Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Episode 57. Kamu Ibarat Oksigen Bagiku*


__ADS_3

Bonus dulu didepan😎😎


visual:


Alana Mahen Sandhoro



Wanita yang manis, enerjik, mandiri, pantang menyerah, pembela kebenaran ( kayak wonder woman ajaπŸ˜…)


Sudah memiliki satu anak bernama Genta Putra Alana. Tapi wajah dan penampilannya masih kayak anak kuliah.


Narendra Sakabumi Perdana



Pria tampan, CEO muda kaya raya, gayanya cool, wajah badboy laki bangett 😘😘, belum tubuhnya yang atletis, dan tatapannya selalu bisa bikin cewek cewek cantik meleleh, seperti dokter Michele, dan mungkin cewek cewek cantik lainnya, yang rela berlomba melemparkan diri untuk sekedar jadi partner goyang ranjangnya πŸ˜‚πŸ€­.


***


" Aku sudah bilang tadi pagi sama kamu, kalau ada yang kamu pikirkan bagikan sama aku, aku siap mendengarkan. " sahut Saka lembut, sambil masih memeluk Alana dan menaruh Alana di dadanya.

__ADS_1


" Termasuk kalau aku memilih untuk pergi dari kamu?" tanya Alana sambil mendongak, ia ingin melihat ekspresi Saka.


" Kalau kamu ingin melihat aku hancur, maka pilihlah itu sebagai jalan yang terbaik yang harus kamu pertimbangkan. Karena kamu dan anak anakku adalah sumber kehidupanku. Tanpa kalian ya aku tidak akan bisa hidup. " sahut Saka mantap.


Alana menghela nafasnya, memang sudah rumit kehidupannya.


" Bby, aku mencintaimu bahkan dangat mencintaimu! Tapi.." Saka sama sekali tidak memotong ucaoan Alana, Saka hanya menatap Alana penuh arti, ada binar sukacita saat ia tahu Alana juga sangat mencintainya.


Alana bingung mau bagaimana lagi, menebalkan muka dan mencoba jalani semuanya dengan ikhlas. Kalau tidak, bakalan bisa mati muda karena nelangsa, mikirin omongan orang sebetulnya itu yang paling bikin Alana sakit hati. Kalau pas ga hamil sih ga apa, hormon kehamilannya buat dia lebih sensitif, Karena ia selalu dianggap menjadi orang ketiga dalam hubungan Saka dan Yara.


Tapi Alana tidak bisa mati muda karena nelangsa, karena ia masih punya banyak tugas. Ia masih ada anak yang harus ia perjuangkan kehidupannya. Bahkan ia maaih punya calon anak yang harus ia pikirkan.


" Bby, kamu mesti tahu. Aku mencintai kamu. Sangattttt!!!" kata Alana mengulang kata katanya lagi dan kali ini sambil mengecup bibir Saka dengan lembut.


" Aku bukan hanya sangat mencintai kamu, tapi kamu ibarat oksigen bagi aku. Kalau kamu pergi dariku, aku akan mati perlahan. Jadi jangan pernah berpikir untuk pergi dariku. "


Saka memeluk istrinya itu, dan menghujani Alana dengan ciuman di puncak kepalanya. Alana hanya diam dan menikmati kebersamaanya bersama Saka. Mencium aroma Saka, bersandar di dadanya yang bidang, membuat Alana merasakan gairah aneh yang timbul dari perutnya. Katakanlah itu adalah keinginan dedek bayi untuk selalu memuja daddynya.


Entah benar atau tidak tapi nyatanya Alana mulai menyusupkan tangannya ke dalam baju Saka dan meraba dada bidang suaminya itu serta bermain di puncak dadanya. Dan demi Tuhan, Saka itu laki laki yang normal, saat Alana membelai dadanya, dan mengendus aroma Saka lewat lehernya, membuat Saka berdesir. Gejolak gairah Saka naik tanpa bisa ia bendung lagi. Tubuhnya bergetar hebat hanya karena sentuhan tangan ajaib Alana. Ia laki laki normal yang masih punya rasa gairah, apalagi terhadap istri sahnya.


Saka membantu Alana untuk membuka bajunya sendiri, sehingga tubuh sixpack itu sudah polos, hanya menyisakan celana panjang hitam yang belum dibukanya. Sementara bibir Saka sudah mencari pasangannya dan menghanyutkannya, berusaha menyesap, menjilat dan mengabsen seluruh rongga mulut Alana yang sudah terbuka aksesnya.

__ADS_1


Inilah yang Saka dan Alana rindukan selama berjauhan. Mungkin pikiran Alana ingin menjauh dari Saka, tapi tubuhnya tidak bisa bohong. Ia membutuhkan Saka, atau anaknya membituhkan daddynya. Alana membiarkan Saka mengeksplor seluruh rongga mulutnya, decapan yang menuntut semakin intens terdengar. Alana sudah dibaringkan di ranjang itu, sedangkan Saka sudah mulai bergerilya diatasnya untuk membelai, menghisap, bahkan meninggalkan bekas bekas kepemilikan di leher mulus istrinya. Outer, dan kini mini dress Alana tercampak di pinggir ranjang, sehingga Alana hanya memakai pakaian dalam yang menutupi Alana. Saka sungguh memuja tubuh istrinya, ia memandangi tubuh istrinya yang hanya berbalut dalaman dengan kabut gairah yang meletup letup.


" Alana aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku." sudut mata Saka mengeluarkan cairan bening yang membuat Alana terkejut. Alana mengusap air mata Saka yang keluar. Ia merasa sangat bersalah membuat Saka jatuh bangun memikirkan dirinya. Alana hanya mengangguk dan masih setia menghapus air mata Saka yang mengalir tanpa isak tangis. Sampai Saka bisa menguasai perasaannya sendiri.


" Bby, aku juga mencintaimu. Maaf kalau aku membuat segala sesuatunya menjadi tambah rumit. Maaf karena aku tidak pernah bisa hanya menjadi rahim pengganti bagi Yara. Dan melibatkan perasaan cinta ini semakin dalam dan dalam. " ujar Alana sambil melengos. Ia tak sanggup memandang Saka yang menatapnya dengan pandangan sendu.


" Alana sayang, jangan pernah berpikir kalau kamu hanya sekedar sebagai obyek pemuas nafsu ku saja, saat aku mungkin tidak pernah akan bisa mendapatkan itu dari Yara. Jangan pernah berpikir kalau aku hanya menjadikan kamu sebagai rahim pengganti, yang membuat aku mendapatkan keturunan. Karena kamu adalah Alana, yang sudah membuat aku jatuh cinta." sahut Saka dengan pandangan memuja, Saka mengecup wajah Alana dengan hati hati, seperti memperlakukan barang yang mudah pecah. Ia tidak membelai tubuh Alana dengan nafsu, ia membelainya dengan penuh pemujaan, seakan Alana adalah barang yang mudah pecah.


Katakanlah Saka munafik, karena ia tidak melepaskan Yara, walau ia sangat memuja Alana. Hujatlah Saka sebagai manusia yang egois, karena ia tidak bisa melepaskan genggamannya pada Alana, saat Yara juga membutuhkan kehadirannya. Saka hanya ingin menjalankan waktu waktu ini sebagai Saka, yang merawat Yara dalam keterpurukannya, dan menggenggam Alana sebagai belahan jiwanya.


" Bby, stop !! Jangan buat aku jatuh dan mencinta lebih dalam lagi. Karena sakit rasanya saat semua orang memandang cinta kita sebagai cinta yang seharusnya tidak pernah ada, karena sesak rasanya dada ini, Bby. " Alana bahkan sudah tidak sanggup untuk sekedar menangis. Ia hanya memukul pelan dadanya agar rasa sesak dalam dadanya itu hilang.


Saka menarik tangan Alana yang memukuli dadanya sendiri, mengecupnya dan menaruh tangan Alana didadanya, agar Alana tidak lagi menyakiti dirinya sendiri. Saka juga merengkuh tubuh Alana untuk dipeluk dengan erat.


Jadi mereka berdua berpelukan dalam keadaan setengah polos, tanpa melakukan apa apa. Hanya berusaha menghirup sebanyak banyaknya aroma tubuh masing masing yang menenangkan. Alana tampak lebih tenang dalam dekapan Saka yang memeluknya dengan rasa cinta. Sedangkan Saka tampak termenung dan hanya berusaha memahami keadaan Alana dalam diam. Ia memahami rasa sakit Alana saat harus menjadi yang kedua.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2