Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
148. Tolong Alana!!


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


"Enak saja!! Alana milikku dan aku takkan melepaskannya. "


"Lha tadi katanya kamu bintang sial Alana. Kalau kamu membawa sial buat Alana, gimana kalau Alana sama aku saja. Seingat aku dia ga pernah merasa tersakiti loh." perkataan Lio mulai berani, ia seperti menggugah beruang yang lagi tidur. Muka Saka sudah merah padam menahan amarah, rasanya ia ingin menghajar laki laki yang menggodanya itu, sekalipun ia adalah  saudara angkatnya.


"Lioooooo!!!"


"Aku cuman bercanda, bos!!! Tenang, aku masih tahu diri. Ini semua adalah bagian takdir yang emang harus dilewati. Percayalah, Alana sangat mencintaimu, ia juga tidak akan meninggalkanmu. Ia wanita kuat dan mandiri yang pernah aku temui. Ia akan bisa bertahan. Tenanglah!!"


"Bagaimana aku bisa tenang, Alana ada di dalam, lagi bertarung dengan maut."


"Indra kemana?'


"Dia ada di dalam" desah Saka kasar, ia cemburu. Alana didalam bersama Indra.


"Indra hanya berusaha menolong Alana, Saka!! Jauhkan pikiran cemburu kamu, bos!!"


"Bagaimana kamu bisa tahu pikiranku?"


"Jelaslah!!!! Sudah, aku akan mengurus anak Rangga dulu. Ini Rangganya bagaimana?"


"Rangga juga di dalam!"


"Kondisinya gimana."


"Mana aku tahu, Lio!!"


"Kita perlu bilang ibu suri? atau ayah?"


"Jangann!! Aku takut ibu shock! Bilang ayah saja."


"Sekarang tahu atau nanti sama aja, bos!"

__ADS_1


"Hmmh,iya aku taulah!! Kamu saja yang bilang. Kalau aku saran kamu kasih tahu ayah dulu, biar ayah yang pelan pelan ngomong sama ibu."


"Iya, aku tahu!" Saat Lio hendak berlalu, lampu merah di depan ruangan operasi tampak sudah dimatikan dan pintu ruangan terbuka, tampak Indra dan beberapa dokter keluar darisana, Indra tampak masih sibuk, wajahnya tegang dan penuh kekhawatiran, Saka semakin deg degan.


"Gimana dengan istriku, Ndra?" tanya Saka dengan Indra, Indra belum menjawab, ia nampak mencari cari sela untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Ehm, sebaiknya kamu duduk dulu, jadi ngomongnya enak." kata Indra dengan sedikit salah tingkah.


"Ada apa? Apa ada sesuatu?' Dada Saka terasa sesak tiba tiba, kalau dia anak kecil, ia sudah nangis guling guling untuk mengungkapkan perasaannnya, tapi ia tidak bisa, tenggorokan terasa tercekat rasanya.


"Sak, ehm kamu mau dengar kabar baik atau kabar buruk duluan?" tanya Indra sambil masih berusaha mencairkan suasana.


"Maksudmu apa??" Saka langsung mencengkeram erat bahu Indra yang kemudian dilerai oleh Lio dan seorang dokter paruhbaya.


"Saka, kamu tenang dulu. Indra hanya berusaha untuk  jelasin." kata Lio sambil menepis tangan Saka yang mencengkeram erat bahu Indra.


"Maaf, aku gak bermaksud, maaf..." kata Saka sambil menyugar rambutnya dan mengacaknya dengan kasar. Ia merasa terkejut dan merasa shocked.


Indra hanya diam dan tidak memberikan perlawanan apa apa. Ia juga bingung kalau mau ngomong kenyataan yang Alana alami,


"Alana gimana, Ndra!!" Saka menjadi tidak sabar saat Indra hanya diam saja.


" Apa? Sungguh?"


"Iya, kabar baiknya bayinya selamat. Usianya baru sekitar 7-8 minggu, aku heran ya dengan kalian ini. Anak baru jalan 8 bulan udah hamil lagi." kata Indra sambil sedikit bercanda. Saka melihat wajah Indra yang menyimpan sesuatu.


"Ndra, aku yakin bukan ini yang ingin kamu katakan. Kabar yang buruknya apa?" kata Saka sambil memegang bahu Indra lagi dan mengguncangkannya perlahan. Ia tidak bermaksud menyakiti Indra, ia hanya tidak sabar menghadapi Indra yang lemot.


"Ehm, Kabar buruknya adalah kalau Alana tidak sadar sampai malam ini, berarti ia akan koma, karena peluru yang nyrempet di kepalanya mengenai beberapa syaraf penting, walau tidak sampai mengenai tengkorak kepalanya."


"Astafirrulllaahh, Alanaa!"


"Kemungkinan buruk ke duanya adalah ia akan kehilangan ingatannya, entah kehilangan ingatan partial atau semuanya."


"Astafirulllahhhh lalu gimana dengan peluru yang nyasar ke dadanya dan katamu masih ada di dada Alana?" tanya Saka lagi, ia berusaha menenangkan dirinya.


"Sudah diambil, gak terlalu berpengaruh apa apa, cuman mungkin setelah ia sadar ia akan merasakan nyeri di dadanya, banyak berdoa aja supaya dia bisa melewati malam ini." kata Indra sambil menepuk nepuk bahu Saka menguatkan.

__ADS_1


"Boleh aku tengok?"


"Bentar lagi akan dipindah di ruangan VVIP, kamu tunggulah sampai suster keluar dan mengantar kalian kesana, karena Alana dipindah lewat jalur khusus!"


" Rangga gimana?"


"Rangga ga masalah, ia hanya butuh pemulihan saja. Oh ya tadi dimana anaknya Rangga? Aku takut dia akan shocked, biar aku carikan dokter psikolog untuk mendampingi anak itu." kata Indra.


"Biar, anak itu sementara kurawat, tapi tadi ia pingin ketemu papanya." kata Lio, sambil mengkode anak itu untuk mendekat.


"Itu susternya, kucarikan ruangan VVIP untuk Alana dan Rangga yang bersebelahan jadi kamu bisa menemani Alana sekarang, Sak!! Semoga ia ketika bangun gak hilang ingatan, dan semoga malam ini dia bisa bangun." kata Indra dengan lirih, seperuh berdoa supaya Alana pujaan hatinya selamat. Ia lebih baik melihat Alana hidup walau bersama orang lain, daripada Alana meninggal. Cinta ga mesti memiliki kan?


"Thanks, NDra!!" ucap Saka tulus, ia segera mengikuti suster yang mengantarnya ke ruang rawat inap Alana, sedangkan Lio masih berada di sana untuk mengabari ayah Langit.


CEKREK.


Saka memasuki ruangan rawat inap Alana, dan memandangi Alana yang diperban kepalanya dan sudah memakai baju rumah sakit.


"Sayang, ini aku. Bangun dong. Aku kangen sama kamu. Baru saja sebentar kamu tinggal aku sudah tidak sanggup, jadi jangan pernah kamu mimpi mau ninggalin aku ya." kata Saka sambil menggenggam tangan Alana yang terkulai lemah di sisi tubuhnya.


Saka hanya bisa bermonolog ria, karena Alana masih saja betah dengan tidurnya. Saka mau berusaha supaya ia bangun, ia mau Alana bangun dan tidak koma. Ia ga mau, kalau Alana sampai koma, apalagi ada anak di dalam kandungan Alana yang harus dipertahankan.


"Sayang, kamu tahu ga? Kalau kamu itu hamil!!"jelas Saka dengan nada bahagia, ia senenggg banget kalau Alana bisa hamilo lagi, karena cita citanya ia ingin punya anak yang banyak dari Alana. Karena ia dulu sering merasa kesepian karena ia anak tunggal, untung pas remaja ada Lio yang diangkat anak sama ayah dan ibunya. Saka pingin punya anak minimal 5.


"Kata Indra kamu sudah hamil 7minggu, berarti pas si Alend 6 bulan ya kamu udah isi lagi. Padahal kamu suka gendongin Alend yang gembilnya minta ampun, lain kali kamu ga boleh gendong gendong Alend atau Genta ya, takut ntar dedeknya kenapa kenapa." kata Saka lagi. Ia masih menggenggam tangan Alana yang lemas, ia menciumi punggung tangan Alana dan menaruhnya di dadanya.


"Kamu tahu pas aku tahu kamu tertembak, hatiku sakit banget, rasanya aku ingin, biar aku saja yang menggantikan kamu, biar aku saja yang terluka, karena aku ga sanggup kalau harus melihat kamu seperti ini. Tapi kemudian aku ingat kata kata kamu yang bilang kalau aku harus kuat, demi kamu dan anak anak. Kamu tahu, itu semangat aku buat tetep sehat dan kuat. Kamu harus sadar, kamu gak boleh koma, kamu harus ingat ada Alend yang masih sangat membutuhkan kamu, kamu harus mengingat anak yang ada di dalam kandungan kamu saat ini." kata  Saka sambil meneteskan air matanya. Ya Allah tolong Alana, tolong sadarkan dia, aku tahu Alana itu kuat, aku tahu Alanaku sangat luar biasa.


Saka terus menerus menciumi tangan Alana dan air matanya membasahi tangan dan lengan Alana, Saka tahu kalau Alana pasti bisa mendengar seluruh keluh kesahnya. Saka melakukan itu terus menerus sampai ia akhirnya tertidur di samping Alana. Saka tidak sadar saat ada orang yang memasuki ruangan rawat inap yang ditempati Alana.


.


.


.


TBC

__ADS_1


ps: minta batuan doa buat Alana supaya Alana selamat dengan mengirimkan vote dan like sebanyak banyaknya, terimakasih...


__ADS_2