
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOUππ»
***
" Alana, kamu kok kelihatan cantik banget hari ini." kata Saka sambil menggandeng tangan Alana yang memakai dress bordir warna putih tanpa lengan yang entah kenapa sangat cocok dengan warna kulit Alana yang putih, mereka berdua menyusuri keindahan taman di dekat tempat mereka tinggal. Banyak sekali yang sedang jualan di pinggir pinggir jalan, juga banyak orang yang sedang jalan jalan berdua maupun bareng keluarga kayak mereka.
" Gimbal ahh kamu.."
" Gombal, sayang! Kalau Gimbal itu makanan khas Semarang. Namanya Tahu Gimbal!" kata Saka sambil tertawa.
" Gimbal bukannya rambut orang yang suka sama lagu reggae ya?"
" Iya itu juga gimbal tapi kalo tahu gimbal kan enak. Kalau gimbal rambut mana enak? Kan ga bisa dimakan?" jelas Saka gaje. Dan kemudian mereka berdua tertawa lepas lagi.
" Tapi serius deh, sayang. Kamu itu bagaikan bidadari yang turun dari khayangan. Cantik banget. Beruntungnya aku bisa menikahi kamu." kata Saka lagi sambil mengecup punggung tangan Alana yang ia gandeng sejak tadi.
" Ha ha ha. Udah ah, males ngomong sama tukang rayu macam kamu."
" Yah, namanya juga lagi usaha. Supaya bisa dapet jatah dobel ntar malam." Saka mengatakan hal itu sambil tersenyum smirk. Senyuman yang membuat gadis gadis bertekuk lutut dan rela melemparkan diri ke atas ranjang Saka untuk sekedar menghangatkannya dengan se* sesaat.
" Ya ampun, hubby!! Gak puas puasnya ya? Aku udah kasii hak kamu tuh bukannya satu hari sekali tapi udah tiga kali sehari, udah kayak minum obat saja." cebik Alana.
" Soalnya hanya tubuh kamu yang bisa buat Junio meronta hanya dengan bersenggolan dengan tubuh kamu. Kamu itu seperti oase ditengah padang gurun." Alana hanya tersenyum mendengar rayuan pulau kelapa Saka dan berdecak kecil saat suaminya kembali merapatkan tubuhnya serta berusaha meremas ****** Alana.
" Ini di tempat umum, sayangggg!!" tolak Alana dengan suara tertahan. Tepisan Alana tidak manjur,karena sejurus kemudian Saka melakukannya lagi.
" Pulang yuk!! Aku cape." jawab Saka sekenanya. Ia hanya ingin pulang dan memuaskan keinginan Junio mumpung anak anaknya sedang ke rumah oma Lina sama neneknya.
" Ogah!!! Paling sampai rumah kamu buat aku kecapean sampe ga bisa berdiri." rajuk Alana.
" Ha ha ha kamu kok tahu sih sayang?" tanya Saka sambil menoel pipi Alana.
" Taulah. Wajahmu aja udah Mesum Maksimal. Dasar 3M!"
__ADS_1
" Apaan tuh 3M?"
" Mister Mesum Maksimal"
" Ha ha ha ada ada aja sih kamu." kata Saka sambil memencet hidung mancung Alana. Kemesraan yang ditunjukan Saka kepada Alana selalu bisa membuat orang yang melihatnya jadi kagum. Ia selalu memanjakan Alana dan bersikap lembut kepadanya. Lain halnya kalau di kantor atau bertemu klien apalagi dengan anak buahnya. Ia akan super dingin, cuek dan datar.
" Bby, beli jajanan itu yuk!" pinta Alana manja.
" Hah? Makanan apaan tuh?" Saka bergidik dengan makanan makanan jajanan jalanan. Maklum anak gedongan ga pernah makan jajanan di jalan gitu. Gak higinis!
" Itu lumpia, sayang. Jarang jarang loh ada jajanan kayak gitu di Jakarta. " kata Alana sambil menarik tubuh Saka kesana.
" Hati hati, sayang. Kita harus menyebrang jalan dulu. Awas loh ntar ada motor." kata Saka memperingatkan Alana yang sudah tidak sabar menyebrang.
" Itu sudah sepi, Bby! Ayooo." ajak Alana yang sudah duluan ingin menyebrang. Tubuh Alana udah berjarak kira kira dua meter didepan Saka. Tiba tiba ada sebuah mobil warna putih yang melaju dengan kecepatan maksimal. Yang tanpa peringatan langsung menabrak tubuh Alana yang sudah menyebrang terlebih dahulu.
BRAkk!!
" Alanaaaaaaaaa.." jerit Saka histeris. Saka melihat tubuh istrinya yang terpental jauh dari tempatnya ditabrak tadi. Tubuh Alana sudah terbaring tidak berdaya. Seluruh tubuh Alana bahkan sudah bersimbah darah segar. Dressnya yang semula berwarna putih berubah menjadi merah terendam darah. Bahkan darah mengalir sampai di samping tubuhnya.
" Minggirrr!" teriaknya marah. Saka menolakan tubuh orang orang yang berkerumun disana yang hendak menolong istrinya.
" Alaanaaaa, babyyyyy, jangan pergiiiii!" teriak Saka kembali histeris saat ia mendapati istrinya hanya diam dan terkulai lemah.
" Pak, itu temannya segera dibawa ke rumah sakit saja. Darahnya banyak keluar loh. " kata seorang bapak yang iba melihat Saka yang menangis dan hanya bisa memanggil manggil Alana dengan histeris. Bahkan ada beberapa orang yang ikutan menangis melihat nasib Alana.
" Itu istri saya.."
" Ya allah istrinya masih muda kasian .. mana cantik lagi." kasak kusuk orang orang mengerumuni tubuh Alana.
Saka ingat langsung menelepon pengawalnya untuk membawa mobil untuk mengantar Alana ke rumah sakit.
" Vern, segera ke taman deket rumah. Bawa mobil dan bawa juga Sergio, Alana ditabrak. Kamu segera telepon rumah sakit, minta mereka menyiapkan UGD khusus istriku, cari dokter kompeten jangan lupa siapkan darah untuk transfusi. Kamu lakukan cepat. Kalau sampai Alana kenapa kenapa aku akan membunuh kalian." kata Saka dengan suara parau langsung kemudian menutup ponselnya. Ia mendekap tubuh Alana yang bersimbah darah dan mulai dingin.
" Alana Mahennn, aku akan sangat marah kalau kamu berani meninggalkan aku sendiri. Kamu sudah janji, kamu ga boleh ninggalin aku seperti ini. Aku masih butuh kamu, jangan tingallin akuuu." Saka terus meracau sambil mendekap tubuh Alana yang bersimbah darah. Sampai baju kemeja Saka yang berwarna putih pun turut ternoda dengan darah Alana yang keluar begitu banyak.
__ADS_1
Mobil yang disupiri Sergio sudah datang, Vern bergegas menghampiri tuannya. Sebenarnya jarak rumah Saka dengan kejadian perkara hanya beberapa puluh meter saja.
" Bos, ada ap.."
" Jangan banyak tanya segera buka pintu mobil, aku akan menggendong Alana. Kalian segera larikan mobil ini secepat cepatnya ke rumah sakit. Nasib kalian tergantung pada kecepatan kalian membawa istriku ke rumah sakit. "
" Baik bos!!" Vern segera membuka pintu mobil agar Saka bisa segera menggendong Alana masuk mobil. Si Sergio sudah siap di tempat kemudi. Setelah menutup pintu, Vern segera berlari ke depan untuk duduk di sebelah Sergio. Sergio melarikan mobil dengan kecepatan tertinggi. Mereka bukan hanya khawatir dengan ancaman bosnya, tapi mereka khawatir melihat nona bos Alana yang selalu baik kepadanya, akan kenapa kenapa.
Beruntung rumah Saka sangat dekat dengan fasum rumah sakit miliknya. Semua orang, dokter, perawat sudah siap dengan brankar disana saat Vern mengatakan bahwa nyonya bos kecelakaan dan membutuhkan banyak darah. Ruangan UGD pun sudah disiapkan dengan peralatan super canggih yang rumah sakit miliki.
" Tuan, anda tidak boleh masuk. Biar kami akan menangani nyonya.."
" Aku suaminya.."
" Tuan, biar tidak mengganggu kami memberi pertolongan.."
" Boss! Kita tunggu diluar saja. Kasihan nona Alana kalau kelamaan ditanganinya. " kata Sergio sambil menahan tubuh Saka yang kemudian melemas untung ditopang oleh Sergio dan Vern, pengawal pengawal setia Saka. Baju Saka yang terkena darah sudah kering. Vern langsung menelepon pengawal yang lainnya untuk membawa baju ganti Saka dan Alana. Saka hanya diam memandangi ruang UGD.
Tiba tiba, pintu ruangan UGD terbuka dan dokter yang tadinya merawat Alana sudah keluar dengan wajah lesu.
" Dok, gimana dengan kondisi istriku." tanya Saka dengan nafas tertahan? Ia tidak suka dengan raut wajah dokter itu.
"Maaf, kami tidak bisa menolong..." Saka langsung mencekal kerah snelli dokter itu dan menyeretnya ke tembok.
" Kamu bohong!!! Alanaku tidak akan mati. Alanaku masih hidup. Kamu sialan. Kamu yang akan mati." kata Saka sambil menyeret tubuh dokter malang itu dan memepetkannya ke tembok.
" Tidakkkkkkkkkk!!!!" jerit Saka berlinang air mata, dadanya sesak, dan ia memegang kepalanya karena tiba tiba seluruh dunia berputar.
.
.
.
TBC
__ADS_1
ps: *sigh* tolong, jangan bully thor yaπππ» Vote aja yang banyak, biar cepet updateπ π