela akan aku pindah ke Indo untuk belajar lagi dengan Lita. " perintah Saka kepada Lio, asisten kepercayaannya.
" ... "
" Kamu sudah kerjakan apa yang tadi aku perintahkan? Untuk mengawasi Alana dan melaporkan semua kegiatan Alana di Indonesia?"
"..."
" Kamu sekalian kemari. Ada yang ingin kubicarakan. Kutunggu" seperti biasa Saka tidak menunggu jawaban dari sebrang sana dan langsung menutup sambungan telepon itu secara sepihak.
Saka langsung berdiri, dan segera mempersiapkan diri untuk meeting bersama pemegang saham di ruangan meeting di sebelah kantornya. Ketika Saka keluar dari ruangannya Vela tampak sudah siap dengan dokumen yang dibutuhkan lalu lanhsung mengikuti Saka dari belakang.
Diam diam ia mengagumi tubuh bosnya yang tampak gagah perkasa, dan mulai membayangkan ketika tubuh atletis bosnya itu menindih tubuhnya yang ramping.
Kelebatan pikiran pikiran yang mesum itu melayang layang di otak Vela saat memandangi bosnya. Ia langsung memikirkan cara cara tidak berakhlak untuk mendapatkan kenikmatan dari bosnya itu.
Tiga jam berlalu, dan meeting pun usai. Ini sudah hampir waktunya makan siang. Saka langsung keluar dari ruangan meeting diikuti oleh Vela. Saka balik ke kantornya, dan Vela pun masih setia mengikuti.
Tampak Lio dan Alex sudah didalam kantor Saka. Vela pun kaget dengan kehadiran asisten Saka dan Sekretaris kantor pusatnya.
" Pak Lio dan Pak Alex? Sudah lama? Mau sekalian dipesankan makan siang bersama, pak Rendra?" tanya Vela dengan nada gugup. Padahal di acara makan siang ini dia ingin berduaan saja dengan bosnya. Sehingga ia bisa membubuhkan sesuatu agar Saka bisa melakukan one quick s*x bersamanya.
" Tidak usah, kami bertiga akan makan diluar dan gak balik kantor. Kamu urus urusan kantor dan makan sianglah sendiri. Aku pergi." kata Saka sambil diikuti dengan Alex dan Lio yang segera mengekori bosnya dan melemparkan pandangan dingin kepada Vela yang segera membuat Vela menjadi salah tingkah.
" Awasi sekretarisku itu, aku rasa dia ada maksud tertentu disini." perintah Saka langsung kepada Lio yang segera membuat Lio menghela nafasnya. Mereka bertiga masuk ke Private room yang disewa Saka di resto hotel miliknya.
" Memangnya si Vela sudah melakukan apa, bos?" tanya Alex dengan nada heran saat mereka bertiga sudah duduk di area private room dan yang jelas juga kedap suara. Mau tidak mau Alex ikut campur karena Vela itu adalah bawahannya langsung.
" Hanya menggoda goda. Biasa, tapi aku rasa ada alasan yang lebih besar dari itu, makanya aku suruh Lio untuk menyelidiki." ujar Saka sambil memijit pelipisnya. Rasa pusing itu menyerangnya tiba tiba.
__ADS_1
" Baik, bos. Ini saya sedang mengecek latar belakangnya bos. Yang menarik sebetulnya si Vela bukan keponakan pak Burhan." kata Lio sambil menatap laptopnya tanpa berkedip. Lio itu merupakan salah satu hacker yang dipercaya Saka untuk mengurus seluruh kegiatan yang berkaitan dengan IT di perusahaannya. Saka juga mempunyai team IT yang sangat handal yang akan mengurus semua yang berkaitan dengan program dan pembajakan data.
" Pak Burhan bilang begitu kepadaku. Vela adalah keponakannya. Menurut penyelidikanmu, siapa dia?" tanya Saka tertarik dengan info yang diberikan oleh Lio.
" Menurut saya, Vela kemungkinan anak haram pak Burhan dari pegawai kantor pak Burhan yang dikencaninya."
" Wah hebat kamu, Yo. Darimana kamu tahu?" ujar Alex sambil berdecak kagum.
" Karena di data data, surat akte lahirnya tidak ada nama ayahnya, hanya nama ibunya dan di data perusahaan yang mempekerjakan ibunya tercatat ibunya bekerja di perusahaan pak Burhan. Ada foto gosip yang beredar di lingkaran para pekerja pak Burhan kalau mereka pernah terlibat affair. Kemungkinan terbesarnya adalah itu." jelas Lio dengan nada datar.
"Kalau begitu cek kebenarannya dengan DNA, kamu urus itu nanti. Kalau benar, mereka pasti bertujuan menghancurkan perusahaan. Lalu gimana soal Alana? Aku telepon di rumah dan ponselnya 2 hari ini gak bisa? " tanya Saka dengan nada khawatir, ia ingat Alana pernah minggat.
" Bos, saya sudah cek ponselnya, gak bisa dijangkau. Saya curiga ponselnya sudah tidak terpakai." sahut Lio, Alex hanya bisa bengong mendengar pembicaraan bosnya dan Lio.
" Sudah kamu cek dirumah Ayah? Gimana sih kerja anak buah kamu. Pengawal disuruh ngawal Alana makan gaji buta aja. Gimana dengan penyadap yang kau pasang di ponsel Alana? " cecar Saka dengan nada ketus.
" Bos,ponsel nya sudah tidak aktif, dan posisi ponselnya dirumah dan tidak bergerak sma sekali. Perkiraan saya ponselnya gak kepake. Pengawal.tidak melihat pergerakan nona Alana, bos. Jadi bagaimana mereka bisa laporan. Soalnya kan mereka tidak berada di dalam rumah."
" Pengawal yang kamu kirim itu pro apa gak sih. Bagaimana Alana didalam rumah bisa ilang? Aku suruh kamu cari pengawal untuk memantau Alana."
" Bos, Alana itu didalam rumah. Hilangnya dari dalam rumah, bos. Bukan saya...."
" Aku gak mau tahu. Siapkan heli buat aku pulang ke rumah. Aku mau cek orang rumah dulu. Aku mau nelpon ibu dan ayah. Siapa tahu Alana pergi sama mereka." potong Saka cepat, Saka mulai kebingungan. Alana hilang dirumahnya sendiri. Gimana ceritanya?? Mesti ada sesuatu yang hilang dari potongan potongan cerita anak buah dan Lio.
" Bos gimana dengan perusahaan disini? Kan penanam saham akan ada rapat lagi besok? " tanya Alex dengan raut bingung. Dia yang bakal kena getahnya. Ia kebagian harus beresin kerjaan yang di Penang inih.
" Kamu urus, Lex. Dan satu lagi. Kamu mesti hati hati sama anak buah kamu, si Vela. Aku punya perasaan kalau dia itu ada sesuatu. Mungkin ini ada rencana pak Burhan untuk ngambil kesempatan di perusahaan. Lio, kamu cariin data yang bener tentang Vela dan pak Burhan. Kalau emang bener mereka ada main, habisin mereka. Dikira aku anak kecil bisa ditipu pake perempuan macam gitu?" decih Saka.
" Bos, saran saya kotakin dulu aja si Vela. Kita urus nona Alana dulu. Kita gak bisa focusing di dua hal. Kayaknya bos, ada yang aneh dengan menghilangnya nona. " ujar Lio memberi saran.
" Oke Alex, seperti rencana semula. Kamu urus di Penang. Sementara biarin dulu si Vela. Aku mau pulang dan nyari Alana. Arggghhhh, aku tahu beberapa bulan ini aku sibuk dengan perusahaan di Penang. Mungkin Alana merasa aku gak merhatiin dia. Apalagi disini masih banyak tikus tikus perusahaan dari perusahaan lama yang kita beli. Makanya kadang kepikiranku dipecah kemana mana. Belum lagi urusan Yara yang gak mau nerusin pengobatan. Harus gimana coba? Siapa yang mau ngertiin aku. Hahhhhh!!!" desah Saka sambil memijat keningnya yang tiba tiba terserang migren gara gara memikirkan banyak hal yang membuat kepalanya serasa mau pecah.
.
.
__ADS_1
.
TBC