Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
138. Cemburunya Saka


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


Jujur ibu memang sedang menggoda Saka, supaya Saka kebakaran jenggot, sekalipun yang ibu ceritakan emang benar adanya tapi cerita yang komplit adalah Alana menolak permintaan teman cowonya yang mengajak ketemuan berdua. Dan Alana juga sudah menjelaskan kalau dirinya sudah menikah dan memiliki anak. Tapi bagian yang itu, emang tidak ibu ceritakan dengan tujuan agar Saka lebih panas panas membara. Ibunya hanya tertawa dalam hati melihat ekspresi Saka yang tampak ingin meledak. Ya Allah, Saka .. Sakaa!!


Wajah Saka yang sudah masam dilihat, membuat ayah mengkode ibu untuk tidak lagi menggoda anak laki lakinya itu. Saka emang selalu cemburu sama Alana, tingkah posesifnya membuat Alana tidak pernah keluar rumah tanpa Saka atau keluarganya. Akhir akhir ini Saka juga heran, ia tambah cemburu sama Alana, tambah posesif sama Alana dan maunya hanya dekat sama Alana. Tak dapat dipungkiri sebagai laki laki normal, ia juga melihat Alana tambah cantik, dan seksi. Ia takut kalau ada yang lebih baik dari dirinya mencintai Alana, mengejarnya, dan Alana mau. Saka tak bisa bayangin akan seperti apakah gilanya dirinya.


" Genta, cucu kakek!" sapa ayah Langit melihat Genta yang datang digendong Alana lagi manyun, mungkin efek dari bangun tidur.


" Genta mau sama daddy?" tanya Saka yang pandangannya melembut ketika melihat anak tertuanya. Genta hanya mengangguk dengan pandangan kuyu.


" Sini, Genta kesayangan daddy." kata Saka mengulurkan tangannya untuk menggendong, mencium dan memeluk anak tertuanya. Setelah menyerahkan Alendrabayu yang usil kepada ibu suri maha usil yang duduk di sampingnya.


" Uh, Genta anak mommy? Gak mau gendong mommy saja?" tanya Alana menggoda anak tertuanya yang masih manyun paska bangun tidur. Alana kembali mengulurkan tangannya untuk mengambil Genta dari Saka, tapi Genta hanya menggeleng dan makin menyurukan kepalanya untuk bersandar di bahu daddynya membuat daddynya makin mengelus elus lembut punggung Genta, anak tertuanya.


Entah kenapa sore itu, Genta nampak manja sama daddynya, menampik uluran tangan mommynya untuk terus bermanja dengan daddynya.


" Genta, mau ikut daddy besok pergi?" tanya Saka dengan lembut masih mengusap usap punggung anak tertuanya dengan sayang.

__ADS_1


" Kemana, dad?" tanya Genta dengan suara khas anak anaknya yang menggemaskan. Membuat Saka tidak tahan untuk tidak mencium pipi gembil anaknya itu.


" Kita liburan ke resort daddy di Singapura sama kakek, nenek, oma Lina dan dedek. Mau?" tanya Saka lagi sambil mencium perut anaknya yang bau minyak telon, gemesin banget!!


" Mau .. mau .. mau!" jawab Genta antusias. Membuat Saka kembali melayangkan ciuman ke perut Genta yang juga embul dan membenamkan wajah ke perutnya.


" Loh eh? Kok mommy ga disebutin?" tanya Alana dengan memasang muka lucu. Saka yang kembali teringat dengan kejadian ibu suri yang menyiram minyak ke api yang membulat, membuat hatinya seketika kembali panas membara. Apalagi melihat Alana sore itu hanya mengenakan baju kimono tidur satin tebal dan Saka juga yakin kalau daleman dari kimono itu, Alana hanya mengenakan lingerie satin dengan bra dan cd berenda memikirkannya saja membuat Saka ingin membuat Junio meledak.


" Mommy ga usah diajak ya Genta, soalnya mommy nakal. Mau ketemuan ama laki laki berduaan dan ga bilang bilang sama daddy." kata Saka pelan tapi cukup bisa di dengar oleh Alana, sedangkan kakek nenek Genta gantian sibuk dengan Alendra yang aktif. Terdengar suara Alendra yang tertawa tawa gara gara digodain neneknya, sementara kakeknya tersenyum bahagia sambil menggendong Alendra.


Ibu mertuanya yang sedang sibuk dengan Alendra tidak mengerti bahwa menantu kesayangannya ingin bertanya, kenapa si bocah posesif bisa tiba tiba marah marah, padahal tadi waktu ditinggalkan aman aman saja tuh. Alana menebak mungkin ibu mertuanya yang membocorkan perihal pertemuannya dengan teman kuliahnya itu. Alana mendesah pelan, ia tahu bakalan sulit ini menaklukan daddynya Genta yang sekarang lagi pasang muka masam.


" Tapi mommy ga cerita sama daddy!! Bikin daddy panas dan sakit hati." rajuk Saka lebay. Padahal Saka sudah panas dingin pasca ketempelan sesuatu yang dingin dingin empuk tuh! Masih jaga image aja, Huh..!!Tapi Saka seneng banget karena jarang jarang Genta mau nemplok manja sama daddynya, membuat daddynya bahagia serasa terbang ke langit ketujuh. Sudah di puja anak tertuanya, juga tadi ditempelin benda favoritnya Saka, uhhhh!! Pengen segera malam hari. Jadi bisa segera olah raga ekstrem.


" Itu bukan cerita yang penting, dad!! Ngapain diceritain coba. Yang ada kamu marah marah kayak sekarang. Ntar kamu cepet tua loh kalau suka marah marah aja. Tensi tinggi tau!" sahut Alana membela diri. Emang itu jadi penting kalau cuman ingin buat godain suaminya, macam ibu mertuanya itu.


" Sayangggg, daddy tu terlampau sayang sama mommynya Genta dan Alend yang cantik! Habisnya mommy selalu menggoda sih! Aku aja ga bisa mengabaikan godaan kamu, yang!! Apalagi laki laki normal lainnya. Lagian aku marah juga karena aku takut orang tergoda trus ngejar kamu, gimana?" tanya Saka dengan nada ketus. Gak penting banget pembahasan orang yang cemburu tapi suka juga sih dicemburuin oleh suami tampannya, batin Alana berbunga.


" Gak akan deh, my love is still for you dan hatiku juga hanya untuk kamu! " bisik Alana lembut di telinga Saka, sambil mengusap punggung duo kesayangannya yang masih betah berpelukan, mungkin Genta kangen berat sama daddynya, sehingga Genta dari tadi hanya nempel dengan daddynya.


" So sweet, mom!! Jangan lupa hukumannya nanti malam." kata Saka lagi dengan pelan. Alana langsung memutar bola matanya dengan kesal. Lagi lagi hukuman! Aduhhhh besok dirinya ga akan bisa jalan dengan normal.

__ADS_1


" Genta kenapa, Lana? Kok lemes? Apa sakit?" cecar ibu mertuanya yang memandang Genta yang nemplok di bahu Saka.


" Gak tahu, bu! Tapi badannya sih gak panas. Tapi dari tadi cuman mau sama daddynya saja. Kangen kali, bu!" kata Alana sambil mengecupi tangan Genta yang bergelantung lemas di samping tubuh Saka.


" Apa jangan jangan Genta mau punya adik lagi, Lana?" tanya ibu dengan iseng, membuat Alana dan Saka menjerit bebarengan.


" Apa?" jeritannya sama tapi raut wajah yang ditampilkan agak beda. Saka dengan wajah senang, sedangkan Alana dengan wajah sedih.


" Coba kamu periksa dulu, Lana?" kata ibu kepada Alana. Mata Saka menatap penuh binar pengharapan.


" Yang lemes kan Genta, masa yang diperiksa Alana sih, bu? Apa kita panggil dokter Effendi saja, bu. Buat periksa si Genta dulu. Soalnya Genta kan besok mau ikut kita ke resort." kata Alana, membuat Genta protes karena takut ditinggalkan berlibur bersama sama.


" Mom, Genta gak kenapa kenapa. Genta jangan ditinggal." kata Genta dengan nada melas, membuat Saka gak tega. Saka langsung mengeratkan pelukannya pada Genta yang merasa insecure bakal ditinggal mommy dan daddynya berlibur bareng adik dan kakek neneknya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2