Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Episode 47. Rahasia Yara 2*


__ADS_3

Inilah rutinitas yang Yara lakukan setiap pagi menjelang, dimana perawat yang dikirim Saka dan Pamannya pulang, dan ia sendiri di dalam ruang rawat inap itu, ia akan meratapi dosa masa lalunya, yang menjerat hidupnya, berdoa agar Allah mengampuni dosanya,


ia merasa bahwa apa yang dia lakukan dimasa lalu itulah yang membuatnya menerima ganjaran dimasa sekarang.


Penyakit yang dideritanya adalah akibat karma yang harus dia tanggung karena melakukan dosa besar. Dia juga telah membohongi Saka. Apakah Saka mau mengampuni apa yang telah dilakukan Yara?


krek..


"Paman? Paman sudah datang, dimana bibi? Kok gak kelihatan?" tanya Yara dengan suara senang, karena ia selalu merasa kesepian saat ditinggal pulang oleh suster yang dikirim Saka dan Pamannya untuk menjagainya, dan menunggu orang yang akan datang menjenguknya. Selama ini hanya Saka dan Paman atau Bibinya yang rajin menjenguknya, diluar itu, tidak ada lagi yang tahu kalau Yara dirawat dirumah sakit itu. Makanya saat Alana menjenguknya, Yara merasa bahagia setidaknya ada orang lain yang menjenguknya dan bisa ia ajak bicara.


Kegiatannya sehari hari hanyalah nonton TV nonton drakor, paling berselancar di dunia maya melalui ponsel canggih yang ia miliki. Tapu karena ia dari dulu seorang oekerja keras, jadi ia tidak pernah punya teman baik, teman untuk mencurahkan isi hati. Ia hanya punya paman dan bibinya, serta setelah menikah ia hanya punya mas Rendra untuk mencurahkan isi hati.


" Bibimu sedang membeli keperluan yang akan dibawa ke Penang nanti. Mungkin dia akan langsung ketemu saat kita di bandara nanti. Apakah kamu sudah siap? Mana si Rendra? Kok belum datang?" tanya Paman Yara dengan nada datar dan dingin. Begitulah sifat Paman Yara dingin dan sulit didekati, padahal dia sangat menyayangi Yara, karena ia sendiri tidak memiliki keturunan, dan menganggap Yara yang sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak kecil, sebagai anaknya sendiri.


" Mas Rendra dalam perjalanan kesini. Ia sudah berangkat dari tadi sih, Paman. Mungkin dia akan mengurus administrasi disini terlebih dahulu." jawab Yara dengan santai, ia sudah kepingin keluar dari Rumah Sakit itu.Yara sudah bosan tinggal di ruang rawat inap itu, meski ruangan itu merupakan ruangan termahal, dan termewah, tapi Yara merasa terkungkung dalam sangkar emas.


" Hmm, apakah dia bersama Alana? " tanya Paman Yara dengan nada ketus.


" Tidak, dia hanya sendiri saja. Ayolah Paman.

__ADS_1


Jangan mempersulit keadaan, Alana itu adalah pilihanku sendiri. Jangan buat Alana tersudut, selama ini di sudah banyak menderita karena ada ditengah tengah hubungan aku dan Saka yang rumit ini."


" Yara kamu belum tahu bagaimana membedakan orang yang benar benar baik dan orang yang hanya memanfaatkan kamu saja. Mungkin dia malah sekarang mendoakan kamu supaya tidak berhasil dalam pengobatanmu. Paman itu sudah banyak mengalami asam dan garam, Paman bisa membedakan mana yang..."


" Sudahlah Paman, hentikan!! Yara bukan orang yang baik. Yara meninggalkan mas Rangga dan anak kami begitu saja, padahal kami sudah menikah siri. Ini karmanya paman, karena aku sudah membuang anak kandungku sendiri, membuat aku sekarang tidak bisa lagi mempunyai anak!!! " jerit Yara dengan frustasi, dia menangis setiap mengingat perbuatan jahatnya dimasa lampau, membuang anak yang ia kandung dengan begitu kejam. Oleh karena itu ia merasa pantas kalau saat ini Allah membalasnya dengan ketidak mampuannya memberikan anak bahkan memberi kepuasan s*x kepada Saka.


"Yaraa??? Apakah benar yang kamu katakan??" tanya Saka dari arah pintu luar ruangan rawat inap, Saka mendengar dengan jelas perkataan Yara, karena kebetulan pintu ruang rawat inap Yara sedikit terbuka dan Yara saking frustasinya dia berteriak meluapkan perasaan dan emosinya yang terpendam.


" Mass Ren..dra?? " ujar Yara tergagap, Yara menghentikan tangisnya karena ia sangat terkejut melihat Saka dengan wajah yang merah padam dan tangan yang mengepal seakan menahan kemarahan yang luar biasa mendengar istrinya berselingkuh sehingga membuahkan anak. Berselingkuh? Kapan?? Berarti selama ini aku tertipu dengan kepolosan dan keanggunan serta kecantikan seorang Ivara, batin Saka sambil berusaha menahan amarahnya yang membuncah.


Saka beristighfar berulang ulang, dia tidak mau menyalahkan Yara tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


" Yara, aku menunggu kamu menjelaskan semuanya kepadaku." kata Saka sambil menahan amarahnya. Ia hanya memberi penekanan pada kata katanya, tapi masih menjaga tidak menggunakan emosi dalam menyampaikan perkataannya.


"Rendra, maaf! Ini semua Pamanlah yang salah. Yara hanya mengikuti semua perintah Paman. "


Paman Yara menjeda perkataannya, memandang pada Yara yang hanya bisa menangis dan menunduk, tidak berani menatap Saka yang masih berdiri di ujung pembaringan Yara dan tak hentinya mengalihkan pandangannya kepada Paman dan istri yang dicintainya.


Paman Yara menarik nafasnya lagi sebelum melanjutkan perkataannya. Rasa terhimpit itu mulai merasuki dada Paman Yara, karena ia tahu, dirinyalah yang secara tidak langsung membuat Yara tidak bahagia.

__ADS_1


" Yara sudah memiliki anak dari kekasihnya, suami siri yang tidak kuakui, yang bernama Rangga, sebelum kamu mengenal Yara. " kata Paman Yara dengan lirih. Saka masih bisa dengan jelas mendengarnya, walau suaranya begitu lirih.


Demi apapun, Saka seperti dilempar dari lantai 5 kebawah, perutnya terasa teraduk, dan membuat berdirinya goyah. Saka segera menarik kursi yang ada di samping kiri ranjang Yara dan mendudukan diri disana, dengan posisi berhadapan langsung dengan Paman Yara yang duduk di sisi kanan ranjang.


Tapi Saka hanya diam, ekspresinya begitu datar, Paman Yara tidak bisa menebak apakah Saka marah, kecewa, atau yang lainnya.


Diamnya Saka membuat Paman Yara melanjutkan ceritanya. Sedangkan Yara hanya bisa menangis dan meremas remas selimut rumah sakit menahan rasa sesak didalam dadanya.


"Waktu itu, Paman tidak pernah menyetujui hubungannya bersama pria manapun, sehingga mereka berpacaran sembunyi sembunyi. Dan pria brengsek itu menghamili Yara. "


"Tapi dia masih perawan saat pertama kali aku menikah dengannya. Bagaimana bisa? " potong Saka cepat, dia tidak mengerti, ini seperti potongan puzzle yang hilang dalam hubungan rumit keduanya.


Paman Yara tidak langsung menjawab, ia menelan salivanya sebelum melanjutkan perkataannya, iapun juga melirik kearah Yara, seperti meminta persetujuannya.


" Biarlah paman jelaskan satu per satu dulu, setelah itu barulah Paman akan jawab pertanyaan kamu. Ehmm, saat Paman memisahkan Rangga dan Yara, juga membuang anak Yara yang sempat dilahirkan. Yara mengalami depresi akut. Membuat dia juga mencoba bunuh diri. Dokterpun sering menyuntikan obat anti depresan dan melakukan terapi hipno yang membuat dia bisa menerima kenyataan yang ada. Membuat Paman sadar, apa yang Paman lakukan itu salah, tapi sejujurnya Paman hanya ingin yang terbaik untuk Yara. Waktu itu, Rangga hanyalah seorang mahasiswa penerima beasiswa di fakultas kedokteran, sedangkan Yara sudah mapan dengan bisnis hotel yang ia kelola. "


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2