Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
133. Panasss Membara


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


Kebenaran sudah terungkap, baik ayah, ibu, Saka, Alana maupun Rangga mau tidak mau harus menerima kenyataan. Sesuai dengan janji mereka kepada Yara, mereka tidak boleh menaruh dendam kepada paman Yara.


Sudah genap 3 bulan dari sejak kematian Yara. Kehidupan memang tetap harus berjalan seperti semula. Saat ini yang terpenting adalah mencari anak Yara dan Rangga sesegera mungkin. Walau dalam perjalanannnya tidak akan semudah membalikan telapak tangan. Paman Yara pasti sudah memperketat penjagaannya.


Apalagi bibi sudah mengajukan surat cerai melalui pengacaranya. Paman semakin murka. Ia marah karena sekalipun ia tidak mencintai bibi, tapi ia mungkin sudah terlalu terbiasa dengan bibi, sehingga ia tidak bisa melepaskan bibi begitu saja. Sekalipun nantinya Arjani menerima lamarannya, mungkin bibi akan dijadikan istri pertama dan Arjani sebagai istri keduanya.


Dulu ia tidak setuju dengan Saka yang menduakan Yara, sekalipun Yara yang memintanya. Sekarang ia malah mau menduakan bibi dan enggan melepaskannya walau nanti misalnya Arjani mau di persunting jadi istrinya.


Saka yang mengetahui semua gerak gerik paman dan bibiknya itu menjadi setengah geram. Lha kemarin dia mendua paman marah, malah sekarang paman mau menduakan bibi.


Saka didalam ruang kerjanya lagi ngecek info yang dikirimkan anak buahnya perihal anak Yara yang masih disembunyikan paman. Rangga sendiri sekarang posisinya ada di Singapura. Ia mengajukan cuti panjang dan hanya pulang kalau ada pasien yang benar benar urgent. Saat ini ia hanya memikirkan perihal anaknya yang masih ada di tangan paman Yara.


Sementara tinggal di Singapura, Rangga malah tinggal di apartemen Saka, dengan alasan supaya dekat dengan anak buah yang dikirim Saka untuk mencari anaknya. Rangga tidak mau menikmati kekayaan pak Burhan, sekalipun pak Burhan mewariskan semuanya kepada nya. Pak Burhan tidak memiliki anak dari istri barunya, jadi secara otomatis, Rangga adalah darah daging pak Burhan satu satunya.


" Bby, kamu gak tidur?" kata Alana yang menyusul Saka ke ruangan kerjanya. Karena sudah malam dan Saka belum juga beristirahat.

__ADS_1


" Kenapa? Kangen?" tanya Saka dengan senyum smirknya, sambil menyingkirkan laptop yang ia pegang untuk mengecek pekerjaan anak buahnya dan juga mengecek laporan pengawal dan tim IT nya yang melacak kemana anak Yara disembunyikan.


" Huh! Ya sudah kalau kamu emang maunya tidur di ruang kerja sama dokumen dokumen kamu." sahut Alana sambil berbalik menuju pintu keluar. Tapi Saka dengan cepat menarik lengan Alana sehingga Alana terjatuh dipangkuan Saka.


" Jangan marah dong, mom sayang ! Emang apa enaknya pelukan sama dokumen? Lebih enak kalau meluk kamu sambil ciumin kamu, ya kan? Anak anak sudah tidur?" tanya Saka sambil mengecupi leher jenjang Alana yang terbuka lebar karena Alana mencepol rambutnya yang panjang dan ia hanya menggunakan daster satin berbentuk you can see yang bertali spaghetty, jelas tubuh Alana banyak terekspose kemana mana.


Saka cukup heran, karena tubuh Alana sudah balik seperti semula, perutnya balik ramping, kecuali bentuk dadanya yang membesar pasca menyusui Alendra.


" Alend baru saja tidur, kalau Genta sih sudah mandiri, dia kan sering tidur sendiri. Dan kita terutama kamu juga harus beristirahat! Ayo lekas tidur!" kata Alana sambil bergerak gerak tak karuan karena kegelian. Tangan Saka yang mulai nakal tidak berhenti sampai disitu saja, Alana yang duduk di pangkuannya merasakan ada perubahan di Junio, alarm alertnya Alana sudah tahu kalau Saka bakal membuatnya berolah raga malam ini.


" Sayang, kamu kan tahu, Junio aku itu ga bisa tidur kalau ga dilemesin!" ujar Saka masih kekeh meremasi dada Alana.


" Bby, arghh.." desah Alana membuat Saka semakin panas membara. Gerah ingin segera dilemaskan😅


" Hubby!! Ngomong sembarangan! Emang kamu pikir aku kucing, beranak banyak? Kamu masa tidak ingat, Alend masih kecil, masih bayi 4 bulan, daddy sayang. Kasihan kalau dia punya adik lagi. Nanti dia bisa kekurangan kasih sayang. " kata Alana sambil mencebik, menepis tangan Saka yang sudah menurunkan tali baju tidur Alana sehingga bagian dada Alana yang besar terpampang nyata di depan mata. Alana berusaha menaikan bajunya lagi tapi tangannya dirangkum oleh tangan Saka yang besar sehingga yang bisa Alana lakukan hanya menggeliat geliat kegelian, saat tangan Saka meraba puncak dadanya.


" Tapi, Lala sayang, aku ini anak tunggal, kamu juga, aku pingin punya anak banyak supaya anak kita itu punya banyak saudara dan banyak yang membantu mengurus perusahaan." kata Saka sambil terus berusaha menuntaskan kegerahan yang dialaminya saat ia memandang dan meraba tubuh Alana yang menurutnya semakin tampak seksi dan menggoda.


" Hubby, tapi gak sekarang juga nambah anaknya. Kasihan Alend. Argggh.." kata Alana sambil mendesah karena tangan Saka sudah membuat puncak dada Alana mengeras.


" Sayang, kamu kan tahu, ayah dan ibu malah senang kalau punya banyak cucu. Kamu jangan khawatir, kita pasti bisa melimpahi mereka dengan kasih sayang, apalagi mama Lina sekarang juga ga ada yang ditungguin. Biarlah ibu dan mama yang mengawasi anak anak kita, jadi mereka ga kesepian." usul Saka.

__ADS_1


Sembari memberi usul, Saka sudah langsung memposisikan diri kayak anak bayi dihadapan Alana, membuat Alana mau tidak mau melayani kemauan suaminya, karena suaminya ini kerap iri kalau saat Alana menyusui Alendra, ia ngotot juga kepingin melakukan hal yang sama.


******* Alana membuat Saka semakin semangat untuk menaklukannya. Alana sudah berkali kali meledak karena Junio, tapi Saka masih bersemangat untuk menuntaskan hasratnya supaya kegerahan yang menyerang Saka saat melihat tubuh istrinya akan terobati dengan menikmati hak yang seharusnya ia terima saat menjadi suami Alana .


Alana terkadang sampai bingung, ia sudah sampai lemas, tapi saat Saka selesai melepaskan yang sudah lama ia tahan, ia masih saja gagah perkasa.


Alana dan Saka melakukan olah raga malam itu di sofa ruang kerja Saka. Tubuh Alana yang masih tanpa sehelai benang, ditelusuri oleh jari Saka, ia kagum dengan Alana yang semakin tampak menggoda tanpa balutan apa apa. Padahal Alana yang kelelahan sudah nyenyak tertidur di lengan suaminya, setelah Saka menunaikan apa yang ia pendam sejak beberapa waktu, karena ia masih sibuk mengurus masalah masalah perusahaan.


Akhir akhir ini Saka lelah menghadapi masalah anak Yara dan perusahaannya yang sempat sedikit bermasalah pasca di gerogoti pak Burhan.


Pak Burhan harus mendekam di penjara selama 5 tahun karena pencobaan pembunuhan dan perampasan hak milik orang lain serta menjadi dalang kerusuhan di perusahaan Saka. Sedangkan Vela diberi pembebasan bersyarat karena ternyata ia hanya digunakan sebagai pion untuk memuluskan rencana pak Burhan.


Selain mengurus perusahaaan ia juga mengirim anak buahnya untuk memantau pergerakan paman Yara yang memyembunyikan anak Yara dan Rangga. Dan Rangga yang berada di sana menjadi eksekutor semua info yang didapat Saka.


Jadi wajar, terkadang Saka pingin punya saudara lagi supaya ia punya orang yang membantunya di perusahaan, seperti Lio yang setia membantunya mengurus pekerjaan.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2