
Jangankan surat atau pun pesan. Bahkan semua bajunya pun ia tinggalkan begitu saja. Alana pasti sedang tergesa gesa saat ia ingin melarikan diri. Ia hanya memanfaatkan waktu dimana Saka menjenguk Yara, dan meninggalkannya seorang diri di dalam apartemennya. Alana pasti tanpa persiapan yang matang, karena ia hanya membawa dompet, ponsel dan surat identitasnya saja. Bodohnya tadi Saka tidak mneyembunyikan paspor Alana terlebih dahulu, supaya Alana tidak bisa melarikan diri seperti ini.
Ting tong...
Bel apartemen Saka berbunyi, pertanda ada tamu yang datang. Harapan Saka, Alana balik tanpa harus ia susah susah mencari. Bukankah, dedek tidak bisa jauh dari dirinya? Saka berdoa supaya anak di dalam kandungan Alana yang akan mempersatukan nya lagi. Tapi Saka harus kembali kecewa, karena ketika ia membuka pintu ternyata itu adalah Lio dan bawahannya. Saka kembali duduk di sofa ruang tamu apartemennya dan menunggu laporan Lio tantang hal hal yang ia minta.
" Bos, alat pelacak itu hanya bekerja saat ada di satu area yang sama, saat sampai di Singapura, alat penerima posisi itu bisa kembali bekerja." kata Lio sambil menunjukan kalau alat yabg ia miliki bekerja setelah ia mendarat di Singapura.
" Jadi kamu menemukannya? Dimana? Katakan padaku. Apakah bisa kujemput sekarang?" tanya Saka dengan binar di wajahnya, ia sudah gembira saat Lio mengemukakan bahwa alatnya sudah bisa bekerja lagi.
" Belum bos, tapi akan bisa menemukan nona Alana dalam waktu singkat." kata Lio dengan nada pasti.
" Jangan beri aku harapan palsu, yo. Ini sudah 8 jam dari saat aku pergi tadi pagi. Aku gak mau tahu, kamu harus bisa cari dia sampai dapat. Aku tidak mau menerima kesalahan sedikitpun, dan aku juga tidak mau menerima kegagalan. Harus sampai dapat." kata Saka dengan nada marah.
" Baik bos, saya masih mengusahakan titik koordinat yang tepat. Dimana lokasi terakhir nona Alana." kata Lio lagi sambil ia fokus dengan alat alat IT yang ia bawa dari Jakarta.
" Segera temukan dia. Bagaimana dengan perintahku untuk mengecek kartu kredit, buku tabungan dan mengecek jalur penerbangan ke Indonesia? " tanya Saka dengan nada ketus. Beli alat alat mahal buat IT tapi ga bisa nemyin.istri yang hilang yang sudah dipasangin alat pelacak.
" Tidak ada pemakaian di kartu kredit anda bos. Tapi untuk tabungan atas nama nona sudah juga saya cek. Rupanya nona menarik sejumlah uang yang sangat besar sehari yang lalu sebelum hari ini menghilang, bos!" jelas Lio aambil perhatiannya kearah laptopnya.
__ADS_1
" Mudah mudahan ia tidak kekurangan dengan uang yang dia ambil. Aku khawatir dengan anakku, Yo. Coba kamu cek lagi koordinat lokasi Alana terakhir." kata Saka dengan nada cemas. Ia cemas kalau Alana kekurangan uang. Tau sendiri ini kan di negara orang.
" Bos, ini sudah saatnya bos berangkat ke Penang. " kata Lio mengingatkan.
" Batalkan saja dulu, tapi jangan lupa kau kirim orang untuk mengantar dan menjemput Yara dan keluarganya di Penang. Pastikan mereka nyaman, dan biarkan Yara berlibur sementara, sebelum kembali merasakan perawatan di rumah sakit. Aku tidak akan berangkat sebelum mendapatkan kepastian tentang kemana Alana pergi. Aku sangat yakin kalau dia berada tidak jauh dari sini. Tapi kemana dia pergi ya? " tanya Saka tanpa ditanggapi oleh Lio, Asisten pribadinya itu tahu kalau Saka sedang berbicara dengan dirinya sendiri. bukan membutuhkan jawaban dari dirinya.
Saka memijit pelipisnya yang berdenyut denyut. Ia tahu, Alana mungkin butuh waktu untuk menyendiri, setelah begitu banyak kejadian yang tidak mengenakkan bertubi tubi menghampirinya. Sejujurnya Saka ingin Alana menghadapinya bersama dengan dia. Tapi Saka sadar, hormon kehamilan Alana membuat Alana labil dalam menentukan sikap. Saka hanya berdoa anak yang ada didalam kandungannya Alana yang akan membuat Alana kembali kepadanya.
Lio hanya memandangi laptopnya mencari titik koordinat nyonya bosnya itu.
" Apakah segitu sulitnya menentukan titik koordinat yang jelas jelas sebenarnya sangat mudah bagimu, Yo?" tanya Saka dengan tatapan dingin khas Saka.
" Bos, saya masih ragu dengan informasi ini." kata Lio lirih, ia tidak yakin dengan titik koordinat yang saat ini sudah berada di layar laptopnya.
Saka mengambil alih laptop Lio, dan dengan raut wajah tidak percaya, ia menatap balik asistennya.
Saka menatap sekeliling ruangannya dengan raut wajah gusar.Matanya seakan akan ingin mencari sesuatu. Setitik pengharapan mungkin.
"Berapa jumlah uang yang ditarik oleh Alana, Yo?" tanya Saka tiba tiba, karena secara tiba tiba saja Saka menemukan setitik cahaya terang dimana Alana pergi.
__ADS_1
" Ehm.. cukup untuk sewa apartemen selama 2 tahun." jawab Lio seakan tahu kemana arah bosnya ini ngomong.
" Damn it. Harusnya aku tahu kalau Alana juga tidak bisa ..." Saka langsung terdiam, tiba tiba menutup mulutnya. Dia mengambil kertas dan menuliskan apa yang dia pikirkan kepada asistennya.
Dia sadar Alana sangat cerdas. Dia pasti sudah mengantisipasi semua tindakan dan resiko yang diambilnya dengan tempo yang sesingkat singkatnya. Saka kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan di ruang tamu apartemennya ini. Ia berharap apa yang dipikirkannya ada didalam ruangan ini.
Tapi kayaknya dia masih belum menemukan apa yang dicarinya. Dia harus bermain cantik dengan istrinya yang sangat pintar itu. Ia saja tidak mengira pergerakan Alana kalau ia tidak memiliki alat pelacak pada ponsel Alana. Beruntungnya ia masih sempat menaruh alat pelacak itu di ponsel Alana. Sayangnya ia belum sempat membajak ponsel Alana supaya lebih mudah lagi ia mengetahui sama siapa dan bagaimana istri pintarnya ini melarikan diri. Karena gak mungkin Alana bekerja sendiri.
Lio langsung tahu apa yang harus ia lakukan. Ia menuliskan sebuah kalimat diatas kertas.itu, yang membuat Saka mengangguk dan menepuk bahu asistennya sambil memuji kepandaiannya.
" Cari orang yang kamu maksudkan. Kalau ini emang cara Alana untuk melarikan diri dariku. Aku akan dapat menemukannya dengan cepat. Mungkin ini adalah salah satu kelemahannya, selama hamil, ia masih tidak bisa jauh dariku, oleh karena itu ia masih membutuhkan aku suaminya. " Saka mengerjapkan kedua bola matanya, dan tersenyum miring.
" Terimakasih anakku, kamu sungguh tahu bagaimana membuat mommy bertekuk lutut dengan daddy."
Lio hanya memandang bosnya dengan ekspresi yang tak terbaca, mungkin dia sedang mengejek bosnya dalam hati yang sudah terkena virus budak cinta. Bahkan Saka pun tidak dapat menebak siapakah orang yang saat ini paling banyak mengisi hatinya.
.
.
__ADS_1
.
TBC