
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
"Kamu tahu pas aku tahu kamu tertembak, hatiku sakit banget, rasanya aku ingin, biar aku saja yang menggantikan kamu, biar aku saja yang terluka, karena aku ga sanggup kalau harus melihat kamu seperti ini. Tapi kemudian aku ingat kata kata kamu yang bilang kalau aku harus kuat, demi kamu dan anak anak. Kamu tahu, itu semangat aku buat tetep sehat dan kuat. Kamu harus sadar, kamu gak boleh koma, kamu harus ingat ada Alend yang masih sangat membutuhkan kamu, kamu harus mengingat anak yang ada di dalam kandungan kamu saat ini." kata Saka sambil meneteskan air matanya. Ya Allah tolong Alana, tolong sadarkan dia, aku tahu Alana itu kuat, aku tahu Alanaku sangat luar biasa.
Saka terus menerus menciumi tangan Alana dan air matanya membasahi tangan dan lengan Alana, Saka tahu kalau Alana pasti bisa mendengar seluruh keluh kesahnya. Saka melakukan itu terus menerus sampai ia akhirnya tertidur di samping Alana. Saka tidak sadar saat ada orang yang memasuki ruangan rawat inap yang ditempati Alana.
CEKREK
Lio masuk dengan pelahan, ia bersama ibu dan ayah juga mama Lina. Ibu dan mama Lina sudah tidak dapat lagi membendung air matanya melihat kondisi Alana yang sangat memprihatinkan.
Ibu sangat kecewa, kenapa Alana dibawa serta, mestinya Alana ditinggal di resort saja. Tapi tadi sebenarnya Lio sudah menjelaskan kalau Saka juga khawatir kalau mau ninggalin Alana sendirian, berhubung Alana ini juga diincar oleh paman Yara, selain itu Saka juga sudah menceritakan mimpinya dengan Lio makanya Saka khawatir dan selalu membawa serta Alana, tapi mungkin takdir seperti inilah yang harus Alana lewati.
" Sudahlah bu, jangan menyesali hal yang sudah terjadi seperti ini. Ayah Yakin,Saka lah yang paling merasa terpukul,ia pasti yang lebih merasakan sakitnya karena ayah tahu kalau Saka sangat mencintai Alana. Lebih baik ibu menghibur jeng Lina supaya ia tidak merasa lebih sedih lagi, ibu ingat kan kalau baru saja jeng Lina kehilangan suaminya, ia pasti merasa sedih kalau sampai Alana kenapa kenapa." bisik ayah Langit dengan lirih, ia ingin ibu membuka mata kalau banyak orang yang sedih melihat kondisi Alana, bukan.hanya ibu Irsayana.
Ibu Irsyana memandang besannya yang memandang Alana yang sedang terbaring lemah dengan selang infus dan perban yang mengelilingi kepalanya. Wajahnya tampak pias dan raut kesedihan tampak jelas dimatanya, bahkan air matanya luruh tanpa suara.
__ADS_1
Ibu memeluk besannya untuk memberi kekuatan, dan mereka berdua menahan isak tangis yang keluar saat mereka meluapkan kesedihan mereka.
Saka yang masih menggenggam tangan Alana merasakan pergerakan kecil di genggamannya, membuatnya terbangun dan seketika ia kaget karena ternyata banya orang yang sudah berada di dalam kamar rawat inap Alana itu.
" Ayah? Ibu? Mama?" sapa Saka dengan nada parau, karena baru saja ia terbangun.
" Sak, kamu sebaiknya istirahat dulu dan mengganti pakaian kamu yang penuh dengan noda darah. " kata mama Lina menahan tangisnya, ia tahu kalau ia tidak bisa menyalahkan Saka yang membawa Alana sehingga Alana sampai tertembak. Ia juga sadar ini adalah bagian dari takdir Tuhan yang harus meteka jalani. Mungkin sehabis ini Alana akan bahagia bersama keluarganya. Iya,mungkin ini ujian Tuhan pikir mama Lina. Dan Alana pasti bisa melewati semuanya.
" Mama, ini semua salah Saka yang tidak bisa menjaga Alana, maafkan Saka, Ma. Maafkan Saka!!" Saka menangis sambil masih menggengam tangan Alana sehingga air matanya membasahi tangan Alana. Tapi Saka tidak peduli seandainya ia dianggap cengeng karena ia tak hentinya menangis seperti anak kecil.
" Sak, mama gak nyalahin kamu. Kamu harus segera mengganti bajumu itu. Lio sudah membawakan baju ganti buat kamu. Biar mama dan ibu kamu yang jagain Alana. " kata mama Lina dengan bijaksana. Ia hanya berdoa dalam hatinya kalau Alana akan segera sadar. Mereka belum tahu kalau masih ada calon cucu mereka di perut Alana saat ini.
" Nanti saja, ma. Saka ga mau ninggalin Alana. Setidaknya sampai Alana sadar. Saka mau jadi orang pertama yang Alana lihat saat ia sadar nanti." kata Saka kekeh tidak mau melepaskan genggaman tangan nya kepada Alana.
" Iya, Sak. Paling tidak kamu juga harus membersihkan badan kamu. Hanya ke kamar mandi saja Narendra Sakabumi,kalau Alana bangun pasti kamu mama kasih tahu." kata mama Lina dengan nada memerintah,ia tahu Saka ini anaknya ngeyel, tapi dari dulu ia selalu nurut kalau mama Lina sudah bertitah.
" Baiklah, ma. " kata Saka dengan malas malasan. Saka benar benar tidak ingin meninggalkan Alana bahkan untuk sedikitpun.
Lio langsung menyerahkan paper bag berisi baju dan kebutuhan mandi Saka, supaya Saka segera berganti baju. Saka mau melepaskan pegangan tangannya pada Alana. Tapi tiba tiba Alana menggenggam erat tangan Saka seakan tidak mau melepaskannya.
__ADS_1
Saka langsung berteriak..
" Alana sayang? Kamu sudah sadar." Saka terlalu gembira, sehingga ia meletakkan paper bag berisi baju itu kembali dan ia tidak jadi mandi.
" Liooo tolong panggilkan dokter, Alana sudah sadar. Panggil Indra juga!" kata Saka sambil memerintahkan Lio untuk memanggilkan dokter Lio juga menurut saja saat disuruh oleh Saka,padahal tinggal pencet tombol suster dan dokter bakalan datang kesitu tapi saking Saka gembira, ia lupa segalanya.
" Aku? Dimana aku?" tanya Alana lirih, ia berusaha bangkit dari tempat tidurnya, tapi sejurus kemudian ia kembali meletakan badannya karena ia merasa nyeri di dada dan kepalanya terasa pening.
" Sayang, kamu jangan banyak bergerak. Kamu masih harus banyak tiduran, sbentar lagi dokter bakal datang dan memeriksa kamu. Kamu sabar sebentar ya." jelas Saka menenangkan Alana yang tampak ingin bangkit, Saka menyuruh ALana untuk tetap beristirahat karena Saka takut kalau kalau lukanya bekas operasi bakal kembali berdarah.
" Dokter? Aku sakit apa?" tanya Alana sambil memegang kepalanya yang terbalut perban tebal dan memegang dadanya yng berdenyut nyeri.
" Kamu tadi tertembak peluru di dada dan terserempet peluru di kepala, itu sebabnya kamu merasakan sakit di kepala dan dada kamu." jelas Saka lembut. Dokter dan suster sudah berdatangan. Dokter Indra juga masuk ke dalam ruangan Alana dengan tergesa gesa. Ia ingin melihat kondisi Alana.
" Alana? Kamu sudah sadar? Gimana? Apa yang kamu rasakan?" tanya dokter Indra dengan tergesa gesa.
Semua orang yang berada di tempat itu bahagia karena Alana sudah sadar, mama Lina, ibu dan ayah Langit sudah bisa tersenyum bahagia.
" Perasaan saya sih biasa saja, dok! Cuman badan ku sakit semua terutama dada dan kepalaku sakit banget. Apa yang terjadi sama aku sih dok!" jelas Alana dengan suara pelan. Saka dan Indra hanya bisa saling berpandangan.
__ADS_1
.
TBC