
Hai gengs...
thor kembali lagi membawa update.
Karena kesibukan mungkin thor hanya bisa berusaha setiap hari update, belum bisa crazy update.
Tangan lupa like dan votenya.
Makasi banget buat voters aku.
ayundha, queenzyra,shelamatmalam, febriasari,nanik asse,irma fahri,salis hidayati, ratnasih, dan winda inda😘😘💋
Tanpa kalian, aku hanya remahan rengginang. 😂😂
Jangan lupa di..
like like like like like like like
like like like like like like like
Dukung thor dengan
vote vote vote vote vote vote
vote vote vote vote vote vote
jangan lupa juga buat baca karyaku yang lain ya....
Terjebak dalam tubuh Keyra.
Menikah dengan ipar
Rasa itu masih ada.
Kalau mau ikut di grup untuk dapet poin gratis dariku juga silahkannnn.
__ADS_1
Yukk langsung baca aja.
Happy reading.
Salam dari thor cantik pengemis like dan vote. Muachhhhhh muach 💓💓
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sore itu juga Ibu dan Alana serta Genta, berangkat ke Lembang menggunakan mobil Alphard ibu Irsyana, satu pengawal ibu duduk disamping supir kepercayaan ibu Irsyana, yaitu pak Thoriq, sedangkan mobil Xpander Cross baru th 2020 milik Alana dikendarai oleh pengawal ibu Irsyana yang lain dan diisi oleh Mbok Sum dan Baby sitter Genta, juga 2 pengawal ayah Langit yang akan mengawal Alana selama di Lembang.
Selama perjalanan Genta tidak henti hentinya bertanya tentang hal hal yang ada di sepanjang jalan.
"Mom, itu ada tulisan lucu." Genta yang diusianya yang baru 4 tahun sudah bisa membaca kata kata sederhana, sedang berusaha membaca rambu jalan yang sedang dilewati oleh mobil mereka.
"Emang ada tulisan lucu apa sayang.?" tanya Alana keheranan. Dia bingung, karena mobilnya sedang berhenti dekat sebuah sekolahan. Supir ibu turun di sebuah minimarket dekat sekolahan itu, untuk membeli air minum botol dan makanan ringan request dari Genta, sebagai bekal selama perjalanan. Sedangkan mereka yang ikut hanya menunggu di dalam mobil
Ibu Irsyana, karena takut dengan adanya mata mata Saka yang tersebar dimana mana, ibu Irsyana yang mendengar celotehan cucunya pun hanya tersenyum. Ia maklum, Genta emang selalu bertanya dan bercerita hal hal yang aneh yang sedang dia amati.
"Itu loh mom. Tulisan yang itu." kata Genta sambil menunjuk sebuah papan seperti rambu lalu lintas.
Jangan kaget, seiring pertumbuhannya Genta sudah tidak cedal dan bisa melafalkan kata kata dengan baik, ini semua karena orang dirumah dan Alana selalu mengajari Genta untuk berbicara dengan baik dan benar. Dan Genta benar benar menuruni kecerdasan Alana, di usia 3 tahun dia sudah bisa menghafal nama nama presiden Indonesia dari mulai presiden pertama sampai presiden yang sekarang, nama pulau pulau besar di Indonesia, bahkan bisa menghafal angka satu sampai seratus.
"Tulisan yang apa sih, Genta sayang?" tanya Alana sambil mengusap rambut Genta yang tebal dan halus.
"Itu loh mom. Hati dua anak menyeberang! Masa tulisannya hati dua ya mom, kan lucu. " katanya sambil menunjuk sebuah rambu peringatan di depan sekolahan itu. Sontak Alana terkekeh geli. Bahkan Alana tidak bisa berhenti tertawa sampai menangis. Ini membuat Genta jadi manyun. Ia kesal karena mommynya malah menertawakannya.
Ibu Irsyana pun heran, karena biasanya Alana tampil dengan wajah sedih dan kuyu, ini malah tertawa tanpa ada sebabnya. Ibu Irsyana takut kalau Alana depresi.
"Ada apa, Lana? Kamu kok ketawanya sampai kayak gitu?" tanya ibu Irsyana kepo, sebenarnya apa yang sedang diketawakan Alana.
"Itu loh, bu. Genta lucu banget. Dia lagi baca rambu peringatan di dekat sekolahan yang warna kuning itu lo."
"Apa yang lucu, Lana? Kan emang Genta cerdas. Dia kan sudah bisa baca sejak umur 3 tahun?" tanya ibu keheranan.
"Dia bacanya salah bu. Dan itu letak lucunya." kata Alana masih dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya yang cantik.
__ADS_1
"Anak bacanya salah kok malah kamu seneng sih?" tanya ibu tambah keheranan.
"Ibu lihat dulu itu, Tulisannya HATI2 ADA ANAK MENYEBERANG. Harusnya kan dibaca ***Hati Hati Ada Anak Menyeberang. *** Tapi dibaca Genta ***Hati Dua Ada Anak Menyeberang. *** Itu yang buat Lana tertawa." kata Alana masih tersenyum, ia memandang Genta yang masih kesel dan manyun. Dia duduk membelakangi mommynya. Alana menarik Genta ke dalam pelukannya. Sedangkan ibu Irsyana hanya tersenyum melihat interaksi menantu dan cucunya.
"Uluh uluhh, anak mommy yang ganteng dan pintarrr, Maafkan mommy yaa? Mommy cuman geli ajah. Genta mau maafin mommy?" tanya Alana sambil menciumi wajah Genta yang tambah tampan walau masih manyun.
"Mommy jahat, Genta salah ngomong malah diketawain." rajuk Genta sambil melipat tangannya di dada kayak orang yang sudah dewasa aja gayanya.
"Iya, mommy salah. Genta mau es krim, nak?" bujuk rayu Alana. Ia tahu kelemahan Genta ada di es krim. Genta langsung mengangguk cepat dan memegang tangan Alana.
"Sungguh ya mom. "
"Iya lah. Sebentar, mommy telepon supir nenek yang masih di minimarket, biar beliin Genta 1 es krim. Okey?" kata Alana sambil menelepon supir ibu Irsyana, yang bernama Thoriq, rencananya supir inilah yang akan menjaga dan mengantar jemput Alana selama di Lembang.
***
Sesampainya di Villa ibu Irsyana, Alana langsung turun dan menghirup udara dingin yang menyambut dirinya. Alana tampak bahagia, bersama Genta dan ibu Irsyana serta pegawai dan pengawal yang dibawanya dari Jakarta.
Ibu pun sadar kalau Alana sudah dalam kondisi depresi, sedangkan orang hamil itu sebisanya harus dalam kondisi bahagia. Ibu ingin marah dengan Saka, anaknya yang membuat Alana dalam posisi seperti ini. Bukannya ibu tidak sayang dengan Yara yang sedang sakit, tapi ia juga sadar. Ia pernah dalam posisi seperti Alana, hamil dan ingin selalu dekat dengan Ayah Langit. Jadi ibu juga berharap Saka juga mengerti. Emang kondisi rumah tangga Saka itu sedikit aneh. Karena ia punya Yara juga. Ibu Irsyana gemes, karena selain Saka memikirkan Yara, Saka juga sibuk mengurus pekerjaannya dan perusahaan yang baru saja ia kembangkan di Penang. Tidak salah untuk bekerja keras, tapi mbok ya mikirin istri dan anaknya, eh maksudnya istri kedua dan anak serta calon anaknya.
"Kamu senang disini, Lana?" tanya Ibu Irsyana yang memperhatikan Alana tampak bahagia.
" Iya, bu." sahut Alana sambil tersenyum.
" Lana, ibu minta kamu jangan sampai pergi dari ibu. Ibu sangat menyayangi kamu seperti anak ibu sendiri. Ibu sudah mengenal kamu sejak dari kecil. Ibu senang kamu sudah melahirkan keturunan keluarga Perdana dari rahimmu. "
" Bu, Lana juga sayang dengan ibu. Lana cuman lagi ingin menjauh dari Saka. Kayaknya Saka hanya membutuhkan Alana sebagai pelarian dan sebagai rahim pengganti saja. Saka kayaknya tidak mencintai Alana. Bu, Lana gak mau memaksa perasaan Saka. Lana gak bisa hidup dengan orang yang tidak mencintai Alana." sahut Alana sambil menunduk.
Air mata yang ia tahan sejak lama pun turun begitu deras.
Ia tidak lagi bisa menahan rasa sedih yang tertumpuk karena terabaikan. Waktu seminggu dalam sebulan yang Saka lewati bersama Alana pun kadang harus terpotong dengan banyaknya pekerjaan yang harus Saka urus di perusahaan. Alana hanya bisa diam dan menyimpan semuanya dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
TBC